Denathan Cewek Barbar (Lengkap)

Denathan Cewek Barbar (Lengkap)
DENATHAN CEWEK BARBAR 2 (PROLOG)


__ADS_3

...PROLOG...


...••••...


Aditya dan Denathan saat ini sedang tidur berdua di kamar. Mereka baru saja menjalani resepsi pernikahan sampai berakhir pada jam dua belas malam. Mereka begitu lelah apalagi tadi banyak tamu undangan yang meminta foto dengan mereka. Mereka juga masih memakai baju pengantin. Tidak sempat mengganti baju karena terlalu lelah.


"Sayang, aku capek sekali, kamu juga begitu?" Denathan bertanya kepada Aditya yang sekarang sudah resmi menjadi suaminya. Pria itu berumur 26 tahun.


Aditya menoleh ke samping lalu menjawab, "Tidak lelah, bahkan aku menginginkan sesuatu." Dia tersenyum tipis setelah itu.


Denathan mengerutkan kening sambil sedikit tersenyum lalu bertanya, "Apa yang kamu inginkan?"


"Aku menginginkan ... sebentar, aku gerah sekali." Aditya tidak melanjutkan ucapannya. Dia malah berdiri lalu segera melepas jas pengantinnya dan berlanjut melepas kemeja putihnya sehingga sekarang dia bertelanjang dada.


Aditya waktu SMA dulu memang kurus, tapi sekarang badannya kekar dan gagah karena semenjak lulus SMA, dia rutin olahraga di GYM. Dia sekarang masih pelawak sama seperti dulu. Sifat pelawaknya tidak akan pernah berubah.


Denathan mengamati punggung suaminya yang kokoh. Ingin sekali memeluk tubuh itu dari belakang. Tapi dia menahannya.

__ADS_1


Setelah melepas kemejanya, Aditya melepas celana panjangnya dan sekarang tinggallah celana pendeknya yang berwarna abu-abu. Lalu pria itu meninggalkan pakaiannya di lantai begitu saja.


"Apa kamu tidak gerah? Kenapa masih memakai pakaian itu?" Aditya bertanya sambil mendekati Denathan yang rebahan di atas kasur tapi masih memakai baju pengantin.


"Oh, maafkan aku, Sayang. Aku terlalu capek," ucap Denathan lalu dia berdiri dan melepas pakaiannya satu persatu. Sekarang Denathan hanya memakai kaos lengan pendek dan celana mini. Tubuh wanita muda itu tampak berisi dan seksi.


"Kamu tidak berniat melepas semua pakaianmu?" tanya Aditya yang sekarang sedang tiduran di ranjang.


Denathan melihat tubuhnya dari atas sampai bawah. Memangnya kenapa dia harus melepas semuanya?


"Oh, biarkan aku nanti yang melepas semua pakaianmu, hihihi," ujar Aditya sambil terkikik membayangkan ekspresi Denathan saat berada di bawah kuasanya.


"Kamu mengancam ku?" Denathan salah paham.


"Tidak, tidak. Aku nanti hanya ingin bermain denganmu. Kita sudah sah menjadi suami-istri." Aditya menjelaskan maksud lain tapi tidak menjelaskannya secara vulgar.


"Apa bermain yang kamu maksud?" Denathan hanya pura-pura tidak paham dengan ucapan suaminya.

__ADS_1


"Seharusnya kamu sudah mengerti, Sayang, walaupun aku tidak memberitahumu. Rupanya kamu masih polos, hmmm," jawab Aditya.


Denathan kemudian tertawa, "Hahaha. Sebenarnya aku tahu apa maksudmu."


"What?" Aditya terkejut. "Kalau begitu, kita lakukan saja sekarang!" Lanjutnya bersemangat.


Denathan mencegah saat Aditya bertindak akan memeluknya. "Tunggu, Sayang. Jangan terburu-buru. Kita harus memulai untuk pemanasan. Kamu tidak ingin permainan kita terasa monoton, kan?"


Aditya mengangguk-angguk seperti anak kecil yang memahami sesuatu.


"Begini, pertama-tama kita harus melakukan--." Ucapan Denathan terpotong, karena mendadak Aditya bertindak memeluk tubuh dan mencium bibir istrinya itu dengan sangat posesif.


"Tidak perlu dijelaskan aku sudah tahu, pemanasan yang kamu maksud. Sayang." Aditya berkata dengan suara lembut tepat di depan mata Denathan.


Posisinya, Aditya berada di atas tubuh Denathan dan Denathan berada di pelukan Aditya. Wajah mereka sangat berdekatan, bahkan tidak ada lima senti.


Lalu Aditya kembali mencium dan ******* bibir istrinya yang ranum. Denathan membalas ciuman suaminya dengan penuh gairah dan nafsu. Mereka terbawa oleh suasana yang sunyi, senyap, dan sepi. Terbawa oleh hasrat dan nafsu, pasangan suami-istri itu saling bercinta.

__ADS_1


__ADS_2