Dendam Berujung Penyesalan

Dendam Berujung Penyesalan
par37


__ADS_3

''Papa''.Niel yang baru saja bagun dari tidurnya langsung berlari kepangkuan Kei, saat melihat laki-laki yang dipanggil Papa itu' ada dirumahnya.


''Anak lho''?.Aldi bertanya dengan wajah penuh selidik.


''Entar gue jelasin''.jawab Kei sambil menatap Aldi sekilas, kemudian kembali mengusap kepala Niel yang kini suduk dipangkuannya.


''Niel mau jalan sama Papa''?.tanya Kei sambil mengusap lembut kepala bocah umur empat tahun itu.


Entah kenapa dia begitu tertarik dengan bocah mengemaskan dan tampan yang satu ini. karna biasanya doi tidak pernah perduli dengan anak-anak.apa lagi bukan anak dari kerabatnya.melainkan anak orang asing yang baru saja iya kenal.


''Mau Pa mau''.Niel menjawab dengan nada antusiasi.


''Ya sudah sekarang ganti bajunya sama Bunda ya''?.


''Tapi Kei''.?.


''Ayo Bunda''.


Zoya ingin sekali menolak namun melihat wajah Niel yang bahagia membuat dirinya mengurungkan niatnya kembali.


''Ayo sayang''.akhirnya Zoya kembali melangkah memasuki kamar dan menganti pakaian Niel.selang beberapa saat keduanya sudah keluar kembali dengan pakaian sederhana namun terkesan rapi.


''Ayo Pa''.Ajak Niel sambil menarik tangan Kei.


''Iya sayang ayo''.akhirnya kedua laki-laki beda generasi itu pun melangkah menuju mobil.


"Andai Nik mau seperti ini pada putra kandungnya sendiri''?.mungkin saat ini kami sedang bahagia''.batin Zoya.


"Ayo kok bengong"?.


''Eh iya''.Zoya langsung sadar dari lamunannya saat Ana mencolek lengannya.

__ADS_1


''Bunda didepan sama Niel dan Papa''.Niel langsung menunjuk-nunjuk kursi depan.


Membuat Zoya yang masih berdiri diluar mobil menjadi binggung.


''Sudah ayo masuk''.Kei mengiyakan ajakan Niel,membuat Zoya akhirnya menurut tampa bantahan.


''Kita mau kemana''?.tanya Zoya setelah mobil melaju membelah jalanan kota yang padat.mengingat malam ini malam minggu.


''Ada deh,aku yakin Niel pasti suka''.Kei berbicara sambil menatap Zoya sekilas kemudian kembali pokus menyetir mobil.


Hampir satu jam mereka diperjalanan hingga pukul sembilan malam mereka sampai didepan pasar malam yang sangat ramai pengunjungnya.


Membuat wajah Niel tersenyum cerah.


''Papa ini sangat keren''.ucapnya sambil tersenyum bahagia membuat Zoya juga ikut bahagia.


"Iya sayang ini sangat keren,apa Niel suka"?.


"Iya sayang ayo".


"Pa Bundanya digandeng dong'nanti hilang".celetuk Niel membuat Zoya melongo tak pecaya.


Dari mana putranya tau jika dikeramaian tidak digandeng akan hilang''?.bukankah ini pertama kalinya Niel ketempat seperti ini''?.


''Tapi sayang''.belum selesai Zoya berbicara jemarinya sudah digengam Kei dengan lembut.


Membuat wajah Zoya langsung merona karna malu.


Mereka sudah seperti keluarga kecil yang bahagia.


Zoya langsung mengelengkan kepalanya untuk membuang pikiran mustahilnya sendiri.

__ADS_1


Sementara Ana dan Aldi hanya melangkah mengikuti Zoya,Niel dan Kei dari belakang.


''Kalau boleh tau apa yang kecil tadi putranya Kei''?.akhirnya Aldi sudah tidak tahan lagi dengan semua yang menganjal dihatinya.


''Bukan''.jawab Ana pendek.kemudian kembali melihat kearah Zoya,Kei dan Niel yang terlihat bahagia.


Iya sangat berharap keluarga satu-satunya itu bisa bahagia suatu saat nanti.


******


''Apa kau mengiginkan sesuatu''?.tanya Kei sambil menatap Zoya sekilas kemudian kembali melangkah.


''Tidak" aku sudah kenyang''.


''Kriuuukkk''.


"Aduh dasar perut ngak ada akhlak. kenap malah bunyi sih"!!!..bikin malu saja".gerutu Zoya dalam hati.


Sementara Kei menahan tawanya mendengar perut Zoya yang berbunyi.


"Yakin kau masih kenyang"?...


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Mohon dukungannya πŸ™πŸ™πŸ™


Kritik outhor jika ada yang salah.


Mampir disini juga yuk πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡novel yang menguras air mata.🀧🀧🀧


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2