Dendam Berujung Penyesalan

Dendam Berujung Penyesalan
par 18


__ADS_3

Sejak saat itu Zoya terus mencari kesempatan untuk bisa keluar dari tempat terkituk itu,dirinya sudah bertekat akan pergi menjauh dari kehidupan Nik untuk selama-lamanya.iya sekarang sudah tidak perduli lagi,jika mungkin putranya tidak akan merasakan kasih sayang dari seorang Papa.toh sekarang juga putranya itu tak pernah mendapatkannya.


Tangannya bergetar saat memasuki dapur dan melihat kekiri dan kekanan.


''Aman''.


Setelah selesai iya kembali melangkah ketempat biasa dirinya beristirahat.


''Bunda habis dari mana''?..Niel langsung membrondong Bundanya dengan pertanyaan. saat melihat Ibunya baru saja memasuki kamar.


''Bunda habis dari dapur sayang, ambil minum''.Zoya berbicara sambil menggandeng tangan putranya menuju kasur lusuh yang tergeletak diatas lantai.


"Kita mau kemana Bunda"?.. kenapa Bunda memasukkan pakaian kita kedalam Tas"?..bocah kacil ini selalu penasaran dengan apa yang ada didepan matanya.


"Malam ini kita akan pergi sayang,tapi diamlah nanti ada yang denger".Zoya berbicara dengan cara berbisik pada putranya.


Saat ini iya benar-benar ketakutan. bagai mana jika Nik mengetahui niatnya untuk kabur"?..mungkinkah laki-laki itu akan membunuhnya"?.


Tidak-tidak.Zoya menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikirannya sendiri.


''Tok..tok..tok''..


Suara pintu diketuk membuat tubuh Zoya semakin bergetar. namum dirinya mencoba untuk tetap tenang.


''Krek''.


''Ya ada apa''?.Zoya bertanya saat melihat seorang wanita yang sama seperti dirinya .sama-sama seorang pembantu.


Membuatnya bisa bernafas sedikit lega,karna yang datang bukan suruhan Nik atau laki-laki kejam itu sendiri.


''Hey kau. kenapa hanya dikamar saja"?..ayo bantu kami bekerja dibelakang. enak sekali kau hanya santai disini''.wanita itu berbicara dengan nada ketus.sambil menatap Zoya dengan tatapan sinis.


''Iya sekarang aku kebelakang''.jawab Zoya sambil menatap putranya,kemudian tersenyum.


''Sayang Bunda kerja dulu ya"?..Niel jangan kemana-mana,igat jangan pernah bermain atau pergi ketempat kemarin lagi,Niel ngak mau kan Paman yang kemaren marah''?.


''Tidak Bunda''.Niel menjawab sambil mengelengkan kepalanya.


"Ya sudah, sekarang Niel belajar didalam kamar ya "?...Bunda kerja dulu".


"Siap Bunda".Zoya menaggapi putranya dengan tersenyum,kemudian melangkah menuju dapur. dirinya tak ingin dikatai pemalas dan tak mau bekerja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tepat pukul delapan malam.


Suasana markas sangat sepi. entah apa penyebabnya"!.


Seorang wanita kini sedang mengendap-endap munuju pagar utama,tangan kanannya iya gunakan untuk mengendong putranya yang tertidur.satu tangannya lagi memanggul ransel lusuh yang iya dapatkan dari Ita.membawa uang gajinya dan juga perlengkapan putranya.


Hatinya benar-benar was-was tubuhnya bahkan bergetar. bibirnya pucat,bahkan dahinya kini dibanjiri keringat.sepanjang perjalanan iya melapazkan doa meminta perlindungan pada Allah SWT.agar selalu diberikan keselamatan dan iya bisa keluar dari tempat terkutuk ini.

__ADS_1


''Kerrek''.


Perlahan tangannya menarik pagar utama agar terbuka,menimbulkan drit besi yang beradu tak membuat laki-laki yang tertidur dengan pulas itu terusik.


Perlahan tapi pasti, akhinya Zoya bisa membuka pintu pagar. tidak terlalu lebar namun cukup untuk dirinya keluar dan juga putranya.


"Alham dulillah ya allah".puji syukur iya ucapkan saat sudah keluar dari gerbang utama.


"Ya allah ini mau kemana"?..Kenapa disini sepi sekali"?.Zoya merasa sangat takut. ternyata disekitaran sini sangat sepi. bahkan banyak pepohonan besar yang ada didepan sana, membaut sekitaran rumah Nik semakin menyeramkan.


Perlahan kaki Zoya melangkah menyusuri jalanan yang sagat sepi.namun sudah jauh dirinya melangkah belum juga menemukan satu buah rumah pun. yang ada hanya hutan,sunyi, tidak ada suara apapun kecuali suara hewan melata yang mencari makan.


Berkali-kali wanita itu mengusap keringat yang mengalir didahinya. mengunakan tangan kirinya yang membawa tas.


Bahkan kini tangan kanannya sudah terasa keram dan sakit. karna sudah sangat lama mengendong tubuh gempal putranya.


"Ya Allah aku lelah".kelunya.


"Kuat Zoya,Kuat demi Niel".lirihnya mensugesti dirinya sendiri.


"Ada Mobil".wanita itu dengan cepat berlari bersembunyi didalam semak saat melihat sebuah mobil yang akan melintas.


Namun setelah mobil itu menjauh Zoya kembali melangkah menyusuri jalan yang panjang yang rasanya tiada ber-ujung.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hingga subuh menjelang.


''Ya Allah rasanya aku mau mati''.kaluhnya sambil menyandarkan tubuhnya disebuah halte.


''Alham dulillah''.wanita itu langsung senang saat sebuah taksi yang iya minta berhenti langsung berhenti.


Kini tujuan utamanya adalah rumah sahabatnya,iya akan membawa sahabatnya itu pergi. jika tidak"?.. bukan tidak mungkin Nik akan menjadikan sahabatnya sebagai sandra. atau lebih buruknya akan menjadikan sahabatnya seperti dirinya.


''Tok..tok....tok...


Zoya mengetuk pintu kos-kosan sahabatnya dengan tergesa-gesa.tepat pukul Empat subuh itu.


''Krek''.


''Zo''.Zoya langsung menutup mulut Ana saat sahabatnya itu akan bersuara.


''Ayo ikut denganku sekarang. jika lho masih ingin selamat''.


Tampa membantah. ataupun bertanya"!. Ana mengikuti apa yang dipinta oleh sahabatnya.bahkan wanita itu hanya membawa barang seperlunya saja.


''Ayo cepat''.kedua wanita itu langsung masuk kedalam taksi dan pergi dari sana.Zoya masih ingat bahwa Nik juga mengekos ditempat ini.


Itu juga lah yang membuatnya menutup kepalanya dengan jeket lusuh yang diberikan Ita untuknya.mengingat selama berada disana wanita itu tak pernah sekalipun membeli pakaian.sementara putranya iya titipkan kepada supir taksi,nekat memang. tapi hanya itu jalannya, agar iya bisa cepat pergi dari sana,jika iya membawa putranya.Zoya takut Niel akan terbagun dan otomatis akan menimbulkan suara yang bisa saja didengar oleh orang yang iya hindari.


''Zoya''Ana langsung menangis dan memeluk sahabatnya erat.

__ADS_1


''Bunda''.karna mendengar suara brisik membuat tidur Niel pun terusik.


''Sayang sudah bagun Nak''.Zoya langsung meraih tubuh putranya dan mendudukkannya diatas pangkuan.


''Zoya''.Ana berbicara sambil menunjuk kearah Niel.


Zoya hanya menanggapinya dengan menganguk.


Membuat mata sahabatnya itu menatapnya sambil berkaca-kaca.


''Bunda kita dimana''?..disini banyak mobil''.Niel langsung antusiasi saat melihat banyaknya mobil yang berlalu lalang.


''Kita sudah keluar sayang. apa Niel suka''?.


''Benaran Bunda''?..Niel bertanya dengan wajah antusiasi.


''Benaran sayang''.Zoya berbicara sambil mengusap kepala putranya dengan lembut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ditempat lain.


Mungkin hari ini keberuntungan berpihak kepada Zoya, hinga wanita itu bisa kabur dengan leluasa.


Saat Zoya dan Ina pergi dari Kos-kosan bertepatan dengan Nik yang juga keluar dari Kos-kosan itu.untuk pulang kerumah utama.entah kenapa pirasatnya begitu tidak enak sejak semalam. seperti akan terjadi sesuatu,dan hatinya mengatakan dirinya akan kehilagan separuh dari jiwanya.namun entah apa''?..


''Brak..Bruk''.


Nik langsung menendang pagar utama, saat melihat pagar itu terbuka.padahal tak pernah sekalipun iya mengizinkan anak buahnya membuak pagar, kecuali yang akan masuk orang-orang tertentu.


''Hey..kau''!. apa yang kau kerjakan kenapa kau tidur''.?..


''Maaf Tuan. saya ketiduran''.laki-laki bertubuh tegap itu langsung berdiri dengan pandagan yang masih kabur. kemudian melangkah mendekati Nik dengan menunduk takut.


"Buk..buk..buk".sarapan pagi berupa tinju langsung iya dapatkan. membuatnya langsung meringis.namum masih tetap berdiri tegak.


"Kenapa kau bisa teledor"?


"Ampun tuan"?.


"Awas saja "?..kalau terjadi sesuatu. nyawa kau taruhannya".setelah mengatakan itu semua Nik langsung melangkah memasuki rumah utama.


🌹🌹🌹


Kasian deh lu bambang 😄😄😄


jangan lupa like vote hadiah and komen makasih


Bay..bay..🥰🥰🥰


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2