Dendam Berujung Penyesalan

Dendam Berujung Penyesalan
par 62


__ADS_3

Setelah mendapatkan telfon dari nomor yang tidak dikenal, Nik dengan cepat mengenakan pakaian,kemudian membuka laci dan meraih senpi kesayangannya yang selalu iya simpan dengan baik.setelah selesai Nik berlari dengan tergesa-gesa menuruni tangga. bahkan sesekali laki-laki itu hampir terjatuh kebawah, namun dengan cepat iya bisa mengimbangi langkah kakinya kembali.


Matanya memerah rahangnya mengeras.sudut mata laki-laki itu terlihat berair iya benar-benar kalap, saat ini hatinya serbasalah, seorang penelfon misterius mengatakan jika mereka akan mengahabisi siapa pun yang ada disekitar Nik.terutama putranya dan juga Zoya.


Sangking panik dan emosi,membuat Nik mengendarai Mobil dengan kecepatan penuh.


Berkali-kali iya mengumpat kesal saat pengendara lain menghalangi jalannya.


Saat sampai diparkiran rumah sakit, Nik langsung memarkirkan mobilnya disembarangan tempat.bahkan laki-laki itu tidak perduli dengan panggilan tukang parkir yang memintanya untuk memindahkan mobil.


''Jona mana putraku''?.Nik langsung menerobos masuk diantara kerumunan anak buahnya, namun anehnya mereka hanya diam saja bahkan terlihat masih santai seperti tidak ada masalah.


''Tuan Niel ada didalam tuan, memangnya ada apa''?.


''Tak apa''.lirih iya menjawab kemudian berlari menuju ruagannya Zoya.


''Jona''.


''Iya tuan''.


''Suruh Gondrong membawa penghulu kemari''.


''Untuk apa tuan''?.Jona bertanya dengan wajah binggung.


''Kau lakukan saja Jona, jangan banyak bertanya, kau mau kepalamu ku pecahkan''?.entah apa yang dibicarakan laki-laki yang menelfon Nik tadi"?.. sehingga laki-laki itu nekat ingin menikahi Zoya sore itu juga.


Jona dengan cepat meminta Gondrong melakukan tugasnya, sementara Nik melangkahkan kakinya menuju rumah orang tua Zoya,entah apa yang ingin iya katakan"? yang jelas intinya Nik ingin meminta restu.


Setelah mendapatkan restu bahkan laki-laki itu bersedia menjadi wali untuk pernikahan putrinya.bukan tampa alasan laki-laki paruh baya itu melakukannya.


Tepat pukul tujuh malam semuanya sudah berkumpul dirumah sakit dan siap melakukan ijap kobul.


Hanya butuh satu tarikan nafas kini Nik dan Zoya sudah sah menjadi pasangan suami istri. bahkan kedua orang tua Zoya berusaha membujuk putrinya dengan berbagai alasan.hingga wanita muda yang masih lemah itu mau melakukannya.


''Aku ingin menemui putraku''.kata yang pertama diucapkan Zoya membuat semua orang menoleh padanya.


Nik yang kini ada disana dengan cepat mengangukkan kepalanya dan membantu istrinya untuk duduk diatas kursi roda.berkali-kali wanita itu menolak,namun bukan Nik namanya jika tidak bisa melakukan apa yang iya mau.


Zoya istrinya sekarang,dan mulai detik ini iya berjanji akan melindungi wanita itu meskipun nyawa taruhannya.


''Niel''?..Zoya wanita itu kini sudah sesegukan saat masih berada diambang pintu ruangan putranya.


''Sayang''?..Zoya tidak perduli dengan panggilan Nik, iya benar-benar menyesal sudah mau mengikuti Nik kejakarta. harusnya iya tidak mengikuti laki-laki ini''.lalu bagai mana caranya dia akan pergi dari Nik lagi''???. jika kenyataannya iya sekarang adalah istri dari laki-laki itu,Nik benar-benar licik.


''Sayang bangun Nak,ini Bunda''.lirihnya dengan suara sesegukan.


Sementara Nik yang selalu ada didekat Zoya ikut meneteskan air mata, bukan maunya memaksa Zoya menikah dengannya, namun ancaman dari seseorang membuatnya nekat melakukan itu semua,laki-laki itu mengatakan akan merebut Zoya darinya dan akan menghabisi putranya apa pun caranya,mereka mengatakan iya tidak akan pernah bisa melihat Nik bahagia.dengan cara apa pun laki-laki itu akan menghancurkan hidupnya.


Ada atau tidaknya Zoya disamping Nik mereka akan tetap mengincar wanita itu.bahkan laki-laki itu mengetahui dimana Zoya selama ini,itu lah yang membuat Nik nekat menikahi Zoya hari ini juga, meskipun wanita itu masih marah dan membenci dirinya. tapi Nik tidak perduli,dirinya lebih baik dibenci dari pada harus kehilangan orang yang iya sayangi saat ini bahkan untuk selamanya.


''Bangun Nak''! ini Bunda sayang,ayo bangun Nak "!!..Bunda janji akan membawamu pergi jauh Nak''. bangun lah sayang''.


Nik tersentak mendengarkan penuturan Zoya yang masih ingin meninggalkan dirinya.


''Zoya''.entah kenapa pisik wanita itu menjadi lemah saat putranya tersakiti,bahkan kini istrinya itu kembali pingsan.


''Bangun sayang''.Nik mencoba membagunkan wanita yang baru saja menjadi istrinya itu, jemarinya menepuk lembut pipi Zoya .namun wanita itu tetap engan untuk membuka matanya.


''Jona tolong panggilkan Dokter''.


''Baik tuan''.


''Zoya kenapa Nak''?.


''Entah lah Buy Zoya akan sangat lemah jika sudah berhubungan dengan putranya''.jawab Nik sambil mengangkat istrinya menuju ruangan perawatan.


Selang beberapa saat dokter masuk kedalam ruangan Zoya.


''Ada apa dengan istri saya Dokter"?. kenapa dia selalu pingsan''?.panik Nik sambil terus mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


''Istri bapak tidak apa-apa, dia hanya butuh istirahat dan usahakan jangan terlalu banyak pikiran,karna sepertinya istri bapak terlalu tertekan dan banyaknya beban pikiran hingga menyebabkan kondisinya drop dan ya''?. jadilah begini''.


''Tuan mau kemana''?.tanya Jona saat melihat bosnya itu keluar dari ruangan Zoya sesaat setelah sang Dokter keluar.


''Aku akan kemarkas sekarang''.


''Apa kau mau ikut''?.


''Baik lah,ayo''.


Akhirnya kedua laki-laki tampan namun kejam itu melangkah beriringan menuju parkiran rumah sakit.setelah memastikan penjagaan untuk putra dan istrinya aman.sementara mertuanya sudah pulang beberapa saat yang lalu setelah keduanya melihat cucunya yang masih belum sadarkan diri.


''Kenapa kau menikahi Zoya dengan tergesa-gesa''?.akhirnya Jona sudah tidak tahan lagi untuk menanyakan apa yang sedari tadi mengangu pikirannya.


''Aku diancam Jona, entah siapa lagi iblis Yang ingin menghancurkan hidupku''. iya mengancam akan membawa Zoya jauh dariku untuk selama-lamanya.aku tentu tak mau itu terjadi,itu lah sebabnya aku berniat menikahinya agar aku bisa menjaga wanita itu lebih ketat.kau tau kan Zoya adalah wanita yang sangat keras kepala''?.Jona menganguk. Zoya sama persis seperti istrinya yang juga keras kepala.


''Dia tidak akan mau terus bersamaku jika tidak aku nikahi.kau tau "?.tadi saja dia masih berniat kabur dariku,aku binggung harus bagai mana untuk menghadapi masalah ini''?.musuhku akan sangat gampang mempengaruhi istriku jika mereka tau Zoya kini sudah tak lagi menurut padaku ''.Nik menarik nafasnya panjang.


''Aku akan menghabisi laki-laki itu secepatnya, agar keluargaku aman dan tidak ada pengacau lagi,seharusnya aku memecahkan kepala situa bangka itu saat itu juga bodohnya aku masih mengampuninya''.


''Kau tenang lah, semua pasti ada jalannya''.Nik hanya menganguk.


Jona kemudian keluar dan membuka pintu mobil untuk bosnya, sejurus kemudian keduanya melangkah menuju markas.


''Selamat Malam tuan''.semua anak buah yang berjaga disana menundukkan kepalanya memberi hormat.


Ruangan gelap dengan bau busuk menyeruak saat Nik memasuki markas tempat penyekapan. saat laki-laki itu masuk kedalam markas lampu langsung dihidupkan.


Sebuah pisau kesayangan Nik yang selalu iya gunakan untuk menyiksa musuh kini sudah ada ditagannya.


''Bagunkan dia,aku tak suka menyiksa tawanan dalam keadaan tak sadarkan diri''.pintanya dengan seringai menyeramkan.


''Byur''.


Laki-laki yang awalnya pingsan kini mulai sadar dan terbatuk-batuk, karna air yang disiram dengan kasar tepat diwajahnya.


''Siapa yang menyuruhmu melukai putraku''?.Nik bertanya sambil melangkah mendekati laki-laki itu.entah kenapa otaknya mulai berpikir jika musuhnya bukan hanya Baskoro.


Bukannya menjawab laki-laki itu malah tertawa lepas seperti orang gila.


''Katakan siapa yang memintamu mencelakai putraku''.satu goresan pisau sudah terlukis diwajah laki-laki itu membuatnya menjerit menahan sakit.


''Ha..ha''.


Meskipun sakit tapi laki-laki itu masih berusaha untuk tertawa.


''Jona''.


''Iya Tuan''.


''Ambilkan aku jeruk Jona''.


Laki-laki yang awalnya tertawa lepas kini mulai bergidik ngeri.


''Katakan siapa yang sudah memintamu untuk menghabisi putraku''?.Nik menyeringai iblis dengan tangan yang terus bergerak-gerak menyusuri wajah laki-laki itu.hingga kini darah segar membasahi wajah yang awalnya putih kini berubah menjadi merah.


''Cih''.aku tak akan mau mengatakannya''.


''Ok baiklah,mana Jeruknya Jona''?.Nik menegadahkan tagannya meminta Jone menyerahkan jeruk yang iya inginkan.


''Ini Tuan''.


''Tolong-tolong jangan''.tak bisa iya bayangkan bagai mana perihnya luka yang digoreskan laki-laki pisikopat didepannya ini.apabila disiram dengan jeruk.iya lebih baik mati dari pada harus disiksa seperti ini.


''Tolong ku mohon jangan''.pintanya dengan tubuh bergetar ketakutan.


''Katakan''?..


''Tidak akan''. aku lebih baik mati dari pada harus mengatakannya padamu''.

__ADS_1


''Cih''.kau tidak akan semuda itu mati,sebelum aku mendapatkan apa yang aku mau''.


''Aaaarrrggg''.


Jeritan pilu melengking kala Nik memeraskan air jeruk tepat diluka yang mengaga dengan darah yang terus mengalir.


''Ha..ha..ha''..Kini bukan lagi laki-laki yang sedang diikat itu yang tertawa, melainkan Nik yang kini tertawa lepas bak seperti orang gila.


Laki-laki yang pernah ingin insaf itu sepertinya akan kembali lagi kewujutnya semula, hanya karna hidupnya yang selalu terancam.


''Ampun kumohon jangan''.lirihnya dengan tangan bergetar menahan perih.


''Katakan''.


''Aku tak tau pasti siapa yang menyuruhku.karna aku hanya dihubungi melalui telfon dan upahku mereka tranfer''.


''Tidak-tidak kumohon jangan, ampuni aku.aku terpaksa melakukan ini semua karna aku membutuhkan uang untuk pengobatan ibuku.ku mohon percayalah padaku''.Nik menatap lekat laki-laki yang kini memohon dengan air mata yang berlinang.


''Mana nomornya''?.


''Ada didalam henfonku''.


''Mana Hendfone mu?.


''Ini tuan''.ternyata Jona sudah mengamankan telfon laki-laki yang hampir saja merengut nyawa putranya.


''Kenapa tidak bisa dihubungi''?.


''Aku tidak tau,bahkan upahku masih separuh lagi belum iya bayar,tolong aku,ibuku ada ditangannya. ku mohon tolong selamatkan ibuku''.


''Cih kau pikir kau siapa''?. malah menyuruhku seenak jidatmu''.ketus Nik masih terus berusaha menghubungi nomor yang sama sekali tidak bisa iya hibungi.namun iya yakin pelaku penembakan itu sama persis dengan laki-laki yang selalu menelfon dirinya.


''Urus dia aku tak mau dia mati sekarang''.


''Baik tuan''.


''Jona''.


''Iya Tuan''.


''Tolong kau lacak nomor ini ''.


''Baik tuan''.


''Dret..dret''.


Smartphone yang ada dikantong celana Jona bergetar. dengan cepat laki-laki itu mengangkatnya.


πŸ“±''Ada apa''?.


πŸ“±''Apa''?.


πŸ“±''Bodoh sekali kalian''.


''Ada apa Jona''?.karna Jona tak menjawab akhirnya dengan cepat Nik meraih smartphone yang ada ditagan Jona''.


πŸ“±''Ada apa''?.


πŸ“±''Tuan Nona Zoya kabur''.terdengar jawaban yang sangat tidak diharapkan oleh Nik. membuat laki-laki itu mengeram kesal, iya yakin Zoya bukan kabur melainkan diculik.


Siapa musuhku sebenarnya sekarang''?.


πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen makasih.


Mohon kritik dan saran yang mendukung.πŸ™πŸ™πŸ™


Tbc.

__ADS_1


Entah apa yang disampaikan anak buahnya yang jelas kini hati Nik maupun Jona benar-benar kawatir.


__ADS_2