
Setelah membeli kamera, Denathan akan membeli topi pantai, kacamata hitam, tas ransel, dan berbagai barang yang diperlukan untuk bulan madu. Dia akan membelinya sesuai rekomendasi dari google. Tidak perlu terlalu banyak apalagi terlalu sedikit, yang pasti barang-barang itu harus cocok untuk honeymoon.
Sesampainya di toko aksesoris dan pakaian, Denathan memarkirkan sepeda motornya di teras toko. Sebut saja tempat parkir. Lalu wanita itu berjalan masuk ke dalam toko. Tidak ada pegawai toko yang menyambutnya seperti saat di toko kamera. Jadi Denathan akan memilih sendiri aksesoris atau baju yang diinginkannya. Tapi Denathan ke sini hanya akan membeli topi pantai. Mungkin baju pantai juga perlu?
"Mana ya topi pantai," monolog Denathan sambil berjalan di sekitar rak susun aksesoris untuk mencari topi pantai.
Salah satu pegawai toko menghampiri Denathan saat wanita itu melihat Denathan kebingungan seperti mencari sesuatu.
"Mbak, ada yang bisa saya bantu?" tanya pegawai wanita itu.
"Oh iya, Mbak. Saya sedang mencari topi pantai," jelas Denathan.
"Oh topi pantai bukan di sini, Mbak. Mari ikuti saya." Pelayan itu kemudian mengajak Denathan untuk menuju ke bagian rak yang dikhususkan untuk memajang aksesoris topi berbagai macam bentuk dan jenis.
Sesampainya di rak topi, pegawai itu berkata, "Nah di sini, Mbak, tempatnya. Mbak tadi mau topi apa?"
"Topi pantai, Mbak," jawab Denathan.
Pegawai itu mengangguk-angguk lalu mengambil beberapa topi pantai di atas rak. Topi pantai itu terdiri dari beberapa warna yang cerah, seperti merah, hijau, merah muda, abu-abu, putih, cream, dan kuning.
"Mbak mau warna apa?" tanya pegawai itu.
"Warna merah aja, Mbak. Kebetulan saya suka warna merah," jawab Denathan tanpa ambil pusing.
Pegawai itu lalu mengambil topi pantai warna merah dan kembali meletakkan topi pantai yang lain ke tempat semula.
"Ini, Mbak. Mungkin ada yang mau dibeli lagi?" tanya pegawai itu sambil memberikan topi pantai kepada Denathan.
Denathan berpikir sebentar. Setelah mengingat rekomendasi dari google, dia kepikiran ingin membeli baju yang cocok untuk berlibur di pantai.
"Baju yang cocok untuk di pantai ada nggak, Mbak?" Denathan bertanya, "Tapi bajunya yang agak tertutup, Mbak. Ada kan?"
__ADS_1
Pegawai itu langsung menjawab, karena dia sudah hapal semua letak pakaian dan aksesoris di toko tempatnya berkerja. "Oh ada, Mbak. Ayo saya tunjukkan."
Lalu pegawai itu melangkah menuju ke rak pakaian yang ada di bagian selatan. Sesampainya di sana pegawai itu segera mencari pakaian seperti yang dimaksud Denathan. Sementara Denathan menunggu dengan sabar.
Setelah menemukan baju itu, pegawai itu tersenyum lega dan berbalik badan menghadap Denathan. Lalu menunjukkan baju itu. "Ini, Mbak. Bisa Mbak cek dulu, kalau nggak cocok nanti bisa ditukar."
Denathan menerimanya lalu memerhatikan pakaian itu yang berkain tipis dan menerawang, tidak memiliki kerah atau pun lengan, dan bagian bawahnya sepertinya hanya sebatas dengkul. Baju itu seperti gaun pantai yang kebanyakan dipakai orang bule ketika pergi ke pantai.
"Bagaimana, Mbak? Kurang cocok?" tanya si pegawai toko.
"Sebenarnya cocok sih, Mbak. Tapi ada enggak yang kainnya nggak menerawang? Maksudnya yang agak tebal," jelas Denathan sambil memberikan gaun itu kepada pegawai itu.
"Oh yang bajunya seperti ini tapi kainnya tebal?" Pegawai itu memastikan.
"Iya, Mbak." Denathan mengangguk.
"Ada. Sebentar ya, Mbak." Pegawai itu kembali meletakkan gaun pantai itu ke asalnya. Lalu mencari-cari pakaian yang lain.
Denathan menerimanya lalu mengeceknya. Modelnya sama seperti baju yang tadi, bedanya yang satu ini kainnya cukup tebal dan tidak menerawang. Dan baju itu warnanya merah muda. Sejenak Denathan berpikir, setelah yakin, wanita itu akhirnya memilih baju itu.
"Baju yang ini saja, Mbak."
"Baik, Mbak. Mungkin Mbak mau beli aksesoris?"
Ya, Denathan baru mengingat kalau dia juga harus membeli kacamata hitam yang akan sangat cocok untuk berlibur ke pantai.
"Kacamata hitam, ada, kan, Mbak?"
"Oh sudah pasti ada, Mbak."
Kemudian Denathan mengikuti langkah pegawai itu menuju ke rak aksesoris yang tadi sempat dilewati oleh mereka. Sampai di sana, si pegawai langsung mengambil beberapa kacamata hitam yang berbeda bentuk.
__ADS_1
"Nah, Mbak mau yang mana?" tanya si pegawai.
"Yang sekiranya pas, Mbak. Jadi gak terlalu besar atau kecil." Denathan menyebutkan ciri-ciri kacamata yang diinginkan.
Pegawai itu mengangguk lalu memilih-milih kaca mata hitam yang sekiranya cocok seperti yang dimaksud oleh Denathan. Setelah menemukan kaca mata itu, si pegawai memberikannya kepada Denathan.
Denathan menerimanya dan mencobanya. Setelah dirasa cocok, wanita itu sudah yakin membeli kaca mata itu.
"Mau beli lagi, Mbak?" tanya pegawai itu.
"Nggak, Mbak. Ini saja sudah cukup," jawab Denathan.
"Baik, Mbak. Silahkan, Mbak bisa membayarnya di kasir," ucap pegawai itu dengan sopan.
Tanpa menunggu waktu lama, Denathan segera melangkah menuju ke arah kasir yang terletak di bagian belakang. Setelah membayar, Denathan bergegas keluar dari toko sambil membawa barang belanjaannya.
Denathan pergi ke toko lain yang menjual tas selempang berukuran kecil. Karena di toko tadi hanya menyediakan aksesoris kecil dan pakaian. Tidak menyediakan semacam tas, dompet atau sejenisnya.
Tidak perlu waktu lama hanya untuk menemukan toko tas. Sekarang Denathan sudah sampai di toko tersebut. Segera mungkin Denathan masuk ke toko, lalu mencari tas yang diinginkan. Cukup sulit menentukan tas yang cocok untuk berlibur ke pantai karena berbagai macam model dan jenis tas hampir semuanya terpajang di depannya.
"Yang bagus mana ya?" monolog Denathan sambil menunjuk-nunjuk beberapa tas di hadapannya. "Kalau ini terlalu besar, kalau ini terlalu kecil, kalau ini kayak tas emak-emak."
Sejujurnya Denathan punya banyak tas di rumahnya, tapi sepertinya tidak ada yang cocok untuk honeymoon. Kalau tas ransel dia sudah punya.
"Apa tas rajut aja ya? Biasanya tas rajut cocok buat ke pantai," monolog Denathan sambil berpikir.
Setelah yakin dengan pemikirannya, Denathan berpindah tempat. Kali ini dia ada di rak yang dikhususkan untuk memajang tas rajut. Ada banyak model tas rajut yang kini terpampang di hadapannya. Salah satunya ada tas rajut yang modelnya mirip seperti tas ibu-ibu ketika pergi berbelanja ke pasar. Uh, sangat tidak cocok untuk bulan madu.
Lalu Denathan kembali memilih-milih tas rajut yang sekiranya cocok. Tidak lama kemudian, tatapannya tertuju pada tas rajut yang ada di rak atas. Cukup tinggi, sehingga dia harus berjinjit saat akan mengambilnya. Sebelumnya Denathan mengamati tas itu. Rajutannya rapi, tidak ada kerusakan atau hal lain. Lalu warnanya juga tidak terang dan mencolok. Sepertinya tas tersebut lebih cocok jika dibandingkan dengan tas lain.
Denathan pun mengambil tas itu dengan berjinjit. Diamatinya tas itu sebentar. Setelah yakin, dia menuju ke kasir untuk membayar. Usia membayar, Denathan keluar toko sambil membawa tas itu yang dibungkus dengan tote bag.
__ADS_1
Denathan pulang ke rumah. Sepertinya barang belanjaannya sudah cukup. Tidak ada barang yang perlu dibeli lagi. Nanti saat sampai di rumah, dia akan memberitahukan kepada suaminya soal barang belanjaannya agar suaminya tidak bertanya-tanya.