Dendam Berujung Penyesalan

Dendam Berujung Penyesalan
par51


__ADS_3

Selamat membaca.


Tepat pukul empat sore Nik memutus kan untuk membawa putranya pulang. itu pun setelah dirinya puas mengoda Zoya sampai wanita itu kasal dan hampir menangis.


Sementara Jona do'i memilih tinggal dihotel. karna Nik mengatakan dirinya ingin menyetir mobil sendiri.


Disepanjang perjalanan hanya Niel dan Nik yang sibuk sendiri, sementara Zoya sibuk memikirkan cara untuk kabur.


''Kita mau kemana''?.Zoya akhirnya buka suara karna melihat mobil yang dikendarai Nik tidak


menuju rumah mereka.tepatnya rumah Zoya dan Niel.


''Aku akan mengajak kalian jalan-jalan.ini hari terakhir kita disini besok pagi-pagi kita harus berangkat kejakarta''.


''What jakarta''?.kata-kata itu terlepas begitu saja dari mulut Zoya kerna terkejut.dirinya tidak menyangka jika Nik benar-benar serius dengan ucapannya.


Jika dirinya bisa meminta''!!! Zoya berharap ini hanya mimpi saja .hidupnya sudah tenang dalam satu tahun terakhir ini, tapi sepertinya ketenagan itu akan segera berakhir.


Malang sekali nasipmu Zoya


''Ayo turun''.Nik menarik jemari wanita yang sedari tadi hanya melamun saja, entah apa yang ada dipikiran wanita itu''??..hanya dia lah yang tau.


''Jangan coba-coba berpikir untuk kabur''.peringatan tlak yang diberikan Nik mampu membuat Zoya tidak berkutik sama sekali.wanita itu hanya diam tampa mau berbicara sepatah kata pun.


Tubuhnya benar-benar lengket sekarang.dirinya hanya mandi tadi subuh. sekarang sudah hampir sore dirinya belum merasakan dingin dan segarnya air menyirami tubuhnya.


Namun sepertinya kedua laki-laki beda usia itu sama sekali tidak terusik dengan wajahnya yang sudah kucel tak berbentuk.bagaikan bunga yang sudah hampir satu minggu tidak disiram.


Namun untuk meminta pulang Zoya benar-benar tidak tega, saat melihat kebahagiaan diwajah putranya saat bermain ini dan itu bersama Papanya.


''Sayang ayo pulang Nak''.akhirnya Zoya bisa menarik nafasnya lega saat kata pulang sudah keluar dari mulut Nik


''Yah''.. Om''!!!. Niel masih pengen main''.terlihat Niel mendesah panjang dengan wajah masam.


''Iya besok kita main lagi,kalau sudah sampai jakarta. sekarang pulang dulu,tu lihat Bunda udah kucel banget mukanya,malah asem lagi''.celetuk Nik membuat Zoya spontan mengendus aroma tubuhnya sendiri.


Niel yang polos juga ikut mengendus tubuh sang Bunda. kemudian menoleh kearah Nik yang kini sedang menahan tawanya.


"Bunda ngak bau kok Om, masih wangi''.celetuk Niel sambil menatap Nik yang kini tertawa lepas.


Laki-laki itu merasa sangat puas melihat wajah geram dan kesal Zoya.


iya benar-benar merasa puas bisa mengerjai Zoya seharian.salah siapa sudah membawa putranya pergi jauh sampai membuat dirinya hampir gila.


''Bagai mana kalau kita pulang saja dulu kan kasian Tante Ana sendirian dirumah sayang''?.kini Zoya mencoba untuk membujuk putranya.


''Yah''!!. Ok deh''. tapi besok Om janji ya bakalan bawa Niel kesini lagi''?.


''Siap Bos''.Nik mengangkat tangannya seperti sedang hormat.

__ADS_1


''Ayo''.lagi-lagi Nik mengandeng tangan putranya, sehinga Zoya sama sekali tidak punya kesempatan untuk membawa putranya kabur.


Ingin sekali iya menjerit minta tolong dan mengatakan putranya diculik.tapi apa mungkin orang-orang percaya ''?..dilihat dari segi mana saja Nik dan putranya sangat mirip .belum lagi Nik pasti melakukan pembelaan.bisa-bisa nanti dirinya nalah dikatai gila lagi.


''Eh..''Zoya spontan tergagap saat jemarinya digengam Nik dengan lembut.


''Lihat jalan. jangan melihat tangan putih bersihku terus''.Zoya langsung tersentak dan sadar jika sedari tadi dirinya hanya melangkah tampa melihat jalan.matanya hanya pokus pada tangan Nik yang mengandengnya dengan mesra.sementara tangan yang satunya iya gunakan untuk mengandeng Niel.


''Dasar pede''.coplos Zoya sambil menutup mulutnya cepat.


''Kau bahkan sudah tau luar dan dalamku''.celetuk Nik tampa tau sekarang ada dimana''!!.. bahkan Niel sekarang juga ada didekat mereka, membuat Zoya menunjuk-nunjuk Niel dengan tangan kirinya. sebagai isyarat agar Nik berhenti bicara ngawur.


Sesampainya dirumah Nik juga ikut melangkah masuk dirumah sederhana yang Zoya beli dengan hasil keringatnya sendiri.


''Ini rumah siapa''?.tanya Nik sambil melangkah masuk.pandangannya menyapu seluruh sudut rumah.


''Rumah kami lah,rumah siapa lagi''.jawab Zoya sambil melangkah masuk kedalam kamar.


''Niel dirumah ini sama siapa sayang''?.tanya Nik sambil berjongkok didepan putranya.


''Sama Bunda, trus Tante Ana''.jawab Niel dengan wajah polos.


''Trus Papa Niel''.


''Papa Niel ngak tidur disini,Papa tidur dirumahnya sendiri''.


''Papa bilang ngak boleh nginap disini,soalnya dia harus kerja,trus Papa bilang dia sudah dewasa, ngak boleh menginap dirumah perempuan''.penjelasan Niel membuat Nik menyeringai penuh arti, sepertinya laki-laki itu bisa menyimpulkan sesuatu.


''Sayang Niel sama Tante Ana dulu ya''?


''Ok Om''.Niel pun melangkah dengan wajah cerianya menuju kamar Ana.


Sementara Nik langsung ngacir menuju kamar Zoya.mata laki-laki itu mengintari


seisi kamar.


''Kemana dia''.


''Aha''!!!.sepertinya Nik tau dimana dia harus mencari wanita itu.


Perlahan kakinya melangkah menuju kamar mandi dan benar saja, Zoya sekarang sedang berendam didalam bathtup.sebagian tubuhnya ditutupi busa sabun.


Tampa pikir panjang Nik langsung membuka seluruh pakaiannya,tak lupa laki-laki itu mengunci pintu kamar dan kembali melangkah dengan tergesa-gesa mendekati Zoya


''Hey kau gila ya''?.Zoya langsung terkejut melihat penampakan tuyul kepala botak yang kini sedang menantang tepat didepan wajahnya.


Nik tak perduli doi langsung masuk kedalam bathtup dan melahap bibir Zoya tampa perduli jika wanita itu brontak.


Air yang riuh bersamaan dengan tubuh mereka yang bergerak-gerak kesan kemari, tepatnya Zoya yang berontak membuat air meluber kemana-mana.

__ADS_1


Bukan Nik namanya jika iya akan mengalah sebelum mendapatkan apa yang dia mau.laki-laki itu masih melanjutkan kegiatannya.


Tubuh Zoya yang polos mempermudah laki-laki itu untuk melakukannya.


Namun sebelum melakukan kegiatan intinya Nik lebih dulu bermain-main dengan jemarinya dibawah sana.


Sehinga Zoya yang tadinya berontak berubah menjadi melingkarkan tangannya dileher Nik.


Nik langsung menyeringai disela-sela ciumannya.


''Kau milikku''.lirihnya sambil menyatukan tubuh mereka dibawah sana .


''Aaahh''.Nik tambah bersemagat saat lenguhan lirih keluar dari bibir Zoya setelah dirinya berhasil memasuki tubuh wanita itu.


Kini air bathtup yang awalnya penuh menjadi tingal setengah,karna pergerakan mereka yang mengila.


Tepatnya Nik yang mengila karna sudah sangat lama tidak merasakan keindahan dan sensasi yang membuatnya melayang jauh entah kemana.


Laki-laki penggila *** seperti Nik tak akan tahan jika sudah melihat wanita yang iya cintai,apa lagi dirinya sudah menahan gejolak birahinya selama setahun ini.


''Aaaaahhh....sayang''.rancaunya masih terus bermain dibawah sana bahkan laki-laki itu semakin mempercepat gerakannya.membuat Zoya yang kini sudah berpindah posisi diatasnya,memeluk Nik dan merepatkan tubuhnya tanpa jarak.sepertinya wanita itu lupa jika iya pernah hancur oleh laki-laki yang kini sedang bermain-main pada tubuhnya.


''Aku mencintaimu Zoya menikah lah denganku. aku bisa gila jika tampamu dan putraku''.ucapan yang dikeluarkan Nik ditengah-tengah pelepasannya mampu membuat Zoya memeluk lelaki itu dengan erat .


Rahimnya terasa panas karna Nik langsung menumpahkan benihnya kedalam miliknya.


"Aku mencintaimu kita akan menikah secepatnya".lagi-lagi kata itu diucapkan Nik sambil mengecup kening Zoya berkali-kali.


"Apa ucapanmu bisa dipercaya tuan"?.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


πŸ”₯HaredangπŸ”₯


Apakah Zoya terkesan murahan"?.


Yakinlah siapa pun yang berada diposisi Zoya pasti akan sulit untuk menolak. apa lagi Nik adalah ayah dari putranya dan mereka dulu sering melakukan hal yang sama, meskipun dengan cara dipaksa.


Cinta itu buta bahkan bisa menyebabkan manusia menjadi gila dan hilang akal.


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Makasih.


Yuk mampir dinovel outhor yang lain.πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡



Tbc.

__ADS_1


__ADS_2