
"Mas?" Denathan tersenyum geli melihat baju seksi itu sambil menoleh ke arah suaminya.
"Iya, baju untuk kamu dinas denganku," jawab Aditya dengan entengnya.
"What? Ada-ada aja sih, Mas. Nggak usah pakek ginian juga nggak apa-apa," kata Denathan yang agak kaget dengan ucapan Aditya. Bagi Denathan, tidak perlu memakai baju dinas saat akan berperang dengan suaminya. Lagipula saat perang akan dimulai, pasti suaminya akan bertindak merobek bajunya.
"Pakek itu lebih afdol, Sayang. Nanti sebelum perang, jangan lupa pakek itu ya." Aditya menggoda istrinya dengan menaik-turunkan alisnya. Terlihat begitu menyebalkan di mata Denathan. Lalu wanita itu memutar kedua bola matanya.
"Iya, aku turuti kemauan kamu, tapi ada syaratnya." Denathan sepertinya sengaja memberikan syarat untuk suaminya. Sesuatu yang menarik akan dilakukan olehnya.
Aditya mengerutkan kening karena heran. Dia bertanya dengan ekspresi polos, "Kenapa harus pakai syarat?"
"Udah, pokoknya Mas Adit harus menuruti syarat dariku, kalau nggak mau ya udah, nggak maksa juga," kata Denathan dengan nada santai.
Aditya langsung mencegah agar Denathan tidak membatalkan persyaratannya, "Tunggu dulu."
"Kenapa, Mas?" Denathan menoleh.
Tanpa pikir panjang Aditya memutuskan untuk menerima syarat dari istrinya. Demi sang istri bahagia, Aditya rela melakukan apa pun, asalkan tidak merugikannya.
"Ya sudah, aku mau. Sebutkan syaratnya," kata Aditya langsung ke intinya tanpa bertele-tele.
"Serius, kamu mau?" Denathan memastikan dulu, apakah suaminya akan siap dengan syarat yang diberikan olehnya.
Aditya mendadak jadi ragu gara-gara Denathan bertanya seperti itu. Jangan-jangan istrinya itu akan memberikan syarat yang aneh-aneh kepadanya.
"Iya, aku serius. Syaratnya apa?" jawab Aditya tanpa pikir panjang.
Denathan sedikit tertawa lalu berkata, "Syaratnya mudah kok, Mas Adit harus lari keliling kamar sampai lima puluh kali."
Seketika itu ucapan Denathan membuat Aditya terkejut. Bisa-bisanya memberikan syarat yang tidak ramah. Yang ada nanti malah Aditya kelelahan sendiri setelah menyelesaikan syarat itu. Dan ujung-ujungnya Aditya tidak jadi perang dengan istrinya.
"Tunggu sebentar, kenapa syaratnya harus lari keliling kamar?" Aditya memastikan.
__ADS_1
"Oh jadi nggak sanggup nih?" Denathan malah balik bertanya.
Aditya langsung menggeleng-gelengkan kepalanya. "Enggak, enggak. Bukan begitu, Sayang."
"Terus?" tanya Denathan.
"Maksudnya, kenapa harus keliling kamar? Nggak ada syarat yang lebih mudah?"
Denathan terdiam dan berpikir. Sepertinya dia tidak mungkin tega memberikan syarat berlari keliling kamar sampai lima puluh kali kepada suaminya, mengingat suaminya itu pasti lelah sehabis berkerja dari pagi sampai malam. Untuk itu Denathan harus memikirkan syarat yang lebih mudah.
"Oke, kali ini syaratnya lebih mudah, Mas," kata Denathan.
Aditya tersenyum lebar, dia bertanya, "Ya sudah, katakan syaratnya apa?"
"Syaratnya, Mas Adit besok harus ajak aku jalan-jalan."
Aditya tersenyum lebih lebar sampai menampakkan giginya, lalu menjentikkan jari. "Nah begitu dong, Sayang. Syaratnya nggak terlalu berat," ucapnya dengan nada senang.
"Iya, Mas. Tapi janji ya besok kita harus jalan-jalan."
"Jalan-jalan kemana aja, Mas. Terserah kamu aja. Aku nurut," jawab Denathan.
Setelah itu Aditya berkata, "Ya sudah, besok aku ajak kamu ke tempat yang jarang ada orang datang ke sana."
"Iya, Mas. Aku ganti baju dulu ya." Setelah itu Denathan berdiri dan berjalan menuju ke depan cermin. Dia akan bersiap-siap memakai baju dinas yang dibelikan oleh suaminya.
Sementara Aditya sudah tidak sabar menunggu Denathan. Laki-laki itu terus memerhatikan istrinya yang sedang melepas pakaiannya satu persatu. Aditya menelan saliva-nya dengan susah payah begitu melihat tubuh sang istri yang molek. Bagian dadanya yang menyembul, perut langsingnya, pinggulnya yang seksi, dan semuanya--ah sangat menggoda jiwa dan raga.
Satu hal lagi dari yang paling menarik bagi Aditya adalah ketika Denathan dengan perlahan memakai gaun tidur itu. Gaun sebatas dengkul itu tidak hanya menonjolkan bagian dadanya tapi juga bagian pinggulnya. Semakin menambah aura feminin.
Denathan memutar tubuhnya, menghadap ke arah Aditya dengan anggun. Lalu wanita itu melangkah, bergaya bak model di hadapan Aditya. Tentu saja hal itu semakin menambah gairah Aditya untuk segera berperang melawan istrinya. Dia menyiapkan alat perangnya, sebut saja rudal king yang sejak tadi sudah turn on, dan siap dipakai untuk menyerang sang istri.
Denathan menaiki kasur, setengah berdiri di hadapan suaminya dengan kedua lutut sebagai penyangga tubuh, lalu wanita itu mengelus rahang tegas milik suaminya.
__ADS_1
Denathan tersenyum tipis. Dia berbisik, "Mas, aku siap kamu hajar malam ini."
"Kamu yakin?" Aditya menggoda sang istri. Dia melingkarkan kedua tangannya pada pinggul istrinya yang molek.
"Aku yakin, Mas. Lakukan semau mu," jawab Denathan yang sudah siap dihajar suaminya. Sampai babak belur pun sepertinya dia sanggup.
Lalu Denathan mendorong pelan tubuh suaminya sampai berbaring di atas kasur. Kini posisi sang lawan wanita berada di atas tubuh sang lawan pria. Aditya masih dalam posisi memeluk Denathan, kali ini semakin erat. Kemudian Aditya sedikit mengangkat kepalanya saat Denathan memberikan serangan pertamanya dengan mendaratkan bibirnya ke bibir Aditya. Hingga terjadi ciuman panjang yang berakhir dengan saling adu kekuatan. Bibir Aditya dan bibir Denathan saling beradu fisik, menimbulkan bunyi kecapan di mulut mereka. Tak lama setelah itu ciuman mereka berakhir.
"Bagaimana? Siap dengan serangan selanjutnya?" tanya Aditya dengan tersenyum jahil. Denathan hanya mengangguk.
Aditya pun menarik kedua sudut bibirnya, lalu pria itu memeluk tubuh sang istri lebih kuat. Kemudian dia berguling ke kanan, sehingga kini Denathan berada di bawah tubuhnya serta kungkungannya. Denathan memejamkan mata karena jarak wajah suaminya yang begitu dekat di depan wajahnya. Hidungnya dan hidung suaminya hampir bersentuhan.
Aditya berbisik dengan suaranya yang berat dan sedikit serak, "Aku akan menghajar mu sampai kamu menyerah." Meski terdengar kejam, tapi sebenarnya mengungkapkan kata-kata menggoda.
Denathan memilih pasrah di bawah kuasa suaminya, "Iya, Mas. Terserah kamu. Lakukan apa yang kamu mau. Tubuh ini milikmu."
Mendengar kalimat sang istri, tentulah gairah Aditya semakin meningkat. Dia sudah tidak sabar ingin menghunuskan rudal king miliknya ke area sensitif milik istrinya. Sesuatu yang Aditya rasakan berdenyut-denyut pada area bawah tubuhnya, membuat pria itu sudah tidak dapat menahannya.
Lalu pria itu melepas celana pendeknya, kemudian memposisikan dirinya di tengah-tengah tubuh istrinya. Aditya dengan segera melepas gaun tidur yang dipakai Denathan, kini tubuh istrinya yang molek sepenuhnya terekspos di hadapannya.
Aditya merendahkan tubuhnya, lalu memeluk Denathan kuat-kuat. Kini tubuhnya dan tubuh istrinya saling menyatu. Mereka saling menyalurkan rasa gairah yang semakin meningkat. Mereka berperang dalam lubang asmara yang penuh cinta, merasakan kenikmatan tiada duanya. Seolah-olah dunia hanya milik berdua.
Peperangan mereka terus berlanjut seiring dengan semakin cepatnya gerakan dan berjalannya waktu. Mereka melakukannya berkali-kali, hingga melewati jam dua belas malam. Tidak ada yang menyerah kalah di antara mereka. Sama-sama ingin memenangkan peperangan. Hingga perang pun dimenangkan oleh Denathan saat Aditya mengeluarkan pelurunya sebanyak lima kali, sampai membuat tubuhnya lemas.
Aditya seketika ambruk di samping Denathan dengan napas yang memburu dan keringat membasahi tubuhnya. Gairah nafsunya seketika melayang dan tergantikan oleh rasa lelah. Sama halnya Denathan yang mengakui kalau peperangan ini dimenangkan oleh suaminya. Denathan juga merasakan kelelahan tapi juga sangat lega.
"Mas, kamu sangat hebat, aku tadi hampir menyerah," ucap Denathan dengan suara lemas.
"Kamu juga hebat, Sayang. Terima kasih untuk malam ini. Aku sangat puas," jawab Aditya. Lalu laki-laki mencium kening Denathan dan memeluk tubuh istrinya yang juga dipenuhi keringat.
Dalam posisi saling berpelukan untuk menyalurkan kehangatan, mereka pun tertidur. Suara dengkuran halus mulai terdengar memenuhi ruangan kamar.
****
__ADS_1
Terus dukung author dengan memberi like, komen, dan share ya. Ikuti terus kisah Denathan dan Aditya. Semakin lama, maka akan semakin seru pula ceritanya. Oke lanjut bab selanjutnya...