Denathan Cewek Barbar (Lengkap)

Denathan Cewek Barbar (Lengkap)
DCB 2 - SUAMI TELAT


__ADS_3

Aditya menggendong istrinya menuju ke lantai dua. Di gendongan suaminya, Denathan tertawa-tawa, berusaha memberontak untuk turun tapi Aditya menggendongnya begitu erat membuat Denathan tidak dapat melakukan apa-apa dan pasrah. Sampai di dalam kamar dan di dekat ranjang, Aditya segera melemparkan tubuh istrinya ke atas kasur yang empuk. Seketika itu Denathan tertawa tapi agak merajuk.


"Ahaha, Mas Adit. Kok aku dilempar sih," protes Denathan. Tubuhnya tidak terasa sakit karena kasur yang empuk.


Aditya tertawa, kemudian dia melompat ke atas kasur untuk menangkap istrinya. Tetapi Denathan dapat menghindar dengan berguling ke samping. Lalu Denathan tertawa. Ada-ada saja kelakuan suaminya yang mengajaknya bercanda.


"Ahahah, kamu kena." Lalu Aditya bertindak meraih tangan Denathan dan merengkuhnya ke dalam pelukannya. Denathan masih tertawa-tawa. Suaminya sangat menyenangkan.


"Hahah, Mas Adit," ucap Denathan dengan suara melas.


Aditya terkekeh lalu berbicara, "Sekarang kamu nggak bisa kemana-mana. Tetap di sini sampai pagi."


"Ih, nggak mau." Denathan ingin beringsut dari pelukan suaminya tapi tidak bisa. Malah Aditya memeluknya semakin erat.


"Mau ke mana, Sayang? Tetap di sini saja." Aditya berbisik tepat di telinga Denathan, membuat wanita itu merasa merinding. Embusan napas suaminya membuat jantung Denathan berdegup kencang.


"Mas, kamu ih." Denathan berlogat seperti wanita manja. Dia kemudian memutar tubuhnya dan dengan sengaja menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


Aditya tersenyum lalu bertindak menciumi rambut Denathan yang lembut dan wangi. Kemudian laki-laki itu mengelus-elus rambut sang istri. Rupanya Denathan sangat nyaman berada di pelukan suaminya. Wanita itu tanpa sadar memejamkan mata dan langsung tertidur.


"Udah tidur ternyata," monolog Aditya sambil cekikikan ketika merasakan embusan napas Denathan yang mengenai dadanya.


"Selamat tidur, Sayang." Sebelum tidur Aditya mencium singkat rambut istrinya dan kemudian ikut tidur. Besok waktunya kerja, dan tidak boleh sampai telat datang ke kantor.

__ADS_1


****


"Mas bangun, Mas bangun. Udah jam setengah tujuh!" Denathan berusaha membangunkan suaminya yang masih tidur. Sedangkan sebentar lagi, Aditya harus pergi ke kantor.


Denathan sudah bangun sejak pukul lima pagi tadi. Sebenarnya Denathan sudah membangunkan suaminya, tapi Aditya tidak kunjung bangun dari tidurnya, akhirnya membuat Denathan menyerah lalu memutuskan untuk bersih-bersih. Dan pada pukul setengah tujuh saat ini, Denathan kembali membangunkan Aditya.


Suara keras dari Denathan membuat Aditya terganggu lalu membuka matanya. Dia bertanya dengan suara serak khas orang bangun tidur. "Kenapa?"


"Sudah jam setengah tujuh, Mas. Sebentar lagi kamu harus ke kantor," kata Denathan langsung ke intinya.


"Hah, serius!?" Seketika itu Aditya terperanjat bangun dan melihat ke arah jam dinding. "Aduh, bisa-bisa aku kena marah sama Natan kalau telat datang ke kantor." Lanjutnya. Dia harus buru-buru karena jam tujuh nanti akan ada rapat pertemuan.


Lalu laki-laki itu segera berdiri, dan melangkah menuju ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya yang berminyak. Kemudian Aditya melanjutkan membersihkan seluruh tubuhnya alias mandi. Tidak lupa gosok gigi. Tanpa perlu waktu lama, ketika sudah menunjukkan pukul tujuh kurang seperempat menit, Aditya sudah selesai mandi. Lalu pria itu keluar kamar mandi tanpa memakai handuk dan bertelanjang. Masalahnya tadi dia lupa tidak membawa handuk.


"Astaga, Mas. Gak pakek handuk ya." Denathan seketika memalingkan wajah agar tidak tergoda melihat rudal king milik suaminya yang terlihat lemas karena kedinginan.


"Sayang, maaf ya. Aku hari ini nggak bisa sarapan di rumah. Nanti aku makan di kantor saja," ucap Aditya yang sudah memakai pakaian lengkap. Pria itu tinggal memakai dasinya saja.


"Kenapa buru-buru, Mas? Biasanya kamu berangkat ke kantor jam setengah delapan," tanya Denathan. Dia mengingat betul kebiasaan suaminya setiap hari selalu berangkat ke kantor pada pukul setengah delapan pagi.


"Aku jam tujuh nanti ada meeting." Aditya sudah memakai dasinya. Lalu pria itu mengambil tasnya yang berisi laptop dan beberapa dokumen dari perusahaan.


"Iya sudah, enggak apa-apa. Hati-hati ya, Mas. Jangan ngebut." Denathan menasihati suaminya. Lalu wanita itu menyalami Aditya yang berpamitan akan berangkat kerja.

__ADS_1


"Iya Sayang. Aku nggak bakal ngebut. Aku akan tetap hati-hati. Ya sudah, kamu baik-baik di rumah ya." Setelah memberikan ciuman singkat di puncak kepala Denathan, laki-laki itu segera berjalan keluar kamar.


Denathan tersenyum di ambang pintu, memperhatikan suaminya yang terlihat terburu-buru menuruni anak tangga. "Mas Adit, Mas Adit," ucapnya sambil geleng-geleng kepala. Lalu Denathan kembali masuk ke kamar. Dia akan membersihkan dan merapikan kamarnya yang berantakan.


Saat Denathan akan merapikan seprai kasur, tiba-tiba terdengar suara ponsel berdering dari arah meja di dekat ranjang. Seketika Denathan mengalihkan pandangannya ke arah ponsel itu. Dia terkejut, ternyata ponsel suaminya tertinggal di rumah dan Aditya tadi lupa membawanya.


"Mas Adit lupa bawa hape," monolog Denathan sambil meraih benda pipih itu. Kemudian melihat nama si penelepon ternyata adalah Natan. Cepat-cepat Denathan menjawab panggilan itu.


"Halo, Adit, kamu ke mana? Kenapa belum datang ke kantor. Sebentar lagi kita akan mengadakan meeting," ucap Natan di seberang telepon.


Denathan pun menjawab dengan santai seperti berbicara dengan sahabatnya sendiri. Tapi memang benar, Natan adalah sahabat lamanya. "Natan, Mas Adit baru saja berangkat ke kantor. Hapenya ketinggalan di rumah."


Mendengar suara Denathan yang menjawab teleponnya, seketika Natan terdiam sejenak di seberang telepon. Lalu laki-laki itu menjawab, "Ya sudah kalau sudah berangkat ke kantor. Aku pikir tadi Adit lupa kalau hari ini ada meeting."


"Nggak, kok, Nat. Mas Adit nggak lupa. Justru tadi dia buru-buru." Denathan menjelaskan agar Natan tidak salah paham.


"Ya udah nggak apa-apa," ucap Natan dengan nada kalem.


"Iya, Natan." Denathan tersenyum tipis.


"Oh ya, lima menit lagi aku harus meeting. Jadi nggak bisa telpon lama-lama. Sekarang aku matikan teleponnya ya."


"Iya. Aku juga harus beres-beres kamar," jawab Denathan.

__ADS_1


Setelah itu mereka mengakhiri panggilan teleponnya. Kemudian Denathan meletakkan hape milik suaminya itu ke atas meja. "Bisa-bisanya Mas Adit lupa nggak bawa hape," monolog Denathan. Lalu perempuan itu kembali melanjutkan aktivitasnya yang tadi sempat tertunda.


Denathan merapikan bantal-bantal di atas kasur, lalu merapikan seprai kasur. Setelah tertata rapi, selanjutnya Denathan membersihkan seprai menggunakan kemoceng bulu ayam sampai bersih dan tidak ada kotoran kecil-kecil yang tertinggal di sana. Kemudian wanita itu mengambil sapu di pojok kamar, dan akan membersihkan lantai kamar.


__ADS_2