Dendam Berujung Penyesalan

Dendam Berujung Penyesalan
Sad Ending


__ADS_3

''Tuan sepertinya disana ada orang''?.kepalaku spontan menoleh saat Jeje mengatakan ada orang.


Dan benar saja, tak jauh dari tempatku dan Jeje berdiri aku melihat ada beberapa orang yang berlari didalam semak yang hanya disinari remang-remang cahaya rembulan.


''Sial mereka banyak sekali''?.umpatku kesal saat kulihat banyaknya orang-orang yang melangkah menuju semak belukar.kupikir mereka ada sekitar lima belas orang, jika kami menghadang mereka maka kami berdua akan menjadi mayat disini''.ah dasar aku ini kenapa menyerang musuh licik seperti ini


tak membawa anak buahku''?.


''Bagai mana Bos"?.mereka lumayan banyak. jika kita menghadapi mereka berdua saja maka kita akan mati sia-sia disini''?.aku hanya diam saja karna itu juga yang kini sedang diriku pikirkan.


''Sebentar''.pintaku yang langsung mencoba menghubungi Jona,namun sudah berkali-kali kucoba Hanya suara operator yang menjawab.


''Sial kenapa Hendphone Jona bodoh itu mati''?.aku jelas kesal bagai mana bisa disaat genting seperti ini Jona malah mematikan ponselnya''?


''Jeje kau coba balik kebelakang,kasi tau Jona jika aku ada disini,kau ingat jangan pernah matikan hendphone, karna nanti aku akan mengirimkan lokasiku padamu agar kalian gampang mencariku''.


''Baik Bos kalau begitu saya brangkat sekarang''.


''Iya hati-hati kau,nanti aku lelah menunggumu disini ternyata kaunya sudah mati''.


''Iya Bos terimakasih''.setelah mengatakan itu semua terlihat Jeje sudah berlari menyusuri hutan dikegelapan malam,sementara diriku terus mengikuti kemana orang-orang yang kini melangkah pelan didalam semak belukar.


''Mau kemana mereka''?.gumamku yang terus melihat kedepan.aku ingin mencari dimana situa bangka itu''?.jika diriku menemukan dirinya aku akan langsung menerjangnya dan menghajarnya hinga nafasnya terhenti.


''Binggo''.aku tersenyum menyeramkan saat kulihat kini Baskoro melangkah ditengah-tengah anak buahnya yang mengintari dirinya.


''Takut juga kau mati rupanya''?.gumamku yang semakin mempercepat langkah ini dengan hati-hati.


''Kretak''.


Sial aku malah menginjak ranting,membuat semua yang ada didepanku langsung menoleh dan kalang kabut,namun sejurus kemudian sebagian dari mereka melangkah mendekatiku.


''Binggo''.ini yang kuinginkan aku akan menghabisi mereka dengan Bom yang sedari tadi sudah ada digengaman tanganku.


Aku dengan cepat melangkah sedikit menjauh,setelah merasa cukup jauh aku dengan cepat menarik tali yang menjuntai diekor Bom yang kupegang,dan.


''Bbbbooomm''.lagi-lagi anak buah Baskoro berhamburan dan mati dengan cara mengenaskan.


Bahkan diriku yang berdiri tak jauh dari sana juga ikut merasakan getaran dari Bom yang kulempar bahkan serpihannya juga ikut mengenai diriku.


''Ada penyusup''.aku dengan cepat menyelinap dibalik semak belukar saat lagi-lagi kulihat anak buah Baskoro semakin berlari menjauh diikuti Bos tua bangkanya itu.


''Mau lari kemana kau laki-laki tua''?.gumamku yang kini menerobos didalam semak yang tak jauh dari Baskoro,aku akan menghabisi laki-laki menjijikkan itu dengan tanganku sendiri,itu janjiku.


''Habisi siapa saja yang ada disana''.


''Baik Bos''.


Aku berdecih mendengarkan perintah dari laki-laki peot itu.


''Habisi''?.mimpi saja kau tua bangka''.gumamku yang terus melangkah pelan mendekati kelompok mereka yang kini mulai ketakutan.bahkan mereka melangkah dengan kepala menoleh kekiri dan kekanan. waspada jika ada musuh.tak taunya musuh yang akan menghabisi mereka sudah dekat sekali dengan mereka.


''Mati saja kalian semua,dasar bodoh''.


Aku dengan cepat melangkah saat kulihat Baskoro menoleh kekiri dan kekanan ditambah lagi anak buahnya kini sedikit lengah saat diriku melemparkan segengam batu yang kubawa didalam kantong celanaku membuat mereka kocar-kacir mencari musuh kearah lain.sementara aku yang ada didekat mereka mengunakan kesempatan itu untuk menerjang Baskoro dan akan kuhabisi situa bangka busuk itu.


''Hup''.kenak kau situa bangka''.


''Hey". kuarang ajar siapa kau''?.hah"?.dia pura-pura lupa padaku,aku yang kini sedang mencengkram kuat tangannya langsung tertawa lepas.

__ADS_1


''Aku malaikat mautmu''.kau lupa padaku''?.tanyaku berbisik tepat ditelinganya.


''Tolong Hey". kalian ngapin''?.aku langsung menarik laki-laki tua ini kedalam kegelapan malam.


''Diam kau setan jangan brisik,kau akan mati sebentar lagi jangan banyak tingkah kau''.


''Jangan brontak atau nyawa kau kucabut sekarang juga''.


''Bos kau dimana''?.terdengar suara anak buah Baskoro menjerit memangil Bos tua tak berguna ini.


''Kau diam atau kau kucekik sekarang juga''.pintaku yang kini sedang mendekap mulunya yang terus saja brontak.


Kuseret tubuh tua bangka ini keluar dari hutan melewati jalur utara,aku akan menyiksanya dimarkasku hingga nyawanya melayang.


''Cepat jalan atau kau kupotong-potong disini''.kesalku karna laki-laki tua ini sama sekali tidak mau bergerak.


''Cepat''.pintaku lagi karna dia melangkah sangat lambat hinga diriku harus menyeretnya sekuat tenaga.


''Dor''.


''Dor''.


''Dor''.


''Oh sial''.umpatku saat kudengar suara tembakan secara bertubu-tubi mengarah padaku.kurasa anak buah laki-laki sampah ini sudah mengetahui keberadaanku.


''Jangan kemana-mana kau, jika kau berani bergerak nyawamu akan melayang''.


''Dor''.


''Aarrgggrr''.sial sakit brensek''.kutembak kaki laki-laki tua ini kemudian mengeledah tubuhnya,diriku takut dirinya menyimpan banyak senjata.


Dan benar saja ditubuh baskoro kutemukan senjata api dan juga belati"dasar licik". kali ini kau tak akan bisa lepas dariku.


''Bagai mana rasanya kehilangan istri enak''?.pertanyaan yang membuat darahku mengalir deras.emosiku memuncak. aku ingin membunuhnya sekarang juga,ternyata benar dialah dalang dari kekacauan dan kematian istriku.


''Kurang ajar kau tua keriput mati saja kau''.


''Bos''.kau dimana''?.saat diriku ingin menghabisi laki-laki ini terdengar anak buahnya menjerit''Sial''.


''Aku disini''.laki-laki tua siala dia malah menjerit saat diriku mengambil senjata yang iya punya.


Dari kejauhan bisa kudengar banyaknya anak buah Baskoro yang berdatangan.


''Sial Bomku sudah habis matilah aku''.gumamku yang binggung harus melakukan apa.


''Dor''.


''Dor''.


''Dor''.


Tampa sepatah katapun aku langsung membidik kepala laki-laki tua bangka ini hinga darahnya muncret mengenai wajahku, tak hanya sampai disitu aku juga menembak perut dan juga bagian dadanya tepat dinjantuk hingga kini laki-laki tua itu dalam keadaan sekarat dan akhirnya mati ditanganku.


Aku tertawa lepas bak orang yang tak waras sambil menatap wajah penuh darahnya dikegelapan malam.


Seperti janjiku aku akan meminum darah pembunuh istriku aku bagaikan drakula lapar yang meminum darah segar manusia.


Aku tak perduli yang penting dendamku kini terbalaskan.

__ADS_1


Terdengar derap langkah yang kini semakin mendekatiku''Sial kenapa Jona lama sekali''?.aku berbicara lirih sambil mengusap bibirku yang belepotan darah. ternyata darah situa ini manis sekali''.Hufh aku mengiginkannya lagi''.


''Dor''.


''Aarrggg''.aku tertembak,kenapa sial sekali hidupku"?. setiap melakukan perlawanan diriku selalu tertembak dibagian lengan.


Aku langsung tiarap dan membidik lawan dikegelapan malam ini sendirian.


''Sial kenapa mereka semakin banyak''?.kesalku saat kulihat anak buah mayat tua ini semakin banyak,entah dari mana datangnya''?.


''Ah". aku bisa mati kalau sendiri begini''.gumamku yang sudah mulai kewalahan menghadapi musuh yang lumayan banyak,tapi setidakmya sekarang diriku bisa bernafas sedikit lega karna musuh utamaku sudah mati ditanganku.


Sekarang walaupun diriku mati aku rela karna dendamku sudah terbalaskan.


Inikah yang dinamakan dendam berujung penyesalan''?.kerna dendamku dan Baskoro hinga istriku yang tak bersalah menjadi korban dari sebuah keegoisan.


''Jona datang juga kau''.aku menarik sudut bibirku saat kulihat Jona beserta anak buahku yang lain kini sudah menyerbu lawan dengan membabi buta.anak buahku jangan diangap remeh,mereka sudah terlatih dan handal dalam menghabisi lawan.


''Mati kalian semua''.gumamku yang kini masih berdiam diri dibalik pohon besar.


Kupikir malam ini diriku akan mati ternyata tidak".aku masih bertahan hidup sampai sekarang.


''Syukurlah''.


Hampir satu jam terjadi baku tembak, bahkan ada beberapa anak buahku yang terluka meskipun tak sampai mati.namun entah kenapa aku merasa sedih melihat anak buahku yang terluka.


''Tuan kau dimana''?.


''Aku disini Jona''.jawabku yang keluar dari balik pohon.


Mataku menyipit saat kulihat Jona menarik sudut bibirnya kedusin tertawa lepas membuatku heran dan menatapnya binggung.


''Kenapa kau tertawa seperti orang gila Jona bodoh''?.kesalku sambil menatapnya tajam.


''Kau jadi meminum darah Baskoro Tuan''?.tanya Jona dengan wajah konyolnya.


''Brisik kau Jona,lihat lenganku terluka,kau kenapa lama sekali sampainya"?.aku hampir mati karna kau''.


''Elah tuan". sudah bagus ditolongin''.


''Ayo pulang Jona disini banyak sekali nyamuk,kau lihat mukaku digigit pada bentol-bentol semua''.


''Tuan''?.kau jangan heran kalau nyamuk mengigit mukamu''.


''Kenapa kau bicara begitu''?.tanyaku sambil mengusap pipi ini''Lengket ada apa diwajahku''?.


''Kenapa wajahku lengket Jona''?.tanyaku masih tetap mengusap wajah ini.


''Diwajah Kau banyak darah Nikolas saputra, dasar pampir''.Jona langsung ngacir sambil terkekeh renyah.


''Kurang ajar kau denganku Jona,mati saja kau''.


''Ampun Tuan Pampir''?.


πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯


Yyyeeeey novel ini udah end ya''?.makasih yang udah sudi mampir.πŸ™πŸ™πŸ™


Yuk mampir dinovel outhor yang lainπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

__ADS_1



End


__ADS_2