Dendam Berujung Penyesalan

Dendam Berujung Penyesalan
par31


__ADS_3

''Kau mau membawaku kemana''?.Nik langsung panik saat mobil yang dikendarai Jona tak mengarah kerumah miliknya.


''Ck''.kau ini''!.aku hanya akan membawamu kerumah sakit''.


''Ayo lah''.aku tak selemah itu, bawa aku pulang saja''.pintanya dengan nada sok kuat.


''Bilang saja kalau kau takut jarum suntik''.seru Jona terus saja melajukan mobilnya.


''Idih''. siapa bilang''?. jarum sebesar tinju pun aku tak takut''.


''Yakin''?..Jona bertanya sambil menahan tawanya.kerna dirinya tau Nik paling takut dengan jarum suntik.


''Ck yakin''.Nik menjawab dengan nada malas.sambil membuang mukanya kesamping.


Semantara Jona langsung melajukan mobilnya dirumah sakit.


''Eh kau benaran membawaku kesini''?


''Kau lihat sendiri ''.gumam Jona sambil membantu Nik untuk turun dari mobil.


''Antar aku pulang Jona brensek''.hardiknya kesal.bahkan kakinya berusaha untuk menapak namun karna sakit, membuatnya hanya mampu mengikuti Jona yang menuntunnya.


''Ayo lah''. kau mau kaki mu diamputasi gara-gara kelamaan ntu peluru dikaki mu''?.


Nik terlihat seperti berpikir. tampa iya sadari kini kaki yang satunya mengikuti kaki Jona yang melangkah menuju ruagan IGD.


''Tolong teman saya Dok''?.


''Eh lu''?.kaget sudah pasti karna sekarang tiba-tiba dirinya sudah ada diruagan IGD.

__ADS_1


''Tolong segera bawa keruagan operasi''.Dokter muda itu langsung memerintahakan perawat untuk membawa Nik keruagan operasi.


''Eeh kau''.


''Awas kau nanti Jona sialan''.Nik langsung panik bahkan kini tangannya sudah bergetar dan bibirnya sudah pucat.


Semenatara Jona hanya menahan tawanya melihat laki-laki sangar seperti Nik.takut dengan jarum suntik.


Andai musuh Nik tau pasti laki-laki tampan bertato ini sudah menjadi bahan tertawaan semua orang.


''Tolongin gue Jona''?.Nik terus memanggil mantan anak buahnya itu sementara dirinya kini sudah didorong diatas brangker oleh seorang perawat dan dibawa keruagan operasi.


''Bangsat Jona, awas saja kau''.gumamnya pelan setelah dirinya masuk kedalam ruagan operasi. beberapa saat kemudian iya pun tak sadarkan diri karna suntikan bius yang dokter berikan.


Setelah beberapa saat Jona menunggu terlihat seorang dokter keluar dari ruagan operasi.


''Bagai mana keadaan teman saya Dokter''?.


''Sebentar lagi akan dipindahkan keruagan perawatan''.sambung dokter itu lagi sambil menatap Jone dengan tersenyum.


''Oh''..sukurlah terima kasih Dokter".setelahnya Dokter yang menagani Nik langsung berlalu.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Dikota malang.


Terlihat dua orang wanita cantik sedang sibuk menata kursi untuk persiapan pembukaan Cafe.


Yah sudah sejak pagi Ana dan Zoya mengurus semua keperluan Cafe, mulai dari mencari ruko,pembayaran uang sewa, sampai membeli semua kebutuhan.mulai dari kursi dan beberapa alat yang memang diperlukan.tentunya atas bantuan Kei.karna baik Zoya mau pun Ana sama-sama tidak mengenal kota ini sama sekali. bahkan mereka juga sangat awam pengalaman untuk membuka usaha sendiri.

__ADS_1


Sementara Niel.bocah itu seperti mengerti jika hari ini Bundanya sibuk.putranya itu sangat baik dan tak pernah neko-neko, Niel hanya sibuk dengan mainan yang baru saja dibelikan Kei untuknya saat mereka berbelanja tadi pagi.


Namum sekarang laki-laki itu sudah pergi katanya do'i siang ini ada rapat penting.


"Haduh capek".Ana langsung terduduk didepan Niel yang kini sedang sibuk memainkan w.


"Tante capek"?.


"Iya sayang, capek banget,lapar juga".Ana berbicara sambil mengelus perutnya yang memang keroncongan.padahal tadi siang dirinya sudah makan.namun karna tenaganya yang terkuras habis. membuat perutnya keroncongan minta diisi kembali.


''Ya sudah sana belikan bakso. gue juga mau''.tiba-tiba Zoya juga ikut bergabung disana,menatap sahabatnya dengan senyum manis.


''Gue beli dimana''?.tanya Ana binggung.


''Itu''.Zoya berbicara sambil menunjuk penjual bakso keliling yang mangkal diseberang jalan tempat mereka membuka Cafe.


''Oh..ya sudahysini uangnya''.Ana segera meraih uang ratusan yang diberikan Zoya padanya, kemudian bangkit berdiri dan melangkah menuju pedagang bakso.


Disepanjang perjalanan wanita itu hanya memikirkan kehidupan mereka yang terbilang tak pernah mencicipi kata bahagia. bahkan kini mereka juga harus lari hinga sampai kekota ini.akankah mereka bisa mencapai kebahagiaan mereka disini''?.entahlah Ana tak tau bahkan sekarang dirinya hanya menyusahkan Zoya saja.bahkan saat ini iya sama sekali tak punya uang, karna gajinya kemeren tak sempat diambil.keburu mereka kabur kesini.


''Widih Abang baksonya tampan benar oy''!!.astaga Ana sekarang malah sibuk melihat pedagang bakso muda yang kini sedang sibuk meracik bumbu bakso untuk pembelinya.


''Mau pesan bakso Neng''?.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Mohon dukungannya plisπŸ™πŸ™


Like vote hadiah and komen makasih.

__ADS_1


Bay..bay..πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Tbc.


__ADS_2