
Selamat membaca.
''Ada apa''?.raut wajah Nik sudah berubah kawatir,dengan cepat iya berlari keluar dari ruagannya dengan tubuh bergetar takut.
"Ada apa Dokter''?..
''Maaf Pak, tadi ada seseorang yang mendatangi ruangan saya,dia meminta saya untuk memberikan surat izin untuk pemindahkan tuan muda Niel. apa itu benar Bapak yang meminta''.?
''Dimana orangnya''?.panik. laki-laki itu bahkan dengan cepat berlari menuju ruagan putranya, tak lupa Nik memakai pakaian khusus dan masuk kedalamnya.
Matanya menyusuri seluruh isi kamar untuk memastikan bahwa putranya baik-baik saja.
''Dret..dret..dret''.
Telfon yang ada disaku jasnya berdering.
''Siapa ini''?..lirih Nik saat melihat nomor yang sama sekali tidak iya kenal. perlahan kakinya melangkah keluar dari ruagan dan mengangkat telfon asing itu.
π±''Hallo''.jawabnya setelah telfon berhasil terhubung.
Terdengar tawa menggelegar dari seberang sana, membuat Nik mengeram kesal.tangannya terkepal kuat dengan gigi yang bergemeluk menahan amarah.
π±''Apa mau mu iblis''? ...garamnya kuat hingga semua yang ada disana kini menatap kearahnya.
π±''Ha..ha..''.lagi-lagi terdengar suara tawa mengelegar dari seberang sana.''Aku ingin hidupmu menderita''.
''Tut..tut..tut''.
''Bangsat''.
''Pyar''.
Smartpthone yang awalnya masih utuh kini bahkan sudah berserakan diatas lantai rumah sakit.
''Aaarrrggg''.geram Nik dengan nada frustasi.kini laki-laki itu mendaratkan bokongnya dikursi tunggu sambil menutup wajahnya penuh emosi dan rasa kawatir yang besar.
__ADS_1
Tepatnya Nik bukan menghawatirkan keselamatan dirinya, melainkan do'i memikirkan keselamatan zoya dan juga putranya yang kini sedang terancam.
''Ada apa Tuan''?.tanya Jona saat mendengar suara brisik dari diluar ruagan.
''Kita harus bertindak secepatnya, jika tidak mereka akan bertindak semena-mena dan mengangap kita lemah''.
''Sebentar Tuan.saya rasa itu hanya akal-akalan mereka saja untuk mengecoh kita, lebih baik kita biarkan mereka lenggah terlebih dahulu,aku takut jika kita gegabah itu akan membuat semuanya semakin runyam''.
Nik menarik nafasnya panjang.apa yang dikatakan Jona ada benarnya,iya tidak boleh gegabah untuk melawan manusia bejat seperti ini, dirinya harus bisa sabar dan mengatur berbagai strategi.
Malam itu semuanya terlewatkan dengan tanang, meskipun tadi sedikit ada kericuhan.kedua orang tua Zoya Nik minta untuk pulang mengingat kesehatan ibu Zoya belum terlalu pulih.lagi pula disini banyak pengawal yang menjaga.
Sementara Rara wanita itu diminta Nik untuk menjaga Zoya karna setelah siuman Zoya akan histris jika melihat Nik,wanita itu akan mengamuk jika Nik mendekatinya.
Semalaman penuh Nik hanya duduk termangu dikursi tunggu,sesekali iya mengintip dikamar perawatan putranya, kadang iya juga melihat kondisi Zoya,untuk memastikan jika wanita itu tidak lagi brontak untuk bertemu Niel.
Subuh menjelang.
''Tuan kau pulanglah dulu aku yang akan berjaga disini ''.
''Astaga tuan, kau ini kenapa susah sekali dikasi tau,apa kau sudah mandi dari kemeren''?..
Nik mengeleng lemah.
''Apa kau sudah menganti pakaianmu dari semalam''?.
Nik kembali mengeleng.
''Apa kau tau kau itu sangat bau''?..
Nik spontan mengendus tubuhnya kemudian mendelik kearah Jona.
''Setan kau Jona, aku tidak sebau itu''.ketusnya sambil menendang kaki Jona,namun dengan cepat laki-laki itu mengelak dan tergelak melihat kekesalan diwajah bosnya itu.
"Cepat pulang kau membuat kepalaku pusing''.
__ADS_1
''Iya tapi ingat jagan sampai terjadi suatu pada putraku dan juga Zoya,jika itu sampai terjadi aku pastikan kau akan kubunuh dengan tanganku sendiri''.
''Idih ngancem,sudah sana''.akhirnya dengan berat hati Nik bangkit berdiri dan melangkah untuk melihat putranya terlebih dahulu.setelahnya iya mengintip Zoya dibalik kaca jendela ruang perawatan,sejurus kemudian iya langsung melangkah pergi.
Nik dengan cepat memanggil taksi untuk menuju kediamannya, karna memang dirinya tidak membawa mobil kemaren.lagi pula dengan kondisi tubuhnya yang lelah dan juga mengantuk akan sangat berbahaya jika dirinya menyetir mobil sendiri.
Sepanjang perjalanan menuju pulang kerumah iya mencoba untuk memejamkan matanya yang begitu berat,karna semalaman laki-laki itu tidak tidur sama sekali.
''Tuan kita sudah sampai''.
''Eehh...udah sampai ya Pak''?.astaga ternyata disepanjang perjalanan laki-laki itu terlelap dalam tidurnya.
''Iya Tuan''.
Setelahnya Nik melangkah keluar dari mobil, tak lupa doi membayar onkos taksi terlebih dahulu.
Langkahnya lungkai menuju kediamannya yang mewah bak istana, namun terasa suram dan sunyi.
Saat masuk kedalam rumah Nik dengan cepat menuju kamar mandi, doi mandi dengan tergesa-gesa .setelahnya Nik langsung duduk diatas tempat tidur laki-laki itu mambaringkan tubuhnya berniat meluruskan tubuhnya sejenak.lelah yang mendera membuat Nik terlelap dalam tidurnya.
''Dret..dret..dret''.
Suara deringan telfon rumah yang ada dikamarnya membuat Nik terlonjak kaget.
''Asataga sudah sore''. gumamnya dengan wajah terkejut.
''****''.
''Ada apa kau menghubungiku lagi bajingan''?.
π₯π₯π₯π₯
...Mohon dukungannya like vote hadiah and komen...
Tbc.
__ADS_1