Dendam Berujung Penyesalan

Dendam Berujung Penyesalan
par 70


__ADS_3

"Aaarggg".tolong"?.


"Kau kenapa"?.laki-laki itu langsung meloncat mendekati Zoya yang kini hanya diam mematung.


"Tolong aku, ada sesuatu yang melilit kakiku".pintanya dengan tubuh bergetar ketakutan.


Bahkan kini wanita itu ingin sekali pipis dicelana.


"Buruan"?.pintanya lagi yang membuat laki-laki itu spontan mendekat.


"Iya-iya sebentar,kau jangan bergerak"?.


"Iya".jawabnya yang sudah mulai menangis.


Laki-laki itu dengan cepat meraih smartphone miliknya dan menghidupkan senter.


Matanya melotot saat melihat ular sawah kini melingkar dikaki Zoya.


"Aaaahhhh".karna lampu yang menerangi tempat dirinya berpijak spontan Zoya menoleh kebawah.


Betapa terkejutnya wanita itu saat melihat ular yang sangat besar kini semakin kuat membelit kaki kecilnya.


"Tolong Mas,Abang,tolongin gue"?.pintanya yang sudah mulai bicara ngawur.


"Ok..Ok''. kau tenang lah".


"Apa gue manfaatkan aja ya kesempatan ini"?.pikir hati laki-laki itu yang masih tetap berdiri ditempatnya semula.


"Too...lo..ngin aku"?.


"Iya...iya''. Ok".dengan cepat laki-laki itu berlari mencari sesuatu yang bisa membantunya untuk mengusir ular itu.niat awalnya ingin membuat kesepakan denganZoya akhirnya iya urungkan.


Karna rasa cintanya yang besar hinga dirinya tidak tega melakukan itu semua.


"Kamu mau kemana"?.Zoya langsung panik melihat laki-laki itu malah melagkah menjauh.


Laki-laki itu tidak menjawab dia terus masuk kembali kedalam hutan.


Namum beberapa saat kemudian dirinya telah keluar dengan sepotong bambu yang sudah lumayan lapuk.mungkin saja dia dapatkan dari dalam hutan sana.


Perlahan bambu yang ada ditangannya iya arahkan pada kepala ular.


"Hush... hush".bibirnya terus berucap seperti itu agar siular menjauh.


Benar saja, setelah laki-laki itu menoel-noel kepala ular dengan bambu.akhirnya ular itu mulai melepaskan lilitannya dari tubuh.Zoya.


"Ayo buruan"?.dengan cepat keduanya berlari menuju rumah bertingkat dua yang tak jauh dari tempat mereka sekarang.


"Ayo masuk".


''Ini rumah siapa''?.


"Udah jangan banyak nanya. ayo buruan masuk,kau mau hewan buas lainnya akan datang kesini dan melahap kita berdua"?.


Tampa menjawab lagi Zoya dengan cepat berlari mesuk kedalam rumah yang sudah dibuka lebih awal oleh laki-laki yang menolongnya.


Mata Zoya mengintari seluruh isi rumah,yang awalnya remang-remang kini memjadi terang menderang.


Rumah sederhana yang terbuat dari kayu jati yang sangat kuat dan juga masih kokoh.rumah panggung bertingkat dua yang pondasinya sangat kuat.


Rumah ini indah sekali.namun karna berada ditengah-tengah hutan membuat Zoya merasa bergidik.


"Ayo duduk,kenapa kau hanya berdiri".


Zoya spontan menoleh saat mendengar laki-laki yang menolongnya sudah sangat dekat dengan dirinya.


"Deg".

__ADS_1


"Aldi"?.desisinya dengan mata yang melotot terkejut.


"Kenapa kau terkejut"?.


"Jelas''. kenapa kau bisa ada disini"?.kini Zoya melangkah mendekati Aldi yang kini juga sedang menatapnya.


"Disini memang tempat tinggalku,kau kenapa bisa sampai disini"?.


"Aku diculik"?.


"Diculik"?.


"Iya"?.


"Kau tau siap yang menculikku tadi"?.


Aldi mengeleleng, kemudian melangkah mendekati Zoya.


"Eh kau mau apa Al"?.Zoya jelas terkejut saat Aldi menarik kakinya agar naik diatas paha laki-laki itu.Aldi juga menuntun Zoya untuk duduk dikursi panjang yang ada diruang tamu.


"Kau jangan takut,aku hanya ingin mengobati lukamu".


Akhirnya Zoya hanya bisa pasrah saat Aldi menyentuh kaki dan juga membesihkan luka yang ada dipelipis matanya.


"Aarrrgg".


"Perih Al".jerit Zoya saat kakinya yang terluka disentu Aldi.


"Maaf''?. aku akan mengolesinya dengan salap. kau tahanlah sedikit, aku akan membersihkan lukamu terlebih dahulu".Zoya hanya mampu menganguk.tujuannya saat ini, dirinya hanya ingin cepat pulang agar bisa bertemu putranya.


"Al"?.


"Ya ada apa"?.Aldi yang tadinya pokus mengobati pelipis Zoya kini perlahan menoleh.


"Boleh aku meminjam hendpohone mu"?.


Benar saja, disini sama sekali tidak ada sinyal.


"Aku harus bagai mana sekarang Al"?.tanya Zoya dengan nada putus asa.bahkan kini wanita itu sudah melai menangis sesegukan.


Saat ini mungkin yang ada didalam otaknya hanya sang putra, bagai mana kabar putranya itu sekarang"?.apakah Niel sudah membaik"?.atau ah''?. Zoya tak ingin berpikiran yang buruk,wanita itu terus berharap akan ada keajaiban untuk kesembuhan putranya.


Aldi melangkah mendekati Zoya kemudian duduk tepat disebelah wanita itu, tangannya terulur dan menarik wanita rapuh itu dalam dekapannya.


Awalnya Zoya menolak namun karna hati dan pikirannya sekarang benar-benar sedang kalut. akhirnya iya menerima pelukan yang diberikan Aldi.


''Kalau kamu sudah merasa lebih baik,mending mandi dulu,nanti ku siapkan makanan''.


''Aku ngak selera Al,lagian apa disini ada makanan''?.


''Ada, kau tenang saja,ayo buruan mandi''.


''Tapi aku ngak punya baju Al''?.


''Kau pakai saja bajuku''.


''Tapi''?.


''Dari pada kau tidak pakai baju''?.


''Oh iya baik lah''.akhirnya Zoya hanya menurut saja, kakinya iya ayunkan menuju kamar yang ditunjuk Aldi.


''Kreet''.


Kamar yang tidak terlalu luas namun lumayan nyaman untuk dijadikan tempat beristirahat.


''Zo''?.

__ADS_1


''Ya''?.Zoya langsung berlari menuju pintu saat Aldi mengetuknya pelan.


''Ada apa''?.


''Ini baju buat kamu''.Zoya menoleh pada pakaian yang disodorkan Aldi.


''Makasih''?.wanita itu meraih pakaian yang diberikan Aldi,setelahnya dengan cepat Zoya menutup pintu kamar,tak lupa wanita itu juga mengunci pintunya.


Setelahnya Zoya langsung melangkah menuju kamar mandi.


Tidak butuh waktu lama wanita itu sudah selesai mandi dan mengenakan pakaian.


''Sudah pukul berapa sekarang''?.gumamnya kemudian melangkah keluar untuk makan malam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ditempat lain.


Malam yang larut tidak menyurutkan semagat Nik untuk mencari keberadaan sang istri, semuanya sudah laki-laki itu lakukan bahkan dirinya juga menbayar detektif handal untuk melecak keberadaan istrinya.


Yang Jona pikir itu adalah hal mustahil,mengingat istri bosnya itu sama sekali tidak membawa smartpthone,jadi dari mana para detektif untuk melacak Adik iparnya itu.


''Jona''?.menjelang subuh Nik masih menjerit-jerit seperti orang kesurupan, membuat Jona yang akan berselanca kealam mimpi langsung bangkit berdiri, disertai siumpah serapah, bahkan laki-laki itu langsung membaca seluruh penghuni hutan.


''Ada apa Nik''?


''Barani kau memanggilku tidak sopan seperti itu''?.


''Ck''.disaat mengantuk seperti ini masih sempat dirinya mempermasalahkan pangilan.


''Iya Tuan Nik yang terhormat''.


''Kalau sudah Tuan jangan ada Niknya lagi bodoh''.


"Apa maunya laki-laki gila ini"?.batin Nik yang sudah mulai kesal.


"Jangan mengumpatku Jona"?.


"Tidak Tuan, aku hanya diam sambil menikmati rasa lelahku ini".


"Hem''. mati saja kau Jona".


"Nanti Tuan anak ku masih kecil".


"Kau mau membantah Jona"?.


"Lah kumat gulanya".


"Tidak tuan,aku hanya menjawab seadanya".


"Aku yang waras lebih baik mengalah".


"Dari pada kau mengumpatku lebih baik kau pergi Jona"?.


"Elah benar-benar nie bos gila,tadi dipanggil sekarang disuruh pergi".


"Jona"?.baru saja Jona akan melangkah pergi pangilan itu kembali didengarnya,membuat laki-laki itu mengeram kesal dengan gigi bergemeletuk menahan amarah.


"Ada apa lagi Tuan"?.


🌹🌹🌹🌹


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Mohon maaf udah lama ngak updet.🙏🙏🙏


Maaf masih banyak typo.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2