Denathan Cewek Barbar (Lengkap)

Denathan Cewek Barbar (Lengkap)
DCB 2 - BERKEGIATAN


__ADS_3

"Kalau sudah selesai semuanya, sekarang Bibi boleh istirahat, atau Bibi istirahat di halaman belakang, di sana udaranya segar," ucap Denathan sambil menata belanjaannya ke dalam kulkas. Telur ayam, daging ayam, dan buah-buahan ditempatkan pada tempat yang berbeda di dalam kulkas agar bau amis daging ayam tidak menempel di buah-buahan atau telur. Setelah itu, Denathan menutup pintu kulkas.


"Ya sudah, Non. Saya mau istirahat di kamar saja. Saya lelah sekali," kata Bi Etik yang kemudian berjalan menuju ke kamarnya. Kamar Bi Etik berdekatan dengan dapur, sehingga memudahkannya untuk beraktivitas di dapur.


Denathan tidak masalah Bi Etik memutuskan untuk beristirahat. Lagipula Denathan yang menyuruhnya. Wanita itu kasihan dengan Bi Etik. Di usianya yang tidak lagi muda harus mencari nafkah demi mencukupi kebutuhan ketiga cucunya di kampung. Suami Bi Etik berkerja jadi buruh tani di kampung, sehingga penghasilannya kadang tidak menentu dan kadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan orang tua--ibu dan bapak--dari ketiga cucu Bi Etik sudah bercerai dan berpisah tempat tinggal. Mereka tidak ada yang mau menafkahi ketiga anak mereka dan akhirnya dititipkan kepada Bi Etik dan suaminya.


Awal mula Bi Etik mendapat pekerjaan sebagai asisten di rumah Denathan adalah, saat itu ada salah satu tetangganya yang menginformasikan kepada Bi Etik, bahwa ada orang kaya di kota yang sedang mencari buruh rumah tangga. Tetangganya itu tidak sanggup berkerja di rumah orang sehingga dia menawarkan pekerjaan tersebut kepada Bi Etik. Dan tanpa perlu waktu lama, Bi Etik menyetujui pekerjaan itu lalu Bi Etik berangkat ke Jakarta Selatan diantarkan oleh tetangganya, sesuai dengan alamat rumah Denathan. Bi Etik saat itu benar-benar membutuhkan uang, jadi daripada berhutang sana-sini, lebih baik dia menjadi asisten rumah tangga di rumah orang. Semenjak itu Bi Etik sangat bersyukur karena mempunyai majikan yang baik, sopan, dan tidak terlalu menuntut untuk mengerjakan ini dan itu.


Daripada tidak ada kegiatan, Denathan akhirnya memutuskan untuk pergi ke kebun. Dia akan berkebun. Mungkin sekedar menyirami tanaman di dalam pot atau mencabuti rumput liar yang tumbuh di sekitar halaman. Satu hal lagi yang dapat dia lakukan di kebun adalah jalan-jalan mengelilingi kebun sambil menikmati udara segar. Kebun di rumah Denathan termasuk kebun yang luas lengkap dengan tanaman pohon, bunga, dan air mancur mini yang terdapat di tengah-tengah halaman.

__ADS_1


Sesampainya di kebun, wanita itu mengambil sarung tangan lalu memakainya di kedua tangannya. Setelah itu dia mengambil slang air dan dipasang ke keran air. Kemudian Denathan menarik slang itu dan siap digunakan untuk menyiram tanaman. Setelah menyalakan keran air dan air dari sumbernya otomatis keluar, Denathan mengendalikan slang air itu agar mengarah pada tanaman yang akan disirami-nya. Denathan menekan ujung slang supaya air yang keluar dari slang dapat memancar deras dengan jarak yang lebih jauh, sehingga hal itu memudahkan Denathan menyirami tanaman di dalam pot yang terletak di dekat teras. Tidak hanya menyirami tanaman di dalam pot, tetapi juga tanaman bunga yang sebelumnya sudah tertanam di tanah.


Ada beberapa jenis bunga yang tertanam di kebun rumah Denathan, di antaranya adalah bunga anggrek, mawar, melati, dan tanaman bunga lainnya. Yang paling mencolok adalah bunga mawar. Tidak hanya itu, di dekat pohon mangga yang terdapat di sudut halaman bagian timur juga terdapat tanaman hijau, atau bisa disebut juga tanaman hias. Kebun di rumah Denathan memang tampak asri dan segar, belum lagi ada pohon-pohon rindang yang tumbuh di pojok-pojok kebun. Menambah kesan indah dan mempesona.


Beberapa menit kemudian, Denathan sudah selesai menyirami tanaman, lalu wanita itu berlanjut mencabuti rumput liar yang tumbuh di sekitar teras belakang rumah. Tidak perlu mencabuti rumput liar sampai ke belakang kebun, cukup mencabut rumput yang terdekat dengan teras agar terlihat rapi dan tidak terkesan kotor.


Bagi Denathan tidak membutuhkan waktu lama hanya untuk membersihkan rumput-rumput liar, karena hal tersebut sudah biasa dia lakukan setiap satu minggu sekali ketika rumput-rumput liar itu sudah tumbuh kembali. Tiga puluh menit kemudian, wanita itu sudah selesai dengan kegiatannya mencabuti rumput. Sekarang waktunya untuk membersihkan rumput liar yang sudah dicabut dan berserakan di tanah. Denathan mengambil sapu ijuk lalu menggunakan benda itu untuk menyapu halaman.


Bi Etik terkadang membantu Denathan membersihkan halaman belakang jika Bi Etik tidak merasa kelelahan sehabis membersihkan rumah. Di usianya yang sudah 60 tahun, tentunya Bi Etik mudah lelah dan letih setelah beraktivitas. Oleh karena itu Denathan membatasi pekerjaan Bi Etik dan tidak terlalu menuntutnya untuk melakukan pekerjaan yang berat. Selama Denathan masih bisa melakukannya sendiri, dia tidak akan meminta bantuan kepada Bi Etik. Kalau masalah masak-memasak, Denathan masih memerlukan bantuan Bi Etik karena Bi Etik bisa membuat masakan yang lebih enak dan nikmat. Kadang pun Bi Etik memberikan tips dan saran kepada Denathan tentang bagaimana cara memasak makanan yang nikmat. Setelah dipraktikkan oleh Denathan, tetap saja rasa masakannya tidak senikmat ketika Bi Etik yang memasak.

__ADS_1


Kembali kepada Denathan yang sedang menyapu di halaman belakang. Sekarang wanita muda itu tengah mengumpulkan sampah-sampah daun kering dan rumput liar yang tadi sudah dicabuti, mengumpulkannya ke satu titik. Lalu Denathan membuangnya ke tong sampah yang terletak di dekat pohon mangga.


"Huh, aku haus," ucap Denathan sambil menyeka keringatnya yang menetes melewati pelipisnya. Lalu wanita itu kembali ke teras belakang rumah dan meletakkan sapu ijuk serta sarung tangannya.


Seusai membasuh kedua tangan serta kedua kakinya, Denathan melangkah masuk ke dapur. Kemudian dia mengambil air minum yang tersedia di atas meja makan. Wanita itu merasakan tenggorokannya begitu lega setelah meminum segelas air putih. Rasa hausnya sudah hilang tergantikan oleh rasa segar.


Denathan kemudian mengambil buah apel di dalam kulkas, lalu dia duduk di kursi yang terletak di depan meja makan, dan mulai memakan buah apelnya. Tidak lama kemudian, Bi Etik datang ke dapur untuk menemui Denathan.


"Non." Bi Etik memanggil Denathan.

__ADS_1


"Iya, kenapa, Bi?" Denathan menoleh ke belakang, mendapati Bi Etik sedang berjalan ke arahnya.


"Non Denathan mau masak sekarang atau nanti? Sudah waktunya memasak untuk makan siang."


__ADS_2