Denathan Cewek Barbar (Lengkap)

Denathan Cewek Barbar (Lengkap)
BEGAL 2


__ADS_3

"DENATHAN!!" Natan berteriak saat melihat Denathan akan ditusuk oleh salah satu begal dari belakang.


Denathan melirik ke belakang lalu dengan cepat berguling ke tanah untuk menghindari serangan dari arah belakang. Cewek itu mengabaikan sakit pada kedua tangannya, dia kembali berdiri lalu berlari ke arah Natan yang juga berlari mendekatinya.


"Natan, lo tetap di situ. Biar gue aja!"


"Nggak bisa. Gue harus bantu lo! Begal itu punya banyak komplotan. Mereka bakal ngepung kita!" Natan semakin panik saat mengetahui kedua begal itu berlari mendekatinya.


Denathan bergerak kilat menangkis serangan dari salah satu begal. Sedangkan Natan melawan begal yang satunya. Natan dan Denathan berpencar arah. Serangan yang diterima keduanya begitu sengit. Natan hampir kewalahan menghadapi begal yang berhadapan dengannya. Sementara Denathan sangat sulit memberikan serangan pada begal di depannya karena begal tersebut jago menghindari serangannya.


Tak tanggung-tanggung, kini bertambah dua begal lagi yang berlari dari arah yang berbeda. Denathan dan Natan terkepung. Mereka tidak ada pilihan lain, kemudian mereka berlari ke arah mobil. Denathan dan Natan harus cepat-cepat pergi sebelum begal-begal itu memberikan serangan.


"Bener apa yang gue bilang tadi. Begal itu punya banyak komplotan!" Natan berlari di belakang Denathan.


Denathan menyahut, "Kita harus cepat kabur, Nat. Kita nggak sanggup lawan mereka!"


Sial beribu sial. Saat Denathan dan Natan hampir sampai di mobil. Ada dua orang begal yang menghadang mereka.


"Sial! Begal lagi! Cepat belok arah Nat! Ikuti gue, lo jangan lari sendiri!!" Denathan berbelok arah menuju ke hutan. Tidak peduli dengan gelapnya hutan, yang penting dia dan Natan selamat. "Ikuti gue ke hutan!"


Natan cukup tertinggal jauh di belakang Denathan. Celaka, Natan dihadang oleh satu begal membuatnya berhenti berlari. Sementara Denathan terus berlari ke arah hutan, tidak mengetahui Natan sedang terkepung.


"DENATHAN!!" Natan berteriak. Tapi terlanjur Denathan sudah berlari sangat jauh, sehingga cewek itu tidak mendengar teriakannya.


"Hahah, mau ke mana lo? Serahin kunci mobil lo, kalau lo mau selamat!" ucap begal yang sekarang menghadang Natan.


Tanpa pikir panjang Natan bertindak menendang perut begal tersebut hingga membuat begal itu berputar lalu jatuh terjerembab ke tanah. Kesempatan itu digunakan Natan untuk kabur sebelum begal itu bangun. Namun sayangnya Natan sudah kehilangan jejak Denathan. Natan tidak tahu ke mana Denathan pergi, setahunya tadi Denathan berlari masuk ke hutan. Tidak memikirkan apa-apa, demi keselamatannya juga, Natan memutuskan untuk berlari ke arah hutan.


"Senter mana senter," ucap Natan sambil menyalakan senter di hapenya. Senter itu rupanya tidak cukup untuk menerangi sekitarnya yang gelap gulita. Tapi setidaknya senter hapenya sedikit membantu walau pun remang-remang.


"Ah bodoamat yang penting gak gelap," ucap Natan seraya terus berlari ke dalam hutan sambil mengarahkan senter hape ke arah bawah.

__ADS_1


"Natan!! Ke sini!" Suara Denathan terdengar dari kejauhan.


Natan mencari-cari asal suara tersebut. Hingga dia melihat seberkas cahaya di kejauhan. Mungkin itu Denathan sedang menyalakan senter hapenya.


"Ke sini woi! Gue nyalain senter hape!" Denathan berteriak lagi.


Natan semakin yakin itu adalah Denathan. Tidak berpikir panjang Natan segera berlari mendekati Denathan yang mungkin sedang bersembunyi di balik pohon.


"Denathan, itu bener lo?" Natan ragu akan mendekati seberkas cahaya putih itu karena tidak ada pergerakan sama sekali. Seharusnya kalau Denathan menyalakan senter hape, setidaknya terjadi pergerakan di cahaya itu. Tapi anehnya cahaya itu tetap di posisi yang sama.


"Denathan lo sebenarnya di mana!?" Natan berteriak lagi untuk memastikan.


"Gue di sini anjir!" Tiba-tiba Denathan muncul dari semak-semak lalu menarik tangan Natan, menyebabkan Natan hampir terjungkal ke depan.


Denathan berjongkok di balik semak-semak sambil mengarahkan senter hapenya ke arah wajah Natan. Hal itu membuat Natan terkejut karena cahaya itu menyilaukan matanya.


"Aduh, mata gue sakit!" Natan menutupi matanya dengan lengan kanannya.


"Ini gue, lo ngapain masih manggil gue tadi? Udah jelas-jelas gue nyalain senter di depan lo," ucap Denathan berbisik. Sekarang dia mengarahkan senternya ke bawah. Dia dapat melihat wajah Natan walau pun remang-remang.


Denathan terkejut mendengar ucapan Natan. Senternya tidak bergerak? Perasaan tadi dia menggoyang-goyangkan hapenya ke kiri lalu ke kanan untuk memberi tanda kepada Natan.


"Hah? Senter gue gak gerak? Gue tadi gerakin hape," bisik Denathan.


"Waduh serius lo? Gue lihatnya tadi gak gerak. Jangan-jangan itu." Natan memelankan suaranya saat melihat gerak-gerik Denathan seperti menyadari sesuatu.


"Nah kebiasaan banget. Ada aja yang ganggu," ucap Denathan seakan berbicara dengan seseorang.


Natan menyenggol lengan Denathan yang berjongkok di sampingnya. "Heh, lo ngomong sama siapa?" Kemudian cowok itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Yang dilihatnya hanyalah kegelapan. Sangat mengerikan.


"Cahaya yang lo lihat tadi ternyata hantu anak kecil yang iseng gangguin lo," bisik Denathan sambil mendekatkan mulutnya di telinga Natan. Matanya masih terarah ke arah hantu anak kecil yang berdiri di samping pohon.

__ADS_1


Natan dibuat merinding karena ucapan Denathan. "Serius lo? Jangan ngada-ngada."


"Ya udah kalau nggak percaya. Sebenarnya di sini banyak hantu, tapi mau gimana lagi, kita harus sembunyi dari begal-begal itu. Kalau nggak, ya kita nggak selamat. Tenang aja, cuman gue yang bisa lihat mereka, lo nggak perlu takut." Denathan mendekatkan tubuhnya ke samping tubuh Natan. Sekarang mereka saling berdempetan.


"Gimana mobil lo? Aman, kan?" Denathan bertanya untuk memastikan.


"Gue nggak tahu. Yang jelas aman. Pintunya udah gue kunci, kuncinya juga gue bawa," ucap Natan seraya menepuk-nepuk kunci mobilnya yang ada di dalam saku celana.


"Coba gue suruh hantu anak kecil itu buat ngeliat keadaan di sana." Denathan terdiam sejenak untuk berkomunikasi dengan hantu anak kecil yang masih ada di bawah pohon.


Setelah berkomunikasi, Denathan memegang kepalanya yang pening sesaat. Lalu dia mengejapkan matanya berkali-kali. "Huuh, gue udah nyuruh hantu anak kecil buat ngecek keadaan di sana."


"Emang bisa?" Natan bingung.


"Bisa, udah deh lo jangan banyak tanya," kata Denathan sambil sedikit menyenggol lengan Natan.


Tak lama kemudian Denathan mendapatkan informasi dari hantu anak kecil bahwa keadaan di tempat tadi masih belum aman. Para begal itu masih mencari keberadaan Denathan dan Natan.


"Aduh sial. Begal-begal tadi belum pergi. Mereka masih di sekitar mobil lo, Nat," bisik Denathan.


"Waduh bahaya, gimana kita mau pulang kalau begini keadaannya." Natan menepuk jidatnya. Lalu dia melihat jam di hapenya, "Udah jam sebelas malam lagi." Lanjutnya.


"Tenang dulu. Mereka nggak lama lagi bakal pergi." Denathan menenangkan Natan.


"Nggak mungkin kita di sini terus." Natan mulai khawatir sekarang. Khawatir terhadap dirinya sendiri dan juga Denathan. Sangat takut mereka akan terus terjebak di dalam hutan.


"Oke, kalau kita bersatu kita bakal bisa ngalahin bekal-bekal itu. Gimana kalau sekarang kita nekad lawan mereka. Nggak peduli seberapa banyak begal-begal itu," ucap Denathan dengan serius.


"Mereka bawa senjata, Den," kata Natan.


"Nggak peduli. Kita harus yakin, bisa ngalahin mereka. Lo mau di sini terus?"

__ADS_1


"Oke. Gue berani."


Denathan dan Natan pun bertekad untuk melawan begal-begal yang masih berkeliaran di tempat tadi.


__ADS_2