Dendam Berujung Penyesalan

Dendam Berujung Penyesalan
apar17


__ADS_3

Sudah sejak lama Zoya berencana, jika suatu saat dirinya akan pergi dari sini,iya juga sudah menabung sejak lama semenjak dirinya bekerja dirumah ini sebagai Art.iya ingin bahagia hidup bersama putranya meskipun hidup sederhana.iya berjanji akan berjuang demi putranya, agar putra semata wayangnya itu bahagia.


''Ayo ikut sama Bunda''?.


''No''. Bunda Niel ingin keluar''.


''Niel jangan kesana Nak''.Zoya panik saat Niel berlari menuju gerbang utama


''Niel sayang kamu mau kemana Na''???.


''Bruk''.


Zoya tak lagi bisa berbicara,saat tubuh kecil Niel menabrak seseorang yang paling Zoya hindari.tubuhnya membeku. apa yang harus iya lakukan sekarang''?.. akan kah Nik serius dengan ucapannya dulu''?..apa mungkin Nik tega membunuh darah dagingnya sendiri''?..


''Maaf Paman, Niel tak sengaja''.


''Deg''.


Nik menatap bocah empat tahun didepannya dengan tatapan yang susah diartikan.kemudian pandagannya beralih pada tangan bocah kecil itu yang sedikit tergores.hati kecilnya merasa terusik. namun dengan cepat iya menepisnya.bahkan laki-laki itu hanya menatap bocah kecil itu tampa mau membantu atau pun bertanya.


Disitulah hati seorang Ibu dihancur-kan sehancur-hancurnya, melihat ayah dari putranya sama sekali tidak menoleh sedikitpun pada darah dagingnya sendiri.


''Mohon maaf tuan.anak sayang sudah lancang, menginjakkan kakinya disini''.Zoya datang dengan terus menunduk tanpa mau menatap wajah laki-laki yang mungkin mulai saat ini sangat iya benci.


''Ayo sayang.kita pergi Nak''?..


''Tidak Bunda,Niel mau keluar.Niel mau melihat pemandagan diluar Bunda''.Niel terus memberontak bahkan bocah laki-laki itu kini sudah menangis meraung-raung.


''Ayo lah Nak''??. tolong mengertilah sayang,ayo kita pergi''.Zoya yang melihat kerapuhan dan kesedihan putranya juga ikut menangis.

__ADS_1


''Ayo Bos''.Jona yang baru saja datang langsung terdiam saat melihat putra dari Bosnya itu kini berdiri tepat didepan ayah kandungnya sendiri.


Entah kenapa hatinya sedih melihat kejadian yang kini sedang berlangsung didepan matanya.


''Ayo''.Akhirnya Nik melangkah tanpa perduli dengan keadaan sekitarnya.


Lagi-lagi hal itu membuat Zoya sakit hati dan sedih.


''Paman''.Niel yang menagis malah ikut berlari saat melihat Nik akan pergi keluar rumah.


''Niel''.tubuh Zoya langsung lemes. bahkan wanita itu kini sudah berlimpuh diaspal tepat didepan rumah utama menuju gerbang.


"Paman boleh kah aku ikut dengan mu"?..pinta Niel dengan wajah penuh harap.


"Pergilah".


"Paman tolong izinkan Niel melihat keluar sebentar saja"?.pintanya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Melihat itu semua Zoya langsung berlari menghampiri putranya.


''Niel ikut Bunda Nak"?.pintanya dengan nada memohon.


"Niel mau keluar Bunda".


"Jika kau tak bisa mendidik putra mu, biar aku yang mendidiknya dengan caraku''.


''Tidak tuan, ku mohon jangan''.pinta Zoya dengan nada bergetar.iya tak akan mungkin membiarkan putranya disiksa oleh Papanya sendiri.


''Bawa putramu pergi atau aku akan menendangnya dijalanan''.

__ADS_1


''Ba.ba..ik...tuan''.


''Ayo sayang,kita pergi. tempat mu bukan disini Nak''.tampa menunggu persetujuan putranya Zoya langsung mengendong Niel, meskipun bocah itu terus saja berontak minta dilepas.


''Niel dengarkan Bunda Nak''.Zoya menarik wajah putranya dengan telapak tangannya dengan tatapan sendu.


''Bunda berjanji Nak, tak lama lagi Bunda akan membawa Niel pergi dari sini,sekarang dengarkan Bunda,Niel jangan dekat-dekat lagi sama Paman yang tadi. dia tidak sederajat dengan kita.Dia orang kaya. sementara kita''?..


''Kita hanya pembantu Nak,Niel ngerti sekarang''?.


Niel mulai mengganguk kemudian bersuara.


'' Bunda janji akan membawa Niel keluar''?..


''Janji sayang,tapi jangan bilang-bilang sama orang ya sayang, Ini rahasia kita, Ok''?..


''Ok Bunda''.Niel menyambut kelingking Bundanya dengan senyum yang tulus.


Membuat Zoya langsung menarik tubuh putranya kedalam pelukan.


"*Maafkan Bunda sayang,selama ini Bunda pikir Papamu akan luluh setelah melihat mu,meskipun Bunda tidak pernah berani untuk menampakkanmu didepannya.tapi hari ini Bunda sudah memastikan segalanya,bahwa Ayah kandungmu benar-benar tak mengangap keberadaan mu sayang".


"Bunda berjanji akan membahagiakan mu Nak''.batin Zoya dengan air mata yang terus menetes.


🌹🌹🌹🌹


Tetap semagat Zoya, hempaskan Nik,siculun bodoh itu.


Jangan lupa like vote hadiah and komen makasih.

__ADS_1


Bay..bay.😍😍😍


Tbc.


__ADS_2