Denathan Cewek Barbar (Lengkap)

Denathan Cewek Barbar (Lengkap)
DENATHAN KESURUPAN


__ADS_3

Denathan dan Natan pun bertekad untuk melakukan penyerangan terhadap begal-begal yang masih ada di tempat tadi. Mereka tidak peduli walau pun hanya berdua, yang pasti mereka harus bisa mengusir begal-begal itu. Dengan kemampuan supernaturalnya, Denathan akan melumpuhkan semua penjahat itu. Dengan cara meminta bantuan mahluk halus yang paling menyeramkan untuk merasuki raganya. Cewek itu sudah sangat mampu untuk mengendalikan kemampuannya, tentunya dibantu oleh Mbah Wayan--Jin baik yang selama ini menjaganya.


"Tenang, gue bisa melumpuhkan begal-begal itu dengan sangat mudah," ucap Denathan sambil menjentikkan jari.


Saat ini Denathan dan Natan sudah berada di tepi hutan, tapi masih jauh dari tempat begal-begal itu berkeliaran di sekitar mobil milik Natan.


"Waduh, mobil gue diapain sama mereka?" Natan terlihat panik kala melihat mobilnya ditusuk-tusuk oleh beberapa begal menggunakan pisau.


"Mobil lo mau dirusakin sama mereka. Bahaya, Nat. Kita harus cepat-cepat ke sana!" Denathan ikuta panik.


"Nggak apa-apa, Den. Biarin mobil gue rusak. Jangan buru-buru ke sana, nanti kita bakal celaka. Kita harus memikirkan strategi sebelum menyerang," ucap Natan dengan suara pelan.


Denathan setuju dengan ucapan Natan. Menggunakan strategi adalah yang paling tepat disaat-saat seperti ini. Kalau dia langsung melakukan penyerangan, yang ada nanti malah dia sendiri yang kalah.


"Oke gue setuju. Jadi gimana strategi lo? Kalau strategi gue, kita harus ngendap-ngendap lewat semak-semak. Kalau ada salah satu di antara mereka yang lengah, kita langsung hajar." Denathan menjelaskan.


"Ide lo bagus, ayo langsung aja." Natan kemudian berjalan pelan-pelan mendekati semak-semak yang berada tidak jauh darinya. Denathan mengikuti langkah Natan.


Namun sialnya saat Natan dan Denathan akan bersembunyi, mendadak dari arah belakang ada seorang begal yang menendang punggung Denathan hingga membuat Denathan jatuh tersungkur ke rerumputan yang kotor. Denathan tidak mengadu sakit, dia langsung berguling ke samping kanan untuk menghindari serangan begal di belakangnya.


Kemudian Denathan berdiri walau sedikit susah saat merasakan punggungnya sakit. "Anjing!"


Dalam keadaan remang-remang, Natan melawan begal itu. Denathan menyaksikan pertarungan itu pun tidak tinggal diam. Dia segera berlari mendekati Natan lalu membantu Natan melawan begal tersebut.

__ADS_1


Mendadak muncul begal dari semak-semak. Denathan berputar arah, melayangkan tendangan ke arah begal itu. Lalu menendangnya berkali-kali sampai begal itu tidak dapat berdiri. Sementara Natan masih sibuk melawan begal di depannya.


"Natan, ayo lari! Jangan di sini!" Setelah berhasil melumpuhkan satu begal, Denathan langsung menggandeng tangan kiri Natan lalu menarik Natan menuju ke tempat yang lebih luas dan terang.


"Jangan kabur lo berdua!" teriak begal yang tadi menyerang Natan. Kemudian begal itu berlari mengikuti Denathan dan Natan.


Tepat di bawah pohon beringin yang begitu rendang, Denathan dan Natan berhenti berlari. Pohon rindang itu dekat dengan lampu jalan sehingga keadaannya cukup terang. Denathan akan meminta bantuan kepada makhluk-makhluk gaib menyeramkan yang berada di sekitar pohon. Dia tidak bisa terus-terusan seperti ini. Begal-begal itu terus mengincarnya dan juga Natan.


"Gue terpaksa meminta bantuan makhluk di sini. Lo yang tenang. Tetap di samping gue." Denathan kemudian memejamkan mata, sedang berkomunikasi dengan salah satu makhluk yang paling kuat di pohon itu.


Sementara Natan merasakan hawa di sekitarnya begitu dingin. Tengkuk lehernya merinding. Bulu kuduknya berdiri. Makhluk-makhluk yang tidak dapat Natan lihat sudah berkumpul di sekitar pohon, seakan membentuk benteng untuk memanipulasi penjahat-penjahat itu agar tidak dapat melihat keberadaan Denathan dan Natan.


Natan mendekatkan tubuhnya ke tubuh Denathan. "Den, gue merinding banget. Rasanya gue mau muntah. Huek." Natan merasa ingin muntah karena energinya terkuras.


"Denathan, gimana ini?" Natan bertanya saat menyadari Denathan sudah membuka mata.


Denathan tersenyum sinis lalu menoleh ke arah Natan. Berbicara kepada Natan dengan suara berat layaknya laki-laki tua. "Aarghh... Aku bukan Denathan. Aku Jiwo! Temanmu ini memintaku untuk melawan penjahat-penjahat itu. Lebih baik kamu tetap berada di sini."


Sontak hal itu membuat Natan terkejut hingga dia jatuh terjungkal ke tanah. Napasnya memburu, jantungnya semakin berdegup kencang seiring dengan rasa takutnya yang meningkat. Badannya mengeluarkan keringat dingin. Dia tidak bisa berkata apa-apa melihat raga Denathan telah dirasuki oleh makhluk halus.


"Denathan, sadar! Denathan!" Natan berusaha bersuara meski sangat sulit seolah tertahan.


Makhluk yang merasuki Denathan tidak memedulikan Denathan lalu terbang melesat membawa raga Denathan ke tempat para penjahat itu. Dengan kontrol dari Mbah Wayan, makhluk halus bernama Jiwo itu tidak akan bisa membawa roh Denathan yang sekarang sedang berdiri di dekat Natan. Jiwo hanya membawa raga Denathan untuk melawan penjahat-penjahat di sana.

__ADS_1


Natan tidak percaya saat menyaksikan Denathan dengan sangat mudah melumpuhkan begal-begal yang mengepungnya.


Jiwo mengendalikan raga Denathan dan juga menggunakan kekuatannya. Sekali menggerakkan tangan, penjahat-penjahat itu terpental ke udara lalu jatuh dengan sangat cepat ke tanah. Hal itu membuat para begal kesakitan. Mereka tidak bisa bergerak sedikit pun, karena Jiwo telah mengunci pergerakan mereka.


Rupanya belum selesai, masih ada satu begal yang masih bertahan. Yaitu ketua dari komplotan para penjahat itu. Ketua begal itu tersenyum sinis menatap wajah Denathan. Sepertinya ketua begal itu tahu bahwa yang sekarang dihadapinya bukan manusia. Ternyata si ketua begal juga mempunyai kemampuan seperti Denathan, hanya saja kemampuannya itu digunakan untuk hal negatif.


"Hahaha, gue tahu. Lo bukan manusia. Gue nggak takut sama lo. Ayo serang gue lagi kalau lo bisa!" Ketua begal itu menantang Jiwo sambil mengeluarkan celuritnya. Sebuah sabit yang lebih besar dan panjang daripada sabit pada umumnya.


"Kalau lo ngelawan gue, gue bakal bantai raga cewek yang lo rasuki itu!" Ketua begal itu mengancam Jiwo sambil menodongkan celurit itu.


"Aku akan keluar dari raga ini, dan melawan mu dengan diriku sendiri!" Jiwo menjadi marah saat mengetahui begal itu ternyata mempunyai sosok pelindung yang sama-sama kuat dengannya. Hanya saja sosok pelindung begal itu tidak lebih kuat jika dibandingkan dengan sosok pelindung Denathan, yaitu Mbah Wayan.


Jiwo pun keluar dari raga Denathan, lalu secara bersamaan roh Denathan masuk kembali ke raganya. Denathan yang sudah memasuki raganya pun dengan gerakan cepat berguling ke samping saat begal di depannya melayangkan celurit ke arahnya. Tak disangka-sangka, begal itu mendadak kesakitan ketika Jiwo mencekik lehernya. Jin jahat yang melindungi begal itu seketika marah dan membalas menyerang Jiwo. Terjadi adu kekuatan diantara kedua jin itu.


Jiwo merupakan jin netral yang bisa menjadi jahat dan bisa menjadi baik. Sedangkan Mbah Wayan yang menjaga Denathan adalah jin islam yang tentunya bersifat baik.


Denathan menyaksikan kedua jin di depannya sedang adu kekuatan dan saling menyerang satu sama lain. Sedangkan ketua begal itu tidak bisa berbuat apa-apa lalu berlari menjauh.  Apes bagi si begal, niatnya ingin mengambil mobil milik Natan malah terjadi pertarungan.


Denathan mengatur napasnya sebentar lalu berjalan menjauh dari tempat itu. Membiarkan Jiwo dan jin jahat itu saling bertarung. Mbah Wayan tersenyum menatap punggung Denathan. Lalu Mbah Wayan melerai Jiwo dan jin jahat itu hanya dengan satu kali gerakan tangan. Kedua jin itu langsung terpental ke arah yang berbeda. Pertarungan berakhir dengan kekuatan Mbah Wayan yang tidak ada tandingannya.


Sementara itu Natan yang masih ada di bawah pohon beringin terduduk lemas setelah dari tadi menyaksikan kejadian yang di luar nalar pemikirannya. Kejadian tadi benar-benar membuatnya ketakutan.


"Den, gue nggak kuat."

__ADS_1


__ADS_2