
''Maaf ya Kei''?kami sudah merepotkan mu''.ucap Zoya dengan wajah sungkan.
''No problem. aku juga menyukainya''.
''Ya sudah aku pulang dulu''.
''Lho kok pulamg sih Pa''?..kenapa tidak tidur disini saja sama Niel, sama Bunda''?.celetuk Niel membuat wajah Zoya langsung bersemu merah.
''Sayang Papa harus pulang kan besok Papanya harus kerja''.Zoya mencoba membujuk sang putra.
''Tapi Bunda''?.
''Apa yang Bunda katakan benar sayang, Papa besok pagi harus kerja,lain kali kita akan jalan lagi Niel mau''?.
''Mau-mau Pa''.
''Ya sudah kalau gitu Papa pulang dulu, soalnya besok Papa harus kerja, cari uang supaya kita bisa jalan-jalan lagi''.Kei juga mencoba untuk membujuk Niel.
Melihat kelembutan dan kesabaran Kei,entah kenapa membuat mata Zoya mulai berkaca-kaca.dirinya tak tau rasa apa yang sekarang ada dihatinya.yang jelas iya sangat terharu melihat kebaikan Kei pada putranya yang bahkan bukan darah dagingnya sendiri.
Lagi dan lagi iya mengingat Nik dan menyesali kenapa laki-laki itu tak menoleh sama sekali pada putranya.
''Hey kau kenapa''?.Kei langsung menepuk pundak Zoya saat melihat wanita itu melamun dengan mata berkaca-kaca.
''Eh maaf aku ngak apa-apa kok.ya sudah kami masuk ya''?..
''Iya''.
''Sudah sana masuk Papa pulang dulu''.
__ADS_1
''Iya Pa''akhirnya dengan terpaksa Niel mengizinkan laki-laki yang dianggap Papanya itu pulang.
''Ayo sayang masuk''.
'''Iya Ma''.Zoya langsung menggandeng tangan putranya untuk masuk kedalam rumah.
''An...Ana''.Zoya memanggil Ana sambil melangkah masuk kedalam rumah.
''Oh astaga''!.ternyata dia sudah pulang duluan''?.lirih Zoya saat melihat sahabatnya itu kini sudah tertidur pulas, mengunakan daster ajaibnya.bahkan kini wanita itu tidur dengan mulut yang terbuka lebar.
Sungguh Ana memang selalu bersikap apa adanya tampa ada yang ditutup-tutupi.
Mereka memiliki sifat yang hampir sama. itu lah sebabnya dirinya dan Ana masih betah bersama sampai sekarang.padahal diantara mereka tidak ada ikatan darah sama sekali.namun mereka saling menyayangi satu sama lain.
''Cuci kaki dulu sayang''.
''Iya Ma''.
******
Subuh menjelang.
Sudah sejak pukul setengah empat Zoya sudah berkutat didapur untuk membuatkan sarapan.
Karna sudah terbiasa saat dirinya bekerja dirumah Nik. selelah apa pun dirinya jika sudah pukul setengah tiga maka matanya akan sulit untuk terlelap.
''An..Ana ayo bagun, sudah pukul setengah enam.sebentar lagi kita kecafe''.
''Huuuaamm''.
__ADS_1
''Is jorok''.Zoya langsung menutup mulut Ana yang terbuka lebar karna menguap.
''He..he..maaf''.
''Sudah sana mandi''.
''Iya Mama sayang''.celetuknya sambil tersenyum sedih.
Kapan mereka bisa merasakan dibagunkan Mama dipagi hari.disiapkan makanan saat mereka akan bekerja''?.entah lah itu semua hanya mimpi bagi keduanya.
''Udah jangan sedih gitu ayo bangun''.
Akhirnya dengan malas Ana bangkit berdiri dan mengayunkan kakinya menuju kamar mandi.
''Tok.tok..tok''.
''Siapa yang datang pagi-pagi begini''?.tanya Zoya sambil melangkah menuju pintu.
''Krek''.
Pintu terbuka menampilkan seorang laki-laki yang sama sekali tidak Zoya kenal.
''Maaf Pak,mau cari siapa ya''?.
ππππ
Jagan lupa dukungannya like vote hadiah and komen makasih.
Yuk mampir dinovel baru outhor.πππ
__ADS_1
Tbc.