Denathan Cewek Barbar (Lengkap)

Denathan Cewek Barbar (Lengkap)
D C B 2 - ISTRI PERHATIAN


__ADS_3

Melanjutkan kisah Denathan dan Aditya yang sudah menikah...


Ketika pagi hari sudah tiba dan matahari sudah menampakkan diri di ujung Timur, Aditya yang sekarang tidur bersama Denathan di atas ranjang terbangun. Pria itu melirik ke samping kanan, mendapati istrinya masih pulas tertidur. Mungkin istrinya kelelahan sehabis berperang dengan penuh gairah tadi malam sampai tiga ronde. Ya, Aditya akui, istrinya jago bergoyang membuatnya sangat puas dan keenakan.


Sekarang pun Aditya tidak memakai pakaian sehelai pun, tubuhnya hanya ditutupi selimut berwarna putih, dan satu selimut dengan Denathan. Kalau Aditya ingat, malam tadi dia sempat berebut selimut dengan Denathan. Tapi Aditya segera menenangkan keadaan dengan memeluk tubuh telanjang Denathan erat-erat. Tentulah hal tersebut membuat Denathan nyaman lalu tertidur pulas di pelukan suaminya. Sampai pagi Denathan masih betah tidur.


Aditya tidak tega membangunkan Denathan, yang dilakukan pria itu hanya menatap wajah Denathan sembari tersenyum tipis. Walau tidur, rupanya Denathan tetap terlihat cantik.


"Cantiknya istriku," kata Aditya lalu membelai pipi Denathan.


Sentuhan tangan Aditya membuat Denathan terbangun. Wanita itu mengeluh lalu membuka matanya. Tatapannya langsung tertuju ke arah Aditya.


"Kenapa?" Denathan bertanya dengan suara serak khas orang bangun tidur.


Aditya tersenyum, dia menggeleng pelan. "Enggak, nggak apa-apa. Kalau kamu masih ngantuk lanjut tidur aja."


"Memang sekarang jam berapa?" tanya Denathan.


"Jam setengah enam." Aditya menjawab sembari melihat ke arah jam dinding.


Denathan mengangguk-angguk. "Ya udah." Kemudian wanita itu membuka selimutnya dan cukup terkejut ketika mendapati tubuhnya telanjang tanpa busana. Lalu dia melihat ke arah Aditya, seolah meminta penjelasan.


"Tadi malam kamu sangat hebat. Aku sampai kewalahan." Setelah mengatakan itu, Aditya cengengesan.


Denathan memanyunkan bibirnya, berpura-pura cemberut. Padahal dalam hatinya dia begitu bahagia dipuji oleh suaminya yang perkasa lagi gagah. Ah Denathan jadi merasa bersalah karena dulu pernah mengejek Aditya kurus waktu masih SMA. Seandainya waktu bisa diulang, maka Denathan tidak akan melakukan hal bodoh itu. Kini saat sudah dewasa dia malah terjebak dalam pesona Aditya yang begitu mengagumkan dan memabukkan. Bahkan lebih daripada Natan.


"Ah kamu bisa aja, Mas." Denathan tersipu malu.

__ADS_1


Aditya tertawa, "Hahaha." Lalu Aditya bertindak merengkuh tubuh istrinya dan mencium bibirnya.


****


Jam tujuh pagi, setelah Denathan mandi besar karena semalam habis berperang dengan sang suami, kini dia ada di dapur sedang memasak makanan untuk sang suami tercinta. Sesuai permintaan suaminya, Denathan memasak soto ayam yang cocok untuk sarapan pagi.


Aditya datang ke dapur hanya memakai celana pendek alias bertelanjang dada, sehingga memperlihatkan dadanya yang bidang serta otot perutnya yang mempesona. Dia menampilkan senyuman lebar saat melihat Denathan sedang sibuk mengiris bawang merah.


"Istriku, rajin sekali memasak," puji Aditya sambil mendekati Denathan.


"Iya, Mas. Kamu nanti, kan, harus kerja. Jadi aku masak buat kamu sarapan," jawab Denathan apa adanya.


"Bagus, itu namanya istri yang pengertian dan perhatian sama suami. Nggak salah aku punya istri seperti kamu." Aditya kemudian duduk di kursi, di depan meja makan.


"Aku juga seneng kok, Mas. Punya suami perhatian kayak kamu." Lalu Denathan terkikik. Dia berbincang dengan Aditya tapi tak mengalihkan fokusnya dari bawang merah yang sedang diiris.


"Kita sama-sama seneng, Sayang." Aditya tiba-tiba memeluk tubuh Denathan dari belakang. Kedua tangan kekar laki-laki itu memeluk tubuh istrinya cukup erat. Satu kecupan melayang di pipi Denathan, membuat pipinya merona merah.


"Nggak tahu kenapa, aku tiba-tiba pengen peluk kamu terus." Aditya berbisik di telinga Denathan. Lagi-lagi Denathan merasa tubuhnya menghangat.


Denathan tersenyum lalu melepas pisau dari tangannya, dan beralih membelai rahang tegas milik suaminya. Dia sedikit menengok ke kanan, melirik suaminya lalu berbicara, "Jangan sekarang ya, Mas. Kalau mau mesra-mesraan lagi, nanti malam saja. Sekarang juga aku lagi masak, kan."


Aditya terkekeh sebentar. Dia melepas pelukan dari tubuh istrinya. "Aku bantu kamu masak, biar cepat selesai."


"Mas, pakek baju deh. Jangan telanjang begitu." Denathan menyadari suaminya tidak memakai baju.


"Nggak apa-apa, Sayang. Lebih enakan begini. Laki-laki sudah biasa nggak pakek baju, kan," jawab Aditya sembari mengambil daging ayam yang belum dicuci. Dia akan mencucinya di wastafel.

__ADS_1


Denathan mengangguk lalu menjawab, "Ya sudah terserah kamu, yang penting kamu pakek celana."


Aditya terkejut mendengar ucapan istrinya. Dia tertawa pelan dan menjawab ucapan istrinya dengan candaan. "Hahah, aku lepas celana aja ya."


Seketika itu Denathan kaget. "Astaghfirullah, Mas. Pagi-pagi loh ini."


Aditya pun lagi-lagi tertawa karena tingkah Denathan.


****


"Hati-hati ya, Mas, kalau kerja. Jangan lupa nanti makan siang. Jangan sampek kamu sakit gara-gara lupa makan," ucap Denathan setelah menyalami tangan Aditya. Suaminya itu akan berangkat kerja.


"Iya, Sayang. Aku pasti nggak lupa makan. Lagipula Bos Natan selalu mengajakku makan siang," jawab Aditya lalu tersenyum dan menyelipkan rambut Denathan ke telinga.


"Iya, Mas."


Ngomong-ngomong Aditya berkerja di perusahaan emas milik Natan sebagai asisten pribadi seorang Natan Sanjaya. Teman semasa SMA dulu sekaligus Bosnya. Natan meneruskan bisnis papanya yang sudah berjalan selama bertahun-tahun. Bisnis Sultan--papanya Natan itu sekarang sudah berkembang sangat pesat dan menjadi perusahaan besar di Indonesia. Cabangnya sudah berdiri di berbagai daerah. Bahkan Sultan sudah mendirikan cabang perusahaan di luar negeri.


Kalau kalian ingat, Natan dulu waktu SMA pernah bilang, dia bercita-cita ingin mendirikan perusahaan mobil. Dan ya, cita-citanya itu sekarang terwujud, selain memiliki perusahaan emas, dia juga mempunyai perusahaan mobil yang memasarkan mobil-mobil dari berbagai perusahaan yang memproduksi kendaraan roda empat. Tetapi perusahaan mobilnya itu dipercayakan kepada Devano. Adik keduanya setelah Tasya. Devano yang dipercayakan untuk memimpin perusahaannya tersebut. Sementara Natan fokus untuk meneruskan bisnis papanya.


Sedangkan Tasya, adik pertamanya itu mempunyai bisnis berupa restoran. Bisnis Narulita (mamanya) yang sekarang dipercayakan kepada Tasya. Narulita sudah tidak sanggup untuk mengelola usaha restorannya itu lebih lanjut, karena usianya yang sudah tua dan kadang suka pelupa. Dia ingin Tasya yang meneruskan sekaligus mengembangkan usahanya itu. Bersyukur, sekarang usaha restoran milik Narulita sudah mempunyai cabang di berbagai daerah di Jawa, Kalimantan, dan Sumatera.


Anak-anak Sultan memang mempunyai jiwa seorang pengusaha, sama seperti Sultan dulu.


****


A/N :

__ADS_1


Terus ikuti kisah Denathan ya. Sekarang Denathan sudah dewasa, sudah bersuami, dan bakal mempunyai anak. Eh... hehehe..


Intinya jangan bosan-bosan untuk membaca cerita ini, karena semakin bertambahnya episode, maka semakin bagus pula ceritanya. Thank you.


__ADS_2