
"Mas, kamu bosen ya kalau misalnya kita ke pantai lagi?" tanya Denathan.
Aditya menggeleng lalu menjawab, "Enggak, siapa bilang begitu?"
"Kemarin, kan, kita udah ke pantai," kata Denathan sambil menata pakaiannya yang baru dilipat ke dalam lemari.
"Hmm, ya enggak apa-apa, selama itu beda pantai. Pasti pemandangannya juga beda, kan?" jawab sekaligus tanya Aditya.
"Iya sih, Mas. Sekarang tujuan kita ke Pantai Kristal," jawab Denathan.
"Oh, oke. Aku siap-siap dulu ya. Nanti setelah sarapan di restoran, kita langsung ke sana, kamu tahu alamat Pantai Kristal, kan?"
"Aku tahu alamatnya, Mas. Nanti aku kasih tunjuk," jawab Denathan.
Aditya tidak merespons ucapan istrinya. Lalu pria itu segera masuk ke dalam kamar mandi dan mulai melakukan aktivitas kecil di sana. Tak butuh waktu lama buat mandi, sekarang Aditya sudah selesai. Dia keluar kamar mandi dengan keadaan tubuh setengah basah dan wangi.
Denathan tersenyum saat mencium aroma menyegarkan tubuh suaminya. Sabun mandi yang dibelinya kemarin ketika perjalanan pulang ke hotel setelah dari Pantai Canggu—aromanya sangat menyegarkan dan wangi. Cocok untuk tubuh seperti tubuh Aditya yang gampang keringatan.
Sekarang Denathan yang giliran mandi. Mandi, gosok gigi, cuci muka, lalu wanita itu keluar kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang menutupi tubuhnya dari atas dada sampai ujung sebatas dengkul.
"Hmm, kamu wangi banget," ucap Aditya ketika Denathan keluar kamar mandi.
"Iya, kamu juga wangi banget kok, Mas. Maklum Mas, yang kemarin aku beli itu sabun mahal, harumnya bikin rileks, terus seger lagi," jawab Denathan seraya menciumi ketiaknya sendiri yang harum.
Singkat cerita, Denathan dan Aditya sudah ada di restoran hotel. Mereka memesan makanan yang ada di daftar menu. Tak lama kemudian seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka.
Aditya dan Denathan makan dengan tenang dan tidak ada yang mengobrol. Lalu lambat laun makanan mereka habis berserta minumannya. Setelah melakukan pembayaran, Aditya dan Denathan segera keluar dari hotel.
__ADS_1
****
Lokasi Pantai Kristal sendiri terletak di Desa Sakti, Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. Aditya mengendarai mobilnya menuju Pantai Kristal dengan melewati Jl. Ngurah Bypass.
Butuh waktu sekitar 35 menit perjalanan, akhirnya Denathan dan Aditya sudah sampai di Pantai Kristal. Aditya memarkirkan mobilnya di area parkir, di dekat resort yang letaknya tidak jauh dari pantai.
Pasangan suami-istri itu menuju ke pantai. Untuk dapat memasuki area pantai, Denathan dan Aditya perlu membayar biaya. Biaya 750.000 jika mereka ingin menginap di resort. Tetapi Denathan dan Aditya hanya ingin mengunjungi pantai, sehingga mereka tidak perlu membayar biaya resort.
Ketika pertama kali menapakkan kakinya di Pantai Kristal, Denathan langsung dibuat kagum oleh keindahan pantai yang memanjakan mata.
Crystal Beach adalah permata tropis Bali lainnya yang sempurna untuk pasangan yang suka berada di tengah-tengah keindahan alam dan ingin menikmati olahraga air. Pantai ini memiliki pemandangan pasir hitam kelabu yang mencolok dan perairan biru berkilauan dengan bukit-bukit sebagai latar belakangnya.
Di pantai itu banyak sekali orang yang berkunjung. Kebanyakan di sana adalah turis dan jarang sekali orang lokal yang berlibur di sana. Mungkin karena orang lokal sudah terbiasa melihat pantai, sehingga mereka jarang ada yang tertarik berkunjung ke sana, meski Pantai Kristal menyuguhkan keindahan alam yang tidak biasa.
Denathan dan Aditya berjalan bersama sambil bergandengan tangan, mereka mengagumi nudibranch dan kepiting warna-warni atau snorkeling, dan kawanan sotong lainnya. Hewan laut itu sungguh indah dipandang mata, tapi Denathan dan Aditya tentunya tidak ingin sembarangan menyentuh hewan laut itu, karena kemungkinan hewan laut itu tidak diperbolehkan untuk ditangkap dan bisa saja berbahaya bagi mereka.
"Iya, kamu benar. Bahkan di sana ada orang naik ke atas bukit." Aditya melihat ada beberapa orang yang berjalan naik ke atas bukit. Seolah-olah di sana ada akses jalan seperti tangga yang memudahkan orang-orang untuk naik ke sana.
"Eh iya, Mas. Aku baru sadar, di sana ada orang," kata Denathan sambil membetulkan posisi topi pantainya yang miring. Denathan memang memakai topi pantai.
"Mau ke sana?" tanya Aditya. Lalu pria itu kembali berkata, "Kita bisa lihat pemandangan pantai dari atas bukit. Kamu pasti suka."
"Boleh deh, Mas. Aku juga penasaran, gimana indahnya kalau kita di atas sana," jawab Denathan lalu menggandeng tangan suaminya itu.
Denathan dan Aditya berjalan mendekati bukit. Ketika mereka sudah sampai di sana, mereka dapat melihat ada akses tangga yang menjadi jalan menuju ke atas bukit. Tanpa perlu waktu lama lagi, Aditya dan Dengan melangkah melewati tangga itu satu persatu. Mereka berhenti melangkah ketika menemukan posisi yang tepat untuk menikmati keindahan pantai dari atas bukit.
"Mas, kita berhenti di sini aja," kata Denathan.
__ADS_1
Lalu wanita itu memutar tubuhnya menghadap ke arah pantai. Matanya langsung terpesona mengamati pemandangan pantai yang menakjubkan. Ada beberapa perahu layar yang sedang berlayar santai di sekitar perairan, sehingga hal itu menambah kesan indah dan cantik.
"Wow, indah sekali ya, Mas. Aku kagum banget," kata Denathan.
"Iya, aku juga suka," jawab Aditya.
Denathan menutup matanya ketika merasakan embusan angin yang menyejukkan. Anak-anak rambutnya terlihat berterbangan mengikuti arah angin dengan wajahnya yang tersorot cahaya jingga dari sang surya, sehingga menambah kesan cantik pada wajah wanita itu.
"Di sini sejuk banget, Mas," kata Denathan.
"Iya, bagaimana kalau kita naik ke puncak bukit? Sepertinya masih ada jalan," kata Aditya saat melihat masih ada akses tangga yang sepertinya menghubungkan ke puncak bukit.
"Enggak deh, Mas, di sini aja," tolak Denathan dengan halus.
Karena mereka sudah bosan berada di atas bukit, mereka memutuskan untuk turun ke pantai lagi. Sesampainya di bawah, Denathan dan Aditya memilih untuk lebih mendekati bibir pantai. Mereka berdiri di bawah pohon sambil menatap jauh ke depan, memandang beberapa perahu yang sedang membawa penumpang. Sepertinya perahu itu adalah perahu sewaan yang khusus dipakai untuk menjelajahi di sekitar Pantai Kristal.
"Kamu mau naik perahu? Sepertinya akan lebih indah kalau kita naik perahu sambil lihat-lihat pemandangan," tanya Aditya kepada Denathan.
"Ayo, Mas. Aku mau!"
"Yuk!" Kemudian Aditya menggandeng tangan istrinya itu menuju ke tempat penyewaan perahu. Di sana ada beberapa orang yang menyewakan perahunya.
Mereka menyewa perahu. Kini mereka ada di atas perahu dan ada seorang pria yang sedang mengendalikan perahunya. Perahu itu ditenagai oleh mesin, sehingga bisa berjalan dan dapat dikendalikan.
Denathan dan Aditya sangat asyik menikmati pemandangan di sekitarnya dari atas perahu. Perahu itu membawa mereka berdua berkeliling di sekitar perairan pantai yang biru dan indah. Angin semilir seolah mendukung kebahagiaan mereka saat ini.
Pasangan suami-istri itu sangat menikmati hari ketiga bulan madunya. Mereka akan menjadikan ini sebagai kenang-kenangan terindah di dalam kehidupan mereka. Denathan dan Aditya tidak akan pernah melupakannya.
__ADS_1