Denathan Cewek Barbar (Lengkap)

Denathan Cewek Barbar (Lengkap)
DCB 2 - SUAMI PULANG BAWA OLEH-OLEH


__ADS_3

Pukul sepuluh malam, Aditya baru pulang dari kantor. Tadi pagi sampai malam hari, Aditya dan bosnya disibukkan oleh pekerjaan. Mereka membahas tentang kemajuan dan kinerja perusahaan yang semakin lama semakin baik. Tentulah hal tersebut membawa keuntungan yang amat besar bagi pemilik perusahaan, yaitu Natan.


"Aku pulang," ucap Aditya ketika melihat sang istri menyambutnya di depan pintu. Tadi istrinya yang membukakan pintu.


Lalu Aditya memeluk istrinya cukup lama. Kemudian dia melepas pelukannya, lalu berbicara sambil menunjukkan oleh-oleh yang dibawanya. "Aku ada oleh-oleh buat kamu."


Denathan tersenyum senang lalu mengambil sebuah tote bag itu dari tangan suaminya. Entah oleh-oleh apa, belum tahu, nanti saja dibuka. "Wah makasih loh, Mas. Udah bawain aku oleh-oleh. Seneng banget."


"Sama-sama. Kamu sekarang sudah jadi istriku, sudah sepantasnya aku membuatmu senang," kata Aditya sembari tersenyum. Dia mengelus-elus rambut Denathan.


"Ya sudah, ayo mas, masuk. Jangan di luar terus." Denathan menggandeng tangan suaminya lalu membawanya masuk ke rumah. Setelah itu Denathan segera menutup pintu rumahnya.


Mereka berdua berjalan menuju ke lantai dua, tempat di mana kamar mereka berada. Saat ini keduanya sudah ada di kamar. Denathan menaruh tote bag itu di atas meja.


"Mas, aku buatin kamu teh hangat ya. Kamu pasti kedinginan." Denathan sangat mengerti jika sekarang suaminya butuh yang hangat-hangat. Mengingat cuaca di luar begitu dingin, apalagi saat malam hari.


"Iya." Aditya mengangguk. Dia melepas jas kantornya, lalu melepas kemejanya dan menyampirkan pakaiannya itu di gantungan baju. Aditya kemudian melepas celana panjangnya. Kini laki-laki itu bertelanjang dada, memperlihatkan dadanya yang bidang serta otot perutnya yang kotak-kotak layaknya roti sobek. Sungguh mempesona bagi siapa pun yang melihatnya.


Denathan keluar kamar, menuju ke dapur yang letaknya di lantai satu. Ternyata di dapur ada Bi Esih, asisten rumah tangganya yang sedang membuat teh hangat, itu sudah menjadi kebiasaan Bi Esih setiap malam. Ngomong-ngomong usia Bi Esih adalah empat puluh lima tahun.


"Bi, buat teh hangat juga?" tanya Denathan.


"Iya Non. Saya kalau malam nggak betah dingin. Nggak apa-apa, kan, Non?" jelas Bi Esih sambil tersenyum.


"Iya Bi, nggak apa-apa. Kalau dingin emang harus minum yang hangat-hangat, Bi. Ini saya juga mau bikin teh hangat buat Mas Adit," jawab Denathan disertai senyuman tipis.


"Oh, Den Aditya baru pulang kerja?"

__ADS_1


"Iya, Bi. Kasihan Mas Adit kalau nggak dibuatkan teh hangat. Takutnya nanti masuk angin."


"Iya bener, Non." Bi Sari berkata lalu menyeruput teh hangatnya. "Non, Bibi mau ke kamar dulu ya. Bibi udah ngantuk banget." Lanjutnya.


"Iya, Bi, kalau Bibi ngantuk tidur duluan nggak apa-apa. Saya berani sendiri, kok."


"Iya, Non. Permisi." Setelah itu Bi Esih berjalan menuju ke kamarnya yang letaknya cukup dekat dari dapur.


Tidak menunggu lama, teh hangat untuk Aditya sudah siap disajikan. Lalu Denathan melangkah menuju ke kamar sambil membawa teh hangat itu yang ditaruh di atas nampan. Dia membawa nampan dengan hati-hati agar tidak jatuh.


Di dalam kamar, tampaknya Aditya sedang bersiap-siap akan mandi. Laki-laki itu menyampirkan handuk di sebelah bahunya.


"Mas kalau mandi pakai air hangat biar nggak masuk angin," ucap Denathan sambil meletakkan nampan ke atas meja.


"Iya, aku tau. Aku mandi dulu ya." Lalu Aditya melangkah masuk ke kamar mandi.


"Mas Adit bawa oleh-oleh apa sih, penasaran." Denathan mengambil oleh-oleh dari suaminya.


Dia akan mengeluarkan benda di dalam tote bag itu, tapi sebelum benar-benar mengetahui isi di dalamnya, suaminya keluar kamar mandi sambil berkata, "Buka oleh-olehnya nanti saja, jangan sekarang. Aku mandi dulu."


"Iya, Mas." Denathan mengembuskan napas kasar sambil meletakkan tote bag itu ke atas meja.


Aditya keluar kamar mandi karena lupa tidak membawa sabun cuci muka. Setelah mengambilnya, laki-laki itu kembali ke dalam kamar mandi. Sabun cuci muka sangat penting, jangan sampai tidak mencuci muka nanti muka bisa kusam.


Bagi lelaki, mandi adalah hal yang tidak perlu dilakukan terlalu lama. Tidak perlu pakai ini dan itu untuk merawat tubuh, cukup pakai sabun mandi dan sabun wajah sudah membuat badan serta wajah menjadi bersih. Dan hanya membutuhkan waktu paling lama sepuluh menit untuk mandi.


Aditya sudah selesai mandi, lalu keluar kamar mandi hanya dengan memakai handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya. Tanpa malu dan tidak masalah ketika lelaki itu melepas handuk di depan istrinya, lalu hanya memakai celana pendeknya tanpa memakai baju. Artinya telanjang dada.

__ADS_1


"Mas pakek bajunya," kata Denathan.


"Nggak, nanti saja, badanku masih basah," jawab Aditya sembari duduk di sebelah Denathan.


"Emang oleh-oleh apa sih, Mas? Kok tadi nggak boleh dibuka." Denathan mengambil tote bag di atas meja. Dia kembali duduk di sebelah suaminya.


"Sekarang kamu boleh buka." Aditya berkata sambil tersenyum jahil.


Denathan mengerutkan kening heran melihat ekspresi wajah suaminya. "Kenapa sih, Mas?"


"Buka aja," suruh Aditya.


Denathan mengambil barang yang ada di dalam tote bag itu, ternyata sebuah pakaian berwarna hitam--entah baju apa--yang terbungkus plastik putih transparan.


"Baju lagi, Mas? Dua hari lalu aku udah kamu beliin baju, kan." Denathan memprotes suaminya.


"Oh tidak, Sayang. Baju ini beda dari yang kemarin. Yang ini sangat seksi," jelas Aditya sembari terkekeh.


Denathan membuka bungkus plastik baju itu sambil berkata, "Jangan bilang ini baju..." Denathan berhenti sejenak mengamati baju itu dan agak terkejut setelah mengetahui, ternyata, "Baju dinas." Lanjutnya dengan suara pelan.


"Mas?" Denathan tersenyum geli melihat baju itu sambil menoleh ke arah suaminya.


"Iya, baju untuk kamu dinas denganku."


"What? Ada-ada saja sih."


****

__ADS_1


Kalian tahu, kan, baju dinas itu apa. Yup YTTA (Yang Tau Tau Aja).


__ADS_2