Denathan Cewek Barbar (Lengkap)

Denathan Cewek Barbar (Lengkap)
TONGKRONGAN MOBILE LEGEND


__ADS_3

❦︎❦︎❦︎


Natan mengerem laju sepeda motor besarnya secara perlahan-lahan saat dia memasuki halaman rumah Denathan. Rupanya Denathan sudah menunggunya di teras rumah. Cewek itu berpenampilan tomboi seperti biasanya. Natan sudah tidak heran melihat penampilan sahabatnya itu.


"Ayo langsung berangkat!" teriak Natan yang masih duduk di atas motornya.


"OKEE!" Denathan setengah berlari mendekati Natan.


"Lo nggak bawa helm?" tanya Natan saat menyadari Denathan tidak membawa helm.


"Ampun dah, gue lupa," ucapnya. Dia menjeda sebentar, kemudian kembali berucap, "Bentar ya, gue ambil dulu."


"Oke," jawab Natan.


Setelah itu, Denathan setengah berlari mendekati pintu rumahnya. Dia langsung masuk ke rumah, karena pintunya tidak terkunci. Tak lama kemudian, cewek tomboi itu kembali lagi keluar rumah dengan membawa helm berwarna hitam di tangannya.


Denathan memasang helm itu di kepalanya. Setelah naik ke jok belakang, dia berucap, "Udah. Ayo!"


Natan mengangguk. Kemudian cowok itu menjalankan motornya. Suara deruman motornya lebih mendominasi, karena di rumah Denathan suasananya benar-benar sepi. Natan menambah kecepatan motornya saat melewati jalan raya yang cukup lengang.


❦︎❦︎❦︎


Sepuluh menit kemudian, Natan dan Denathan sudah sampai di tempat tujuan. Benar sesuai dugaan mereka tadi, tempat tongkrongan itu ramai dikunjungi anak muda. Denathan dan Natan sering--seminggu sekali--datang ke sini, sehingga mereka sudah tidak asing dengan keramaian di tongkrongan itu.


Natan memarkirkan sepeda motornya di area parkir paling pojok karena tempat lain sudah dipenuhi oleh banyak kendaraan, terutama sepeda motor. Memang kebanyakan yang mengunjungi tempat tongkrongan ini adalah anak muda yang membawa sepeda motor. Sebelum meninggalkan area tempat parkir, Natan tidak lupa mengunci sepeda motornya supaya aman.


"Ayo ke dalam." Natan mengajak Denathan untuk segera masuk ke tempat tongkrongan.


Denathan menolak, "Jangan di dalam. Di luar aja. Gue lebih suka nongkrong di luar."


"Iya terserah lo, ayo." Kemudian Natan segera menggandeng tangan Denathan.


Denathan tidak terkejut saat Natan menggandeng tangannya, karena cowok itu sudah sering melakukan itu padanya. Mereka bersahabat tapi seperti pacaran.


Denathan dan Natan memilih tempat duduk lesehan yang ada di bagian luar. Bagian dalam sudah dipenuhi banyak orang. Setelah menemukan tempat duduk, Natan memesan minuman Pop ice rasa cokelat. Kemudian cowok itu kembali ke tempat Denathan.


"Lo udah pesan minuman?" tanya Denathan iseng-iseng.


"Udah," balas Natan lalu duduk di samping Denathan.


Di depan mereka ada meja panjang berkaki rendah. Itu sebagai tempat untuk menaruh minuman atau makanan. Di bawah meja ada alas semacam tikar yang sekaligus digunakan untuk alas duduk. Kemudian di tongkrongan ini juga terdapat Wi-Fi gratis dengan kekuatan sinyal sangat tinggi. Sehingga berapa pun orang yang menggunakan Wi-Fi, sinyalnya tetap lancar. Itulah salah satu alasan kenapa banyak anak muda yang nongkrong di tempat ini.


Seperti kebanyakan anak tongkrongan lain, Natan dan Denathan mengobrol tentang game Mobile Legend yang sudah sangat populer di kalangan gamers, anak-anak, remaja, anak muda, bahkan orang tua. Game itu sudah tidak asing di masyarakat.


"Lo nggak main ML?" tanya Denathan sambil membuka permainan Mobile Legend di hapenya.


"Main dong," balas Natan yang kemudian membuka game ML, sama seperti Denathan.


"Btw, lo udah rank apa?" tanya Denathan.


"Legend," jawab Natan.


"Wiih udah legend, hebat. Gue masih epic," balas Denathan.


"Itu juga udah bagus. Gue baru masuk rank legend. Legend lima."


"Ayo mabar, gue nggak sabar main," kata Denathan.


"Iya."


Natan pun mengundang Denathan sebelum permainan dimulai. Setelah itu mereka masuk ke halaman utama permainan. Sebelumnya sistem game, mencari tiga pemain lain untuk menjadi bagian dari tim Natan. Seusai itu, game diawali dengan para player yang memilih hero.


Denathan berdiskusi dengan Natan saat akan memilih hero. Dia mendapatkan urutan nomer lima. Sedangkan Natan nomer empat.

__ADS_1


"Gue enaknya pakek hero apa ya, Nat," kata Denathan sembari mendekatkan layar hapenya di samping Natan.


"Hero apa aja, yang penting lo bisa mainin," jawab Natan. "Lo, kan, dapat urutan terakhir. Lo bisa mikir dulu, mau pilih hero apa." Lanjutnya.


"Iya, nanti gue lihat dulu," kata Denathan sembari menentukan hero yang tepat sebelum gilirannya memilih hero.


"Lo katanya bisa mainin hero mage?" Natan bertanya.


"Iya emang bisa," jawab Denathan.


"Gue saranin lo pakek Kagura."


"Ya kalau Kagura mah gue bisa banget," jawab Denathan.


"Lah iya, lo pilih hero itu aja. Gue nanti pakek Hayabusa."


Di tengah-tengah obrolan mereka. Minuman Pop ice pesanan Natan sudah datang.


"Mas, Mbak, ini minumannya," kata si penjual seraya meletakkan dua minuman itu di atas meja.


"Iya, Mas, makasih," kata Natan bersamaan dengan Denathan.


Kemudian penjual itu kembali berdiri dan melangkah masuk ke dapur. Kembali membuat minuman pesanan orang lain.


Permainan pun dimulai. Natan dan Denathan memfokuskan tatapan ke layar hape masing-masing. Mereka harus fokus bermain untuk mencapai kemenangan. Sesekali mereka mengobrol dan menentukan strategi sebelum menyerang musuh.


"Den, lo ikut gue. Jangan main sendiri," kata Natan saat menyadari Denathan mengarahkan heronya di jalur tengah. "Kita lewat jalur bawah." Lanjutnya.


"Gue mau cari buff dulu di jalur tengah," jawab Denathan.


"Ya udah, lo nanti jemput gue di jalur bawah," kata Natan.


"Iya santai aja, Nat," jawab Denathan.


"Den, lo ke jalur bawah," kata Natan sambil memperhatikan map di game.


"Bentar deh, gue masih bantu Hanabi di jalur tengah," jawab Denathan yang sedang fokus memainkan hero Kagura. Cewek itu membantu hero Hanabi melawan musuh yang juga lewat jalur tengah.


"Aduh, gue kena ulti, kan." Hero Kagura yang dimainkan Denathan terkena ulti dari hero Eudora yang dimainkan musuh. Membuat darah Kagura semakin menipis. Kemudian Denathan memencet recall, sehingga Kagura kembali ke base awal dan menambah darah serta mana.


Karena dirasa Hanabi tak memerlukan bantuan, Denathan menggerakkan Kagura ke jalur bawah, menyusul Hayabusa yang dimainkan oleh Natan.


"Nah, sama gue aja," kata Natan ketika melihat Kagura mendekati heronya.


"Udah bunuh berapa musuh lo?" tanya Denathan.


"Baru satu," jawab Natan.


Di tengah-tengah Denathan dan Natan sedang asyik bermain, Erik dan Aditya yang entah datang dari mana, berjalan mendekati Natan dan Denathan.


"WOI, main apa lo?" Aditya berkata sambil menepuk pundak Denathan.


Denathan terkejut karena tadi tidak menyadari kehadiran Aditya. Cewek itu hampir saja menjatuhkan hapenya. "Apa-apaan sih lo? Kaget gue, anjir!"


"Santai dong, Mbak!" balas Aditya kemudian terkekeh. "Main ML?" Lanjutnya sambil menatap layar hape milik Denathan.


Denathan menatap wajah Aditya lalu berkata, "Enggak, gue lagi main pou."


"Hahaha, lo pantesnya emang main game itu," ejek Aditya berniat bercanda.


Denathan membalas, "Udah tau main ML, pakek nanya lagi."


"Emang lo bisa?" tanya Aditya.

__ADS_1


"Dih, bisa lah," jawab Denathan sambil mencebikkan mulutnya.


"Main hero apa lo, Den?" Erik bertanya.


"Kagura."


Erik mengangguk-angguk lalu berkata, "Lo perasaan mainin hero itu aja. Nggak bisa hero lain?"


"Udah ah, jangan banyak tanya. Gue lagi fokus main ini!" jawab Denathan yang gregetan karena Kagura hampir saja mati dikepung dua hero musuh. Untung saja ada Hayabusa yang membantunya.


"Kalian berdua mending main sendiri," kata Natan kepada Erik dan Aditya.


"Lo mabar sama Denathan?" tanya Aditya pada Natan.


"Iyaa." Natan menjawab singkat. Cowok itu sedang fokus memainkan hero karena sekarang dia berhadapan dengan dua hero milik musuh.


"Anjay mabar," balas Aditya.


"Astaga, mati," kata Denathan saat heronya mati setelah terkena ulti hero lawan.


"Mati berapa kali lo? Lo pasti mati berkali-kali, kan?" Erik mengejek Denathan.


"Dih, ngejek. Gue baru mati satu kali anjay. Gue udah bunuh musuh enam kali." jawab Denathan.


"Hebat juga lo."


"Gue gitu loh."


"Rik, nggak usah heran. Denathan emang pro player Kagura," kata Aditya yang duduk di samping Erik.


"Bener tuh kata Adit. Gue jago kalau pakek Kagura. Hero lain, gue kurang bisa."


"Wah... pasti lo didikannya RRQ Lemon," kata Erik.


"Hahah, orang gue sering lihat YouTube dia." Denathan menjawab.


"Pantesan lo hebat pakek Kagura. Pasti lo sering lihat konten dia pas main Kagura, kan?"


"Ya emang begitu. Gue lihatin teknik dia main Kagura, terus gue praktekin, eh ternyata berhasil. Ya awal-awal gue kalah terus, gue coba-coba lagi, akhirnya gue bisa."


"Bagus, itu namanya lo konsisten belajar main Kagura." Erik memuji Denathan.


"Lo nggak main?" tanya Denathan.


"Nanti, gue mabar sama kalian berdua," jawab Erik.


"Iya, nanti kita mabar aja lah. Tapi kurang satu orang," sahut Aditya.


"Udah nggak apa-apa kurang satu orang," jawab Denathan.


"Lah, kan, harus lima orang, Den. Gimana sih lo!?" kata Aditya sembari melempar kulit kacang ke wajah Denathan.


"Woi, muka gue bukan tempat sampah. Anjir lo!" Denathan balik melempar kulit kacang itu ke wajah Aditya, tapi cowok itu dapat menghindarinya.


"Hahah, nggak kena," Aditya mengejek.


Denathan memutar kedua bola matanya malas, lalu dia fokus bermain dan tidak lagi memedulikan Aditya, karena sebentar lagi permainan akan berakhir. Timnya berhasil menghancurkan semua turret lawan. Kurang satu turret inti yang harus dihancurkan. Maka tim Denathan akan mencapai kemenangan.


"Yuuhu, kita menanggg." Denathan berteriak senang saat turret inti musuh berhasil dihancurkan oleh timnya.


"Tos dulu dong!" kata Natan sambil tos tangan dengan Denathan. Mereka berdua senang, udah menang main Mobile Legend.


❦︎❦︎❦︎

__ADS_1


__ADS_2