
Selat membaca.
''Boleh ya sayang''?.pinta Nik dengan nada memelas.
''Boleh tapi ada syaratnya''?.Niel berbicara sambil mengetuk-ngetuk dagunya,sepertinya bocah tampan ini akan mengambil alih sifat yang sama dengan dirinya tidak mau rugi.
''Syarat''?.Nik bertanya dengan dahi yang berkerut .syarat apa yang akan diminta putranya itu''?.
Bahkan Zoya sampai menahan nafasnya menunggu syarat apa yang akan diberikan Niel.
''Iya syarat''?.
''Apa syaratnya coba''?.Nik semakin penasaran bahkan kini semakin merapat pada putranya.
''Syaratnya setelah makan, antarkan Niel pulang kerumah''.gimana''?.Zoya sampai tercekat kerna menahan tawanya sendiri.
Sementara Nik menatap keduanya dengan wajah masam,kemudian menjawab''!!!.
''Iya nanti kita pulang sama-sama''.
Zoya langsung melongok saat mendengarkan kata pulang bersama.benarkah mereka akan pulang bersama''?.jika itu benar terjadi kapan dirinya punya kesempatan untuk kabur''?.
"Gue ngak boleh nyerah, paling tidak dengan Nik mau pulang kerumah akan membuka sedikit kesempatan untuk kami kabur".batinya mulai bisa bernafas sedikit lega.
"Jagan coba-coba untuk kabur".bisikan Nik ditelinganya membuat Zoya tersedak ludahnya sendiri.
"Uhuk..uhuk".
"Bunda kenapa"?.Niel yang sedang disuapi Papanya langsung menoleh dan bertanya dengan mulut yang masih penuh.
"He..he''.Bunda baik-baik aja kok sayang".lirihnya dengan tawa yang terpaksa iya tampilkan.
__ADS_1
Padahal hatinya kini sedang ketar-ketir. bahkan wanita itu ingin menendang laki-laki disebelahnya ini agar nyah dari kehidupan mereka.
"Aku tak akan pergi kemana pun sekarang kau makan lah, biar kau punya tenaga untuk melawanku".
Lagi-lagi apa yang ada dipikiran Zoya bisa dibaca laki-laki yang ada didekatnya sekarang.
Akhinya dengan terpaksa Zoya memakan makanan yang Nik pesankan.
"Mending gue makan,supaya kuat menghadapi hidup".batin Zoya lagi.
Membuat Nik menahan tawanya.
Selesai makan Niel merengek menagih janji laki-laki yang mengaku Papanya itu.
''Om ayo buruan pulang''.
Mendengar kata itu-itu saja yang dilafalkan putranya, membuat Nik tersenyum masam. matanya perlahan menoleh kearah Zoya berharap wanita itu mau membantunya.namun siapa sangka Zoya malah berpura-pura tidak terjadi apa-apa, membuat Nik kesal sendiri.
''Sekarang Om,disini ngak enak ngak banyak orang. kalau dicafe Bunda banyak Kakak-Kakak cantik yang bisa Niel lihat''.
''Hik''.
Astaga Nik sampai menatap putranya tidak percaya''?.
Tak salah lagi Niel adalah putranya,tidak ada yang bisa membantah.sifat ,wajah,bahkan seluruhnya sangat mirip dirinya.Nik orang yang tidak mau dibantah, jika sudah mengiginkan sesuatu. tapi sekarang sepertinya seorang Nikholas akan kalah hanya dengan bocah umur lima tahun.
Sementara Zoya sedari tadi wanita itu menahan tawanya melihat kegundahan laki-laki menyebalkan yang ada disebelahnya.bahkan iya selalu berdoa semoga Nik mau mengikuti permintaan putranya.
''Hem baiklah jagoan Papa ".tapi tunggu Papa mandi sebentar''.
''Ok Pa''.
__ADS_1
Akhirnya Nik langsung bangkit berdiri namun sebelum melangkah laki-laki itu mendekatkan wajahnya ketelinga Zoya.
''Apa kau puas mentertawakanku sekarang''?.
Mendengar bisikan dari Nik Zoya langsung menoleh.
''Deg''.
Nik menatap matanya dalam.namun entah kenapa tatapan itu membuat jantung Zoya menjadi tidak menentu.
''Jangan melihatku terlalu lama,nanti kau bisa jantungan''.Nik berbicara sambil melanggang menuju kamar mandi.
"Dasar gila. kenapa dia bisa tau".umpat Zoya dalam hati sambil menatap Nik yang kini sudah menghilang masuk kedalam kamar mandi.
Selang beberapa saat laki-laki itu sudah keluar dari kamar mandi hanya dengan mengunakan handuk.
Zoya yang melihat itu semua langsung memalingkan wajahnya ketempat lain.membuat Nik lagi-lagi mendelik dan semakin bersemagat untuk mengoda wanita itu.
"Apa kau tak ingin mandi bersama"?.
π₯π₯π₯
Mohon maaf hanya updet sedikit.outhornya lagi kurang enak badanπππ
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen. biar outhor lebih semagat dan cepat sembuh.
Yuk mampir dikarya outhor yang lain.πππ
Tbc.
__ADS_1