
Bunyi tembakan mengema dimalam yang sunyi,Nik membidik mobil yang kini sedang menghujani mereka dengan tembakan bertubu-tubi.
''Dorrr'.
''DUAAARRR''.
Suara sesuatu yang meledak membuat Jona spontan menoleh dengan wajah terkejut.
"Mobil siapa itu Tuan"?.tanya Jona sambil menoleh sekilas kemudian kembali pokus menatap arah depan.
"Brisik kau Jona".serkas Nik karna sekarang dirinya masih pokus mmeghajar dan membidik lawan.
''Dorr''.
''Aaarrrggg''.
''Sial''.
''Tuan''?.
''Kau jangan brisik Jona,ini semua karna kau sial''?.umpat Nik karna pundaknya terkena tembakan.hingga membuat darahnya kembali mengucur.
Meskipun terluka Nik tak-kan menyerah. laki-laki itu tetap berusaha melumpuhkan lawan.
Hampir satu Jam baku tembak berlangsung.untung saja Nik membawa hampir enam puluh anak buah,jadi dirinya masih mampu untuk mengatasi semua. meskipun ada beberapa anak buahnya yang terluka.
Pukul tiga pagi,mobil mulai memasuki rumah utama,namun sebagian anak buah Nik langsung menuju markas dan yang luka-luka langsung dibawa menuju rumah sakit.
''Tuan ayo kerumah sakit''.kembali Jona membujuk bos keras kepalanya itu, agar laki-laki itu mau kerumah sakit.
''Ck''.kau pergi saja sendiri''?.pinta Nik sambil membuka pintu mobil dan melangkah menuju rumah.
''Hem''. baik lah, tapi jika nanti malam tanganmu berdenyut, jangan menyusahkanku''.ucap Jona sambil melangkah keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah.
''Seeet''.Nik meringis menahan sakit saat dirinya membuka kemeja putih yang kini sudah berubah memjadi mereh.
''Jona''.
Jona yang ada didalam kamar berdecak kesal.karna sedari tadi sudah iya katakan agar Nik kerumah sakit sekarang, namun laki-laki penakut itu tetap ngotot tak mau pergi.
''Jona''?.
''Sial''.Jona yang awalnya ingin melepas celana bahan yang iya kenakan akhirnya urung dan melangkah menuju kamar Nik.
''Ada apa Tuan''?.tanya Jona sambil melangkah masuk kedalam kamar.
''Tolong buka sepatuku Jona''?.mendengar permintaan Nik Jona spontan menoleh kebawah.
Antara lucu dan juga kesal,saat melihat bosnya itu kini hanya memakai sepatu sebelah.
''Kau kenapa Jona''?.tanya Nik sambil menatap Jona kesal.
Bisa-bisanya Jona mentertawakan penderitaan dirinya.
''Tak ada Tuan''.
''Buka Jona''.pintanya lagi dengan tatapan tajam.
__ADS_1
''Iya Tuan, biasa aja tatapannya jangan mendelik gitu''' ngak takut matanya keluar ''.
''Jonaaaa''?.
''Iya tuan''.Jona dengan cepat berjongkok membuka sepatu laki-laki itu.
Setelah sepatu dibuka Jona dengan cepat berdiri kembali.
''Apa lagi Tuan''?.tanya Jona heran karna bosnya itu masih berdiri dan menatap dirinya seperti butuh sesuatu.
''Apa lagi Tuan''?.tanya Jona lagi masih menatap bosnya heran.
''Kau tak lihat''!.aku kesusahan membuka pakaian''.
''Lah nyusahin kan''?.sudah mau dibawa kerumah sakit malah milih pulang kerumah''.
''Tak usah banyak nanyak kau Jona,buka ya buka saja, jangan banyak bacot kau Jona''.kesal Nik sambil menoyor-noyor kepala Jona yang hanya menaggapinya dengan santai kemudian melangkah membantu bosnya itu.
Selesai membuka pakaian,kembali Jona menatap luka dipundak bosnya itu.
''Tuan lebih baik kerumah sakit sekarang jika tidak lukamu akan infeksi''.
''Tak apa Jona, aku lelah''.akhirnya Jona hanya pasrah laki-laki itu hanya membantu Nik membersihkan luka kemudian melangkah kembali menuju kamar miliknya.
Namun baru saja dirinya ingin mendaratkan bokong dikamar,kembali terdengar suara mengelegar dari seorang Nikholas sipembuat onar.
''Sial, setan alas, manusian gila''.Jona terus membaca tembang makian disepanjang kakinya melangkah,menuju kamar Nik.
''Ada apa Tuan''.ketusnya yang sudah sangat kelelahan.
''Setan alas, kutukupret, gila kau tuan, mati saja kau''?.akhirnya kata-kata mutiara koleksi Jona terlepas dari sangkarnya.
''Kau mau mati Jona''?.kesal Nik sambil meringis menahan sakit dilengannya.bahkan perban yang awalnya berwarna putih kini berubah menjadi merah.
''Bukan aku yang mau mati tuan, tapi kau''?.kesal Jona yang hendak melangkah keluar kembali.
Laki-laki itu benar-benar kesal dengan Nik,sudah sedari tadi dirinya ingin membawa Nik kerumah sakit,tapi memang dasar laki-laki gila yang satu ini keras kepala dan penakut sama jarum. alhasil begini lah jadinya.
Bahkan mungkin semalaman ini dirinya tak akan bisa tidur barang sejenak saja.
''Sontoloyo''.lagi-lagi Jona mengumpat sambil melangkah mendekati Nik.
''Bagai mana cara Tuan memakai baju''?.tanya Nik heran karna laki-laki itu kini sudah mengenakan baju kaos dan juga celana bokser.
''Pakai kepala kau''.jawab Nik asal.
''Bawa aku kerumah sakit Jona''.
''Jiiiiaaaahhh''.katanya tadi kuat,mampus kan''?.Jona tertawa mengejek hingga membuat Nik kesal bukan kepalang.
''Awas kalau aku sudah sembuh Jona''!!. mati kau ditanganku''.
''Buruan Jona''.pinta Nik yang sudah melangkah duluan.
Jona yang masih tertawa geli hanya melangkah mengikuti Bos gilanya itu.
Dirumah sakit.
__ADS_1
''Tolong Dokter''.Gondrong dan beberapa anak buah Nik yang lainnya membantu anak buah Nik yang terluka.
Ada yang terluka karna tembakan dan ada yang luka akibat mobil mereka kendarai menabrak pembatas jalan.itu semua karna salah satu ban mobil anak buah Nik ada yang terkena tembakan,alhasil terjadilah kecelakaan.
Malam hampir subuh.
Dirumah sakit terbesar dikota itu terlihat sibuk karna didatangi banyak pasien.
''Dokter''.tolong Dokter''.Jona yang baru saja datang langsung memlnjerit seperti tarzan.
''Lho Bos kenapa''?.Botak yang baru saja selesai mengantarkan rekannya, langusng melangkah mendekati Nik dan Jona.
''Tertembak''.Jawab Jona melongos.lelah yang mendera kini semakin lelah.itu semua karna Nik pingsan saat diperjalanan menuju kerumah sakit.
''Ayo bantu aku''.pinta Jona yang diangguki Botak sambil membantu memapah tubuh tegap Nik.
''Dokter''.?.
''Pada kemana Dokter disini''?.tanya Jona yang celingukan mencari keberadaan dokter.
''Ngak usah menjerit,semua dokter sekarang lagi menangani rekan kita yang terluka''.
''Lah''?. jadi ini Bos gimana dong''?.
''Ngak tau''.jawab Botak singkat sambil mengangkat sebelah bahunya.pertanda dirinya juga iku binggung.
''Aduh gimana Nie''?. kalau dia bangun, bisa habis kita''.gumam Jona sambil melihat kearah botak,berharap laki-laki itu bisa membantunya .
Namun botak dengan cepat mengeleng.
''Ck''. kau ini sama sekali tak bisa diharapkan''.kesal Jona sambil melangkah menuju rungan IGD.
''Dokter tolong teman saya dia terluka''?.untung saja Jona bertemu seorang Dokter yang baru saja keklluar dari sebuah rungan.
''Sudah ayo bawa masuk''.dengan cepat Jona dan Botak melangkah membawa Nik masuk.
Setelah Nik berhasil dibawa masuk keruangan IGD, dengan cepat Jona dan Botak melangkah keluar.
''Bos kenapa lama sekali kau bawa kesini''?.tanya Botak setelah keduanya duduk dikursi tunggu.
''Ck''.kau seperti tak tau dengan bosmu itu''.jawab Jona malas.
''Hem''.
''Dimana yang lainnya''?.
''Lagi ditangani''.
''Apa ada korban''?.
πΉπΉπΉπΉ
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.ππππ
Tbc.
__ADS_1