
Denathan dan Aditya sedang bersiap-siap akan pergi keluar rumah. Mereka akan membeli tiket pesawat untuk ke Bali pada hari ini, hari Sabtu. Kemungkinan mereka terbang ke Bali pada hari Minggu, tergantung dari jadwal tiket pesawat. Tetapi mereka akan berusaha untuk mencari tiket pesawat yang berangkat pada hari Minggu, supaya hari Senin mereka mulai bisa berbulan madu.
"Mas, ayo." Denathan sudah berpakaian lengkap. Lalu perempuan itu mengambil tas selempangnya.
Aditya juga sudah siap. Laki-laki itu berpenampilan kasual tapi menarik. Dia mengambil hapenya dan dompet lalu dimasukkan ke dalam saku celananya.
Tak perlu waktu lama, Denathan dan Aditya segera keluar rumah. Sebelumnya Denathan sudah berpamitan kepada Bi Etik.
Aditya sejak tadi sudah menyiapkan mobilnya di halaman rumah. Dia dan Denathan masuk ke dalam mobil lalu Aditya mulai mengendarai mobilnya menuju ke jalan raya. Aditya dan Denathan akan membeli tiket di agen tiket, baik itu tiket pesawat, tiket bus, tiket kapal, dan tiket kereta api.
Aditya mengendarai mobilnya menuju ke toko agen tiket Adara Tour & Travel di daerah Jati Padang yang berada di Jalan Pejaten Raya No 7, Pasar Minggu. Agen tiket itu menyediakan berbagai macam tiket maskapai pesawat, tak hanya menyediakan tiket pesawat tapi juga tiket bus, kapal laut, dan tiket kereta api.
Beberapa menit kemudian, Aditya dan Denathan sudah sampai di agen tersebut. Kemudian mereka memarkirkan mobilnya di halaman toko tiket itu. Keduanya keluar dari mobil lalu melangkah secara bersamaan menuju ke dalam toko tiket itu.
Aditya dan Denathan duduk di kursi yang telah disediakan. Di depan mereka ada meja, dan ada seorang pria yang melayani pembelian tiket.
"Silahkan, Mas, Mbak. Ada yang bisa dibantu?" tanya pria itu.
Aditya menjawab, "Iya, Pak. Saya ke sini ingin membeli tiket pesawat."
"Baik, Mas. Sebelumnya, Mas dan Mbak ingin berpergian ke mana?" tanya pria itu memastikan.
Kali ini Denathan yang menjawab, "Tujuan kita mau Bali, Pak."
Pria itu mengangguk. Dia kemudian mencari data tiket pesawat tujuan Jakarta - Bali. "Tujuannya dari Jakarta ke Bali ya, Mbak?"
"Iya, Pak, benar," jawab Denathan sambil mengangguk yakin.
"Rencananya Mbak dan Mas akan berangkat ke Bali hari apa? Di sini ada beberapa jadwal keberangkatan pesawat," kata pria itu menjelaskan.
Kemudian Denathan langsung mencetuskan, "Kira-kira jadwal keberangkatan hari Minggu ada nggak, Pak?"
"Sebentar ya, saya cari dulu maskapai pesawat yang berangkat hari Minggu," jawab pria itu sambil mengetik sesuatu di komputernya. Kemudian muncul beberapa maskapai pesawat yang memiliki jadwal terbang pada hari Minggu.
"Sudah, Pak?" tanya Denathan tidak sabar.
"Oh sudah, Mbak. Di sini ada pilihan maskapai pesawat dengan jadwal penerbangan hari Minggu," jawab pria itu.
__ADS_1
"Maskapai pesawat apa saja itu, Pak?" tanya Aditya.
Pria itu menjawab, "Maskapai Lion air, Garuda Indonesia, Indonesia Air Asia, Nam Air, dan Batik Air. Harga tiketnya juga berbeda-beda di setiap maskapai. Mas, mau pilih maskapai yang mana?"
Aditya menoleh ke arah Denathan, seolah sedang meminta pendapat. Setahu Aditya, harga tiket maskapai Pesawat Garuda Indonesia adalah yang paling mahal. Sedangkan untuk maskapai yang lain, Aditya kurang tahu.
"Kalau Lion Air gimana?" tanya Denathan. Dia tahu, maskapai Lion Air adalah yang paling murah untuk harga tiketnya.
"Fasilitasnya kurang," jawab Aditya.
"Bagaimana Mas, Mbak?" tanya penjual tiket itu.
"Kira-kira maskapai apa ya, Pak, yang harga tiketnya nggak terlalu mahal?" Akhirnya Denathan bertanya kepada penjual tiket itu untuk memastikan maskapai pesawat dengan harga tiket yang tidak terlalu mahal atau terlalu murah.
"Ada maskapai Lion Air, Nam Air, Batik Air, dan Indonesia AirAsia, Mbak," jawab pria itu.
"Perkiraan harganya tiketnya berapa, Pak?" Kali ini Aditya yang bertanya.
"Perkiraan harganya antara lima ratus ribu sampai tujuh ratus ribu, Mas," jawab pria itu.
"Yang enam ratus ribu?"
Aditya mengangguk-angguk memahami ucapan pria tersebut. Lalu Aditya meminta pendapat kepada Denathan, "Bagaimana?"
"Itu aja deh, Mas, yang enam ratus ribu, biar kita hemat uang," jawab Denathan tanpa pikir panjang.
Aditya mengangguk merespons ucapan Denathan, kemudian Aditya kembali menatap pria di depannya.
"Bagaimana, Mas?"
"Ya sudah, Pak, saya beli tiket pesawat Indonesia AirAsia saja," jawab Aditya. "Kira-kira jadwal keberangkatannya jam berapa ya, Pak?" Lanjutnya bertanya.
"Oh baik, Mas. Untuk jadwal keberangkatannya hari Minggu, pukul delapan pagi," jelas pria itu. Lalu pria itu bertanya, "Bagaimana, Mas? Apa Mas sudah yakin ingin membeli tiket pesawat maskapai Indonesia AirAsia?"
Aditya mengangguk dengan cepat. "Iya, Mas, saya sudah yakin."
"Baik, Mas. Ditunggu sebentar ya, saya akan memproses tiket pesawatnya." Kemudian pria itu berjalan masuk ke ruangan khusus untuk mencetak tiket pesawat.
__ADS_1
Tak seberapa lama kemudian, pria itu kembali ke depan dan menemui Denathan serta Aditya. Pria itu membawa dua tiket pesawat.
"Ini, Mas, tiketnya," katanya sembari memberikan dua lembar tiket itu kepada Aditya.
Aditya menerimanya lalu bertanya, "Harga tiketnya berapa ya, Pak?"
"Satu tiketnya harganya enam ratus tiga puluh lima ribu, kalau dua berarti satu juta dua ratus tujuh puluh ribu, Mas," jawab pria itu tanpa pikir panjang dan cepat dalam menghitung harga tiket karena dia sudah sering melayani pembelian tiket.
"Satu juta dua ratus tujuh puluh ribu ya, Mas?" beo Aditya untuk memastikan.
"Benar, Mas," jawab pria itu.
Kemudian Aditya mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan kartu kreditnya. Dia memang membawa uang cash tapi coba tanya dulu, apakah bisa membayar pakai kartu kredit.
"Pembayarannya bisa pakai kartu kredit, kan, Pak?"
"Oh bisa, Mas," jawab pria sambil mengangguk.
Kemudian pria itu mengambil kartu kredit milik Aditya dan menggeseknya pada alat untuk mentransfer pembayaran ke rekening milik pria penjual tiket tersebut. Setelah selesai, pria itu mengembalikan kartu kreditnya kepada Aditya.
"Sudah, Mas. Terimakasih," kata pria itu lalu tersenyum.
"Iya, Pak. Terimakasih juga. Pembayarannya sudah beres, kan, Pak?"
"Oh sudah, Mas. Sudah saya transfer ke rekening saya, sesuai harga dua tiket itu," jawab pria itu sambil menunjuk dua tiket yang dipegang oleh Aditya.
"Ya sudah, Pak. Permisi." Kemudian Aditya mengajak Denathan untuk keluar dari agen tiket itu.
"Nggak ada yang perlu diurus lagi, kan? Selain tiket ini?" tanya Aditya kepada Denathan.
"Nggak ada sih, Mas. Tapi kalau Mas Aditya mau beli barang untuk bulan madu, ya Mas beli aja, mumpung kita belum pulang," usul Denathan.
Aditya dan Denathan naik ke dalam mobil. Denathan duduk di kursi depan, di samping Aditya. Sedangkan Aditya duduk di kursi kemudi.
"Kalau aku nggak perlu beli barang-barang buat bulan madu, cukup pakai saja yang sudah ada di rumah," jawab Aditya sambil menyalakan mesin mobilnya.
"Iya sudah, Mas. Kalau gitu ayo kita pulang."
__ADS_1
Denathan selalu tersenyum selama perjalanan menuju ke rumah, membayangkan bagaimana serunya dan asyiknya pergi berdua dengan suaminya untuk berbulan madu. Pasti begitu romantis dan mengesankan.