
''Ayo makan Tuan''.pinta Jona saat melihat Nik yang baru keluar dari kamar rawat putranya.
''Aku tak lapar Jona, kau makan lah.ajak yang lainnya''.lirih Nik berbicara sambil mendaratkan bokongnya kembali dikursi tunggu.
''Tuan mau kemana lagi''?.tanya Jona saat Nik bangkit berdiri kembali dari duduknya.
''Aku mau keruagan Zoya''.jawabnya sambil melangkah menuju ruagan Zoya.
''Tapi tuan''!!.. kau makanlah walau pun sedikit. ini makanan untuk mu sudah ku belikan''.Jona berbicara sambil terus mengikuti langkah Nik.
''Aku tak lapar Jona, apa kau tidak mendengarkanku''?.bentak Nik sambil menatap Jona tajam.
''Terserah kau saja Tuan. tapi jika kau sakit jangan menyusahkan ku.kau akan sakit,putramu juga sakit,Zoya juga sakit. lalu siapa yang akan menjaga Putra anda"?..kau pikir kau ini robot''?.kesal sekali rasanya Jona melihat laki-laki keras kepala didepannya.sedih boleh,kawatir juga boleh, tapi kalau kekawatiran itu membuat kita menjadi bodoh. bukankah itu nantinya akan menambah masalah''?.
''Baik lah mana makanannya''.Nik meraih bungkusan makanan yang disodorkan Jona padanya.kemudian melangkah menuju kamar tempat Zoya dirawat.
''Nik''!!..Ana yang sedari tadi tidak kemana-mana terlonjak kaget saat melihat Nik memasuki ruagan Zoya.
''Apa kau sudah makan''?tanya Nik pada Ana. namun matanya pokus menatap Zoya yang masih betah terpejam
''Belum''.jawab Ana singkat.sebenarnya sudah sedari tadi perutnya lapar,namun karna disini Zoya sendiri,akhirnya Ana memutuskan untuk menahan laparnya. meskipun perutnya sudah sangat perih dan keroncongan minta diisi.
Biarlah iya kelaparan, karna meninggalkan Zoya sendirian dalam keadaan seperti ini itu bukanlah keputusan yang tepat.
''Ini makan lah''.
''Tapi''.
''Ini banyak. kita bagi saja atau jika kau mau pergilah kekantin rumah sakit.ini uang untuk mu''.
Akhirnya Ana memilih uang yang diberikan Nik.namun wanita itu tidak mengambil semunya karna uang yang diberikan Nik lumayan banyak. Ana bukan lah tipe wanita yang matre.
Ana hanya mengambil selembarnya saja, setelahnya wanita itu berpamitan menuju kantin.iya tidak mungkin makan berdua dengan Nik,karna itu sangat tidak baik untuk jantungnya yang selalu ketar-ketir ketakutan bila berdekatan dengan seorang Nikholas.
Sampai dikantin Ana memesan satu porsi soto beserta nasinya.
Setelah pesanan datang Ana memakannya dengan lahap,karna perutnya sudah benar-benar lapar.
''Hey kau lapar sekali ya''?..
''Uhuk...uhuk''..
Ana langsung terbatuk-batuk saat menyadari siapa yang duduk disebelahnya sekarang.
__ADS_1
''Makanya kalau makan itu hati-hati'' Aldi berbicara sambil menyodorkan satu gekas air putih.
''Itu semua gara-gara lho ''.ketus Ana menjawab sambil mendelik menatap Aldi sekilas, kemudian kembali pokus pada makanannya.
Sungguh Ana malas melayani cinta pertamanya ini, dan sekarang cinta itu bahkan sudah kandas akibat diPhpin laki-laki yang sok kecakepan ini.
''Kenapa gara-gara gue''?..Aldi bertanya dengan mata yang menyipit heran. bahkan laki-laki itu meringis ngeri saat melihat Ana memasukan satu sendok penuh nasi kedalam mulutnya.
''Lah kan lu yang ngagetin gue, makanya gue keselek, peak lu''?..kesalnya mengomel dengan mulut yang masih penuh.
''Iya deh gue salah'Oh ya An malam ini jalan yuk sama gue''??..
''Uhuk..uhuk..uhuk''.
Ana lagi-lagi tersedak sambil memukul-mukul dadanya sang sakit.
"Kuarang ajar nie laki-laki,mau apa lagi dia"?.. apa setelah ditolak Zoya dia mau mungut gue kembali".ogah gue. lu pikir gue barang bekas"!!.. bisa dibuang dan dipunggut sesuka lu".batin Ana dalam hati. sambil terus menghabiskan makannya .setelahnya iya melenggang pergi .tak lupa iya membayar dulu makannya.
"An tunggu An".Aldi terus saja mengejar Ana, bahkan iya juga memanggil-manggil wanita itu namun Ana seolah-olah tuli dan terus saja melangkah.
"Hiks..hiks...hiks".
Langkah Ana terhenti didepan pintu kamar perawatan Zoya. saat iya mendengarkan suara tangisan yang membuatnya mengintip dicela pintu yang sedikit terbuka.
"Maafkan aku Zo,aku janji setelah ini akan memperbaiki semuanya,inilah alasanku untuk tidak mendakati kalian selama ini Zo,karna aku takut kalian akan terluka jika ada didekatku,bukan karna aku tidak menyayangi kalain, tapi kejadian dimasa laluku yang selalu menghantui pikiranku,disetiap langkahku. hinga aku takut untuk memulai sebuah hubungan".
"Namun dendam dimasa lalu membuat hidupku menjadi begini. menyesal itu pasti. tapi apa yang bisa aku lakukan dendam ini bukan aku yang memulai, tapi kedua orang tuaku yang menaburnya.aku tidak menyalahkan mereka, tapi aku menyalahkan takdir burukku selama ini.aku anak diluar nikah Zo dan aku juga membuatmu memiliki anak haram".Nik terus berbicara sendiri sekali-kali terlihat laki-laki itu menarik rambutnya frustasi.
"Hey apa yang kau lakukan"!!!..
"Kau bisa diam tidak bacot".kesal sekali Ana saat melihat lagi-lagi Aldi mengikuti langkahnya.
Ana kembali mengintip didalam namun sepertinya Nik sudah menyadari kehadiran dirinya, karna jelas terlihat, laki-laki itu sudah tidak ada lagi disana mungkin Nik kekamar mandi sekarang, itu pikir Ana.
"Ayo ikut aku, apa kau tak ingin mandi kau ini bau tau ngak"?.celetuk Aldi membuat Ana semakin kesal.
"Apa gue nyuruh lho ngikutin gue "?.apa gue nyuruh Lho nyium gue"?.
"Engak".jawab Aldi polos.
"Lah".trus apa masalah lho kalau gue ngak mandi"?.. pacar lho bukan, saudara juga bukan. ribet amat hudup lho"?.lagi-lagi Ana mengomel panjang lebar.dengan tatapan kesal dan jengah.
"Ya gue tau,tapi gue mau membawa lho jalan-jalan".
__ADS_1
"Ogah". malas gue jalan sama lu".ketus Ana ingin berbalik dan pergi. namun iya binggung harus pergi kemana"?. sementara disini doi tidak punya siapa-siapa apa lagi rumah.
"Apa kau ingin pulang"!. ayo kerumahku saja".
"Ogah malas gue. mending gue disini saja jadi gembel".cetuk Ana kesal.
Cukuplah sekali Ana berharap sama laki-laki yang satu ini,sungguh iya tak ingin berharap lagi apa pun itu.
"Ana mari pulang bersamaku".terlihat dari kejauhan Jona melangkah mendekati mereka membuat Ana bisa menarik nafasnya lega.
"Iya kak".Ana melangkah dengan cepat mendekati Jona.
"Kita mau pulang kemana Kak"?.
"Kerumah kedua orang tua Zoya. ayo istriku ada disana,kau pasti nyaman tinggal disana".
"An".panggil Aldi lagi namun sama sekali tidak diindahkan Ana.
π₯π₯π₯π₯
Sementara dirumah Rara tepatnya dirumah kedua orang tua Zoya.
"Kenapa Jona lama sekali sampainya"?.. bukan kah pesawat seharusnya sampai tadi siang"?.tanya Mama Zoya sambil menimang-nimang cucunya.
"Rara ngak tau Ma.tadi Rara telfon Mas Jona sama sekali tidak diangkat".
Karna cemas hinga akhirnya seharian mereka tidak menghidupkan televisi.itu lah penyebabnya keluarga ini tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.
"Ting tong".
Suara Bel berbunyi membuat Rara berlari menuju pintu.
"Kreek".
"Mas".lirihnya mengaga tak percaya dengan air mata yang berlinang saat melihat apa yang ada didepan matanya.
π₯π₯π₯π₯
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Mohon kritik dan saran yang mendukung.πππ
Yuk mampir dikarya outor yang lainπππ
__ADS_1
Tbc.