
Selamat membaca
''Tante kenapa''?.Niel jelas heran kenapa wajah Ana tiba-tiba merona.
''Tidak ada''.jawabnya terbata-bata.
Kemudian menepuk-nepuk keningnya sendiri saat sudah menyadari kebodohannya,iya tidak kepikiran sedari tadi bagai mana jika Zoya dipaksa melakukannya seperti dulu''?.
''What''.ini bisa gawat''.
''Apa sih Tente''?.sentak Niel karna Ana membuatnya terkejut.
''Tidak ''. Tante hanya siaga satu''.lirihnya membuat Niel semakin bingung melihat tingkah konyol wanita dewasa didepannya.
''Kenapa mereka lama sekali''?.lirih Ana frustasi sambil mengetuk-ngetuk maja makan dengan telunjuknya.
Pikiran mesumnya kini sudah berganti dengan rasa kawatir.bagai mana jika Zoya dibunuh Nik didalam sana''?.
Aahhh...sepertinya Ana harus mencari senjata yang bisa melindungi mereka.
''Aha''.perlahan tangannya meraih sambal dan saos cabe.wanita itu langsung menarik benda pelindung super pedas itu untuk mendekat padanya.
Sungguh otak cetek seorang Ana mengira ini lah senjata yang ampuh untuk melawan seorang Nik.penjahat kemalamin yang akan menghamili sahabatnya kembali.
Niel yang melihat tingkah aneh wanita dewasa didepannya hanya bisa mengelengkan kepalanya heran.
π₯π₯π₯
''Krek''.
Hampir satu jam mereka menungu,barulah terlihat dua manusia beda jenis itu keluar dari kamar.seperti pengantin baru yang malu-malu tepatnya Zoya yang malu-malu dengan melangkah menunduk dan pipi yang bersemu merah.
Namun tidak dengan Nik karna laki-laki itu memang tak tau malu.
Sementara Ana sudah siaga satu.wanita itu tetap pada pendiriannya do'i yakin Zoya melakukan itu semua atas paksaan dari Nik.
''Maaf ya lama menunggu''?.
''Cruuuttt''.
''Aaaarrggh''.perih apa ini bagsat''??..
''Ana apa yang kau lakukan''?.Zoya langsung panik saat melihat Wajah Nik dipenuhi saos sambal yang disemprotkan Ana tepat diwajah kaki-laki itu.
''Ayo kabur Zoya buruan''.!!!..
''Hah..''.Zoya langsung mengaga tak percaya dengan apa yang sahabatnya katakan.
''Buruan''.Ana langsung menarik tangan Zoya untuk segera pergi.
Awalnya mungkin Zoya ingin kabur dari Nik, tapi setelah apa yang mereka lakukan beberapa satmat yang lalu menbuat hatinya meragu,begingat mereka melakukannya tampa pengaman.apa lagi melihat Nik kelimpungan dan kepedasan bahkan putranya Niel sibuk membantu sang Papa dan menatap kearah Ana dengan tatapan geram.
__ADS_1
''Tante kenapa melakukan ini sama Papa Niel''?.lirihnya sudah mulai terisak.
Mata Ana langsung melotot. kenapa sekarang peluru yang iya tembakkan justru mengenai dirinya''?..
Sementat Nik yang mendengar putranya memangil dirinya Papa, langsung tersenyum senang. hati laki-laki itu berbunga-bunga, meski pun matanya perihnya minta ampun''.
Iya rela disiram ribuan botol saos lagi jika dengan itu semua dirinya bisa mendengar pengakuan Niel terhadapnya.
Gila memang''. tapi itu lah kenyatannya, hatinya benar-benar bahagia sekarang, namun detik berikutnya Nik kembali menjerit.
Ternyata perih yang berasal dari saos tak mampu hilang hanya dengan kebahagiaan dihatinya.
''Sayang tolongin perih''.pinta Nik dengan nada memohon.
Niel dan Zoya langsung membawa Nik menuju dapur karna tempat itu yang paling dekat.
''Byur''.
Panik''.ini lah hasilnya, tampa pikir panjang Zoya langsung menyiramkan wajah laki-laki itu dengan air yang iya temukan dimangkok kecil yang ada ditempat pencucian piring
''Aaarrrggg''.bukannya membaik Nik malah semakin histris.
''Bunda kenapa menyiramkan Papa dengan air pencuci cabe''?.
Ya Allah Zoya langsung ketar-ketir saat menyadari kesalahannya.apa lagi melihat tatapan marah putranya itu.
Tampa berbicara lagi Zoya langsung menarik tubuh tegap Nik menuju Wastafel.kemudian membersihkan wajah Nik yang terlihat sudah pasrah tampa bisa melakukan apa-apa''?..
''Masih perih''?.tanya Zoya setelah membersihkan wajah Nik dari saos yang menempel.
Untung saja saosnya tidak terlalu banyak, coba kalau banyak''?.. entah lah apa jadinya Nik''?..
''Sudah lumayan''.lirihnya merasakan wajahnya sudah tidak separah tadi.
''Sini sayang sama Papa''.Nik langsung meraih tubuh putranya untuk mendekat saat melihat wajah tegang dan kawatir yang ditunjukkan putra tampannya itu.
''Pangil Papa sekali lagi sayang''.pinta Nik dengan penuh harap.bahkan kini laki-laki itu berjongkok tepat didepan putranya.
''Papa''.lirih Niel dengan wajah malu-malu.
''Grep''.
Nik langsung memeluk tubuh putranya dengan linagan air mata.
''Makasih sayang''.lirihnya masih terisak. bahkan Zoya dan Ana yang tak jauh dari sana juga ikut menangis.
"Semoga ini adalah awal kebahagiaan untuk kami".batin Zoya berdoa sambil menatap keduanya dengan penuh haru.
Semua manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan. iya berharap kini Nik benar-benar berubah dan menyayangi putranya dengan tulus, iya juga berharap Nik bisa mencintai dirinya dengan tulus juga. karna dirinya juga akan mencoba mencintai Papa dari putranya itu,dengan segenap jiwa dan kemampuannya mencintai makhluk cuptaan allah.
"Kriuk".
__ADS_1
Bunyi cacing yang minta diisi yang berasal dari perut Niel membuat semua orang tertawa lepas.momen yang tadinya mengharu biru kini berumah menjadi momen yang lucu dan mengemaskan.
"Apa kau lapar"?.tanya Nik sambil melepas pelukannya pada tubuh mungil Niel.
"He..he..iya".lirihnya sambil menganguk malu.
"Ya sudah ayo kita makan".Nik langsung mengangkat tubuh putranya dan membawanya menuju meja makan.
"Apa kau masih punya sambal"?tanya Nik sambil menatap Ana yang kini sudah mulai menunduk takut, saat menyadari kini akan tiba giliran dirinya yang akan dihamimi.
Hanya karna perkara sambal saos super pedas.
"Maaf".lirihnya takut dan masih terus menunduk bahkan iya sama sekali tidak mampu mengangkat wajahnya.
Jemari tangannya hanya mampu meremas jemarinya sendiri dengan gemetar.
"Tak apa, aku hanya ingin berterima kasih padamu".
Perlahan Ana mengankat kepalanya, sambil menatap Nik heran.apa maksudnya laki-laki ini berterimakasih"?.bukankah dirinya baru saja membuat laki-laki itu hampir buta.lalu kenapa Nik malah berterima kasih padanya"?.
"Maksudnya"?.Ana wanita yang sulit untuk menekan rasa penasarannya itu langsung saja bertanya.
''Yah''. aku berterima kasih padamu karna berkat kau putraku mau memangilku Papa''.
''Oh''.Ana hanya menjawab dengan ber Oh ria.
''Sayang mau makan pakai apa Nak''?.Nik bertanya pada putranya dengan nada lembut.
''Ayam goreng Pa''.Nik mangernyit kenapa putranya itu sangat suka sekali ayam goreng.apa kah putranya itu titisan kartun berkepala botak yang disebut upin dan ipin''?.
''Dia memang sangat menyukai ayam goreng''.lirih Zoya menjawab pertanyaan Nik yang berhalusinasi jika putranya korban upin dan ipin.
''Hem''.baiklah ku pikir putra kita korban dari kartun upin dan ipin''.celetuk Nik membuat Ana menahan tawanya.
Ana tak menyangka ternyata laki-laki menyeramkan seperti Nik bisa humoris juga''!!! dirinya pikir Nik hanya bisa membunuh dan mengancam saja.ternyata laki-laki itu juga punya sisi kelembutan.
Makan malam akhirnya berlangsung dengan hangat.
Hinga saat tidur disitulah Zoya merasa bingung dimana dirinya akan menempatkan Nik tidur''??..
πΉπΉπΉπΉ
Mohon dukungannya Like vote hadiah and komen.
Makasih.
Mohon kritik dan saran yang mendukung
Yuk mampir juga dinovel outhor yang lainπππ
__ADS_1
Tbc.