Dendam Berujung Penyesalan

Dendam Berujung Penyesalan
par 100


__ADS_3

''Kemarkas utama Jona".pintaku yang sudah melangkah duluan.


"Tapi Tuan"?.


"Buruan Jona".ucapannya sama sekali tak kuindahkan. aku harus membumi hanguskan pasukan musuh secepat yang kumau,agar musuh tak mengangapku remeh lagi.


Aku benci diremehkan,lagi pula aku sudah hancur sekarang.wanitaku sudah tiada,aku hanya punya Niel yang akan aku lindungi hinga titik darah penghabisan.itu janjiku.


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi. rumah kedua orang tua Zoya sudah kusiapkan sebagian anak buahku untuk berjaga disana, ditambah lagi anak buah Papanya Zoya, kuyakin rumah itu aman,karna selama ini tak pernah tembus oleh musuh.jadi aku bisa bernafas dengan tenang sekarang.


Pukul sebelas malam mobil spirtku mendarat didepan rumah utama.


''Sial''.umpatku saat kulihat pagar rumah yang penyok dan banyaknya sampah-sampah yang masih berserakan,bahkan ada banyak darah berceceran dimana-mana.


''Jona suruh semua pelayan membersihkan kekacauan ini''.pintaku yang terus melangkah memasuki rumah.


''Baik Tuan''.


''Tuan''.


''Siapkan air hangat untukku''.pintaku pada pelayan yang belari mendatangiku.


''Tuan''.eh kenapa dia malah menangis''?.ada apa dengannya''?.dia mewek mengalahi aku yang ditinggal mati istriku.


''Ada apa''.kenapa kau menangis''?.tanyaku yang menatapnya heran.


''Saya sedih karna Nyonya Tuan''.


''Terimakasih''.ucapku dan langsung melangkah menuju kamarku.


Aku ingat sekarang wanita itu adalah wanita yang selalu membantu istriku disaat-saat tersulitnya dan wanita ini juga yang membantu Zoyaku kabur.


Sunguh kata terimakasih yang kuucapkan tadi tulus dari hatiku.aku benar-benar berterimakasih karna dia sudah banyak membantu istriku dan juga putraku.


Aku berhanji setelah masalah ini selesai akan kuberi dia hadiah nanti.

__ADS_1


''Tuan air hangatnya sudah siap Tuan''.


''Iya baik lah''.aku bangkit berdiri dan melangkah menuju kamar mandi.


''Zoya''?.mataku kembali mengembun saat mata ini tertuju pada Bathup yang terletak disudur kamar mandi.


Aku masih ingat saat kami berdua memadu kasih didalam bathup waktu itu.


''Ya allah,kenapa ini sampai terjadi''?.sungguh aku belum bisa menerima ini semua hidupku benar-benar hampa sekarang,bagai mana bisa aku kehilangan untuk yang kedua kalinya''?.apa tak ada sedikit saja kebahagiaan untukku''?.


Dadaku rasanya sesak,nafasku memburu, saat kaki ini kulangkahkan menuju bathup,kemudian masuk kedalamnya secara perlahan.


Aku bagaikan mayat hidup sekarang,hidupku tiada lagi makna dan semangat. aku mandi dengan cepat kemudian kembali keluar kamar mandi dan mengenakan pakaian yang biasa kupakai untuk menghadapi musuh.


Tanganku dengan cekatan menyiapkan segala senjata mulai dari senpi,granat,belati,dan juga M-16 buatan amerika yang kubeli beberapa tahun yang lalu.tak lupa aku juga memakai rompi anti peluru agar aku lebih aman. aku tak ingin mati sekarang,karna aku masih memiliki Niel yang sangat membutuhkanku,Niel harus tumbuh menjadi remaja yang tangguh dan hebat.


Putraku harus bahagia,putraku tidak boleh hidup sepertiku,dia harus hidup lebih baik dariku.


Setelah menyiapkan beberapa perlengkapan aku langsung melangkah keluar dari kamar.


''Aku tak lapar''.jawabku sambil melanjutkan langkahku.


''Tuan akan memghadapi musuh.Tuan harus punya tenaga,saya yakin dari kemaren Tuan belum makan apa-apa''.benar juga apa yang dia katakan aku memang belum memakan apapun sejak kemaren,jujur perutku memang sedikit perih dan keroncongan.ditambah lagi tubuhku sedikit lemah karna kekurangan asupan makanan.


''Ini Tuan''.akhirnya dengan terpaksa kuraih nampan yang iya sodorkan.


Kakiku melangkah menuju meja dan menyantap semua makanan yang ada,benar apa yang dia katakan,aku harus punya tenaga jika ingin melawan musuh.


Kali ini aku sudah pasrah pada takdir,tapi jika aku bisa aku ingin hidup lebih lama lagi aku ingin melihat putraku tumbuh dewasa dan menjadi laki-laki yang bisa aku banggakan.mewarisi kekayaanku yang ditinggalkan kedua orang tuaku dan juga hartaku yang lainnya.


Aku ingin putraku memakan makanan hasil dari uang halal bukan uang haram.aku bahkan sudah sejak lama tidak melakukan pekerjaan haram itu lagi,aku sudah berhenti sejak Zoya pergi meninggalkan diriku dulu.


''Sudah selesai Tuan''.aku menoleh saat Jona melangkah mendekatiku.


''Sudah ayo brangkat''.laki-laki itu hanya mengganguk patuh,aku sangat menyayangi anak buahku yang satu ini sudah sangat lama dirinya mengikuti kemana pun aku pergi,Jona sudah kuanggap bagaikan saudaraku sendiri.

__ADS_1


Malam ini tepat pukul satu malam kami melaju menyerbu markas musuh yang sangat kuyakini dialah dalang dari kekacauan ini.


Hampir tiga ratus anak buahku kubawa ikut serta,mengingat keamanan Baskoro yang kata tlik sandi yang kukirim kini anak buah Baskoro semakin banyak dan tanguh,aku tak ingin kecolongan,aku tak ingin ada satu pun anak buahku yang mati,aku hanya ingin musuhku yang mati.


''Zoya doakan aku sayang''?.kusandarkan kepala ini disandaran kursi tak terasa embun hangat kembali menetes.


Hati ini sangat sulit menerima jika kini Zoya istriku sudah tiada,kembali emosiku meluap, jiwa ingin membunuhku kembali meronta,aku ingin menghabisi siapa saja sekarang,jiwa pisikopatku kembali bangkit.ingin kuminum darah pembunuh istriku sekarang juga.


''Sampai Tuan,kita harus jalan melalui jalur hutan agar sampai ketembok belakang rumah Baskoro''.


''Kau tau dari mana''?.tanyaku sambil turun dari mobil dengan mengendap-endap.


''Dari Jeje Tuan''.ya laki-laki yang sempat kami sekap dulu yang kami minta menjadi mata-mata dimarkas Baskoro,mengingat dia pernah bekerja sama dengan komplotan mereka.


''Ayo Tuan jalan,dari sini kemarkas Baskoro hampir lima belas kilo Tuan''.


''Gila aku bisa mati kelelahan kau pikir aku robot''?.kenapa tak dari depan saja''?.ada-ada saja kelakuaan Jona masak iya mau melawan musuh harus jalan sejauh lima belas kilo dulu, gila kali.sampai disana semuanya bakalan mati kelelehan.


''Jadi kita harus bagai mana Tuan''?.akan sangat berbahaya jika kita ambil jalan umum,aku yakin mereka sudah mempersiapkan semuanya,dan aku juga yakin mereka sudah tau kita akan menyerang dalam waktu dekat ini".


"Persetan dengan semuanya,aku tak takut".


"Aku tau Tuan tak takut, tapi apa Tuan tega mengorbankan anak buah Tuan demi ego Tuan"?aku terdiam sejujurnya aku juga binggung sekarang.


Kembali lagi aku dihadapkan diposisi yang serba salah,jika aku jalan melalui jalur ini otomatis mungkin kami semua akan sampai besok dimarkas Baskoro, tapi kalau kami lewat jalur depan''!.anak buahku akan menjadi korban,bisa saja diriku.


Aku sudah tidak ingin ada korban lagi,sudah cukup semuanya Mama,Papa istriku yang sudah menjadi korban keegoisan Baskoro aku tak mau lagi ada korban.


"Apa tak ada jalan lain Jona"?.


🌹🌹🌹🌹🌹


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2