Dendam Berujung Penyesalan

Dendam Berujung Penyesalan
par 54


__ADS_3

Selamat membaca


''Kau kenapa''?.tanya Nik saat melihat wajah Zoya yang kebingungan.


''Anu''?.itu''?.kamunya tidur dimana ''?.disini hanya ada dua kamar''.Zoya berbicara sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal.


''Itu gampang sayang, kau dan Niel tidur denganku''.Nik berbisik tepat ditelinga Zoya membuat tubuh wanita itu meremang.


''Kita belum menikah Nik''.


''Ck''.kita bahkan sudah sering melakukannya, apa kau lupa ''?..apa perlu aku ulangi lagi supaya kau ingat''.celetuk Nik lagi membuat wajah Zoya semakin merona malu.


''Eh kau mau kemana ''?.tanya Nik saat wanita itu malah pergi.


''Papa''.


''Sayang,dari mana saja''?.tanya Nik yang mengurungkan niatnya untuk menghampiri Zoya saat melihat putranya kini melangkah mendekati dirinya.


''Niel dari kamar Tente Ana,Bunda Mana Pa''?.tanya Niel saat tidak melihat Bundanya disana.


''Anak Papa kenapa nyari Bunda''?.


''Niel ngantuk Pa, mau bobok''.jawab bocah lima tahun itu sambil mengucek matanya yang sudah mulai sayu.


''Kan ada Papa,bobok sama Papa yuk''?.


''Ok ''.ayo''.akhirnya kedua laki-laki beda usia itu memasuki kamar Zoya.


''Ayo sini gosok gigi dulu''.


''Ok Pa''.Niel berbicara sambil membentuk jarinya seperti huruf O.


Selesai mengosok gigi,mencuci Kaki dan lain sebagainya Nik kembali membawa Niel melangkah menuju tempat tidur


Iya membaringkan tubuh putranya dengan lembut dan penuh kasih sayang.sungguh dirinya tidak pernah menyangka akan mendapatkan kesempatan seperti ini.hatinya benar-benar bahagia.


Karna kini dirinya diberikan kesempatan untuk memperbaiki semuanya, meskipun sudah terlambat.namun Nik tidak perdulu,iya akan berusaha melakukan yang terbaik untuk putranya dan juga keluarganya kelak.


Sebelum tidur Niel meminta Papnya untuk membacakan buku cerita seperti biasa yang Bundanya lakukan sebelum Niel terlelap.


Selang beberapa saat kemudian putranya itu sudah terkelap.


Nik perlahan bangkit berdiri dengan gerakan palan agar tidak mengangu istirahat putranya.sepertinya Niel sangat kelelahan bermain seharian buktinya masih pukul setengah delapan putranya itu sudah terlelap.


"Kemana Zoya"?.gumam Nik sambil melangkah keluar kamar dan melihat-lihat seisi rumah namun wanita itu tidak ada disana.


Perlahan kaki Nik melangkah keluar rumah, saat mengingat beberapa saat Yang lalu wanita itu keluar sendirian .


Rahang Nik mengeras. saat melihat siapa yang kini sedang duduk dan tertawa lepas dengan wanitanya itu.


Mata Nik menatap keduanya dengan penuh emosi.bagai mana tidak''?. kini Zoya malah duduk santai dengan dua orang laki-laki yang Nik sendiri tidak tau namanya, yang jelas laki-laki ini adalah laki-laki yang sama yang iya temui dicafe Zoya tadi pagi.


''Sayang''.Nik memilih meredam emosinya, dirinya tidak mau niatnya ingin membawa Zoya pulang gagal.iya akan melakukan apa pun supaya mereka mau ikut dengan dirinya.

__ADS_1


''Nik''.Zoya bangkit berdiri dengan wajah takut.sebenarnya Kei dan Aldi baru saja sampai, kedua laki-laki itu mengatakan ingin bertemu Niel,namun Zoya mengatakan jika Niel sudah tertidur.lebih tepatnya Zoya takut Jika Kei dan Aldi bertemu dengan Nik.wanita itu takut Nik akan marah besar dan akan memukuli laki-laki baik seperti mereka berdua.


Laki-laki yang sudah banyak membantu kesulitannya disini. berkat Kei dan Aldi Zoya bisa berada dititik ini,terutama Kei laki-laki itu selalu ada untuknya apa lagi untuk Niel.boleh dikatakan Kei selalu ada kapan pun putranya butuhkan. lalu bagai mana bisa iya membiarkan orang lain melukai laki-laki sebaik Kei''?..tak terkecuali Nik, iya tidak akan membiarkan laki-laki itu melukai sahabatnya.


''Dia''?.Kei bertanya sambil menunjuk Nik yang kini menggengam jemari Zoya dengan lembut.


''Nikholas Sanjaya''.Nik langsung mengulurkan tangannya tepat didepan Kei.


''Gue Kei, senang berkenalan dengan anda''Kei menyambut uluran tangan Nik dengan canggung.


''Aldi''.Aldi juga ikut bersalaman setelahnya ketiga laki-laki itu duduk dikursi plastik yang ada diteras rumah milik Zoya.


''Gue kedalam dulu ya bikin minum''.


''Ok''.jawab ketiganya kompak.


Entah kenapa baik Kei,Aldi mau pun Nik mereka malah mengobrol dengan asik. bahkan terkesan nyambung, tampa ada perseteruan atau pun perdebat.


Setelah membuatkan tiga gelas teh manis dan juga cemilan Zoya kembali melangkah menuju teras. tak lupa wanita cantik itu membagunkan sahabatnya Ana agar bisa menemaninya untuk jaga-jaga jika nanti terjadi pertempuran.


Namun dugaannya salah. saat dirinya sampai diruang tamu terdengar tawa lepas ketiga laki-laki itu.


Zoya mengerutkan alisnya binggung, kemudian mempercepat langkahnya karna dorongan rasa penasaran yang ada dihatinya.


''Waahh...lagi seru kayaknya''?.tanya Zoya mencoba ikut nimbrung. meskipun tak tau apa yang dibicarakan ketiga laki-laki didepannya.


Namun dari pada diam sendirian lebih baik asal ngomong yang penting bunyi.he..he..


''Oh''.Zoya menganguk-anggukkan kepalanya kemudian do'i langsung mengingat sesuatu.


''Kalian menetawakanku''?.celetuknya sambil menatap ketiganya dengan tatapan tajam.


''Grep''.


Nik langsung menarik Zoya duduk ditengah-tengah selengkagannya membuat jiwa jomblo kedua cowok yang ada didepatnya meronta-ronta.


''Ehem''.mentang-mentang punya gebetan main sosor aja, kasian kita nie yang jomblo''.celetuk Kei sambil pura-pura merengut.padahal hatinya entah kenapa merasakan nyeri tak tau apa penyebabnya''!!


''Ada Ana didalam''. Nik balas nyeletuk membuat dirinya mendapatkan cubitan diperut oleh Zoya.


Sedari tadi wanita itu ingin berdiri namun Nik melarangnya bahkan laki-laki itu memeluk tubuhnya dengan posesif.


"Astaga apa yang laki-laki ini lakukan "?.batin Zoya karna wanita itu jelas merasakan inti tubuh Nik mulai bereaksi.


"Wahh...Ana kenapa kau lama sekali keluarnya"???.Aldi nyeletuk saat melihat Ana beru saja keluar.membuat tatapan semua orang beralih menatap wanita yang mengenakan daster merah ala emak-emak itu.


"Huuaam''. gue ngantuk baget''.kalian sudah lama"?.tanya Ana sambil menguap.


Tak ada gunanya Ana menjaga image toh tak ada laki-laki yang mau melirik dirinya.


"Sudah mau betelor malahan".celetuk Kei sambil menatap Ana hinga wanita itu duduk dikursi tepat disebelah dirinya.


"Apa lho mau gue pangku seperti itu"?.bisik Kei tepat ditelinga Ana.

__ADS_1


Mendengar ucapan Kei Ana perlahan menoleh.matanya membulat sempurna saat melihat Nik memeluk sahabatnya dengan mesra.matanya yang tadinya mengantuk kini pupus sudah.akibat pemandangan tak senonoh yang ada didepan matanya .


Hampir satu jam mereka berkumpul bahkan Nik mengatakan bahwa mereka akan kembali kejakarta besok.


Entah kenapa Kei merasa begitu sedih padahal dirinya bisa bertemu mereka kapan pun iya mau,karna bisnis keluarganya juga ada disana.


Nik yang awalnya kesal melihat kedua laki-laki itu entah kenapa kini iya malah menyukai kepribadian keduanya.


"Ya sudah kalau begitu kami pamit".ucap Kei sambil bangkit berdiri diikuti Aldi yang duduk disebelahnya.


"Ok".oh iya jika kejakarta main lah kerumah. ini kartu namaku dan alamat rumahku, pintu rumahku selalu terbuka untuk kalian".


"Hem baik lah ".tapi apa kau tak takut jika wanitamu akan berpaling dariku"?.Kei mencoba untuk menggoda laki-laki super tampan juga menyeramkan didepannya.


"Disini kau mungkin adalah pumanya, tapi disana aku lah raja Puma".jawab Nik dengan santai dan penuh percaya diri.


"Ya..ya ...ya..baik lah aku tau itu".ya sudah gue cabut".


Saat Kei sudah menjauh Aldi masih saja sibuk mengoda Ana si emak-emak berdaster.


"Astaga Aldi buruan"!!!...panggil Kei saat menoleh kebelakang dan tidak mendapati sahabatnya.


"Oh iya ".ya sudah Ana aku pamit. nanti kita jumpa dijakarta".


"Hem terserah kau saja".Ana malas melayani Aldi karna pendirian laki-laki yang satu ini kadang kebarat kadang ketimur. tidak jelas.


Ana malas berharap.sudah cukup sekali dirinya mencintai dan dilepehkan begitu saja, namun kini tidak lagi, iya malas dekat lagi dengan laki-laki plin plan seperti Aldi.


"Ayo masuk Ana, nanti kau bisa dicuri kolong Wewe, dikira kau temannya ternyata kau neneknya".celetuk Nik membuat Zoya menatap laki-laki yang terus menggengam jemarinya itu.entah lah Zoya merasa sudah seperti orang mau nyebrang.


Sementara Ana langsung nyengir sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal.ingin dirinya membalas ucapan Nik namun dirinya lebih menyayangi nyawanya.biarlah iya dikatai nenek kolong Wewe, kakeknya pun tak apa lah asalkan masih bisa bernafas.


"Ayo sayang biarkan Ana diluar,dia ingin menemui Kolong Wewe cucunya".


"Nik".Zoya mencubit perut kotak-kotak laki-laki itu dengan tangan kirinya membuat laki-laki itu tertawa lepas.


Kali pertama Zoya melihat tawa tampa beban dari seorang Nikholas.


Iya bahkan sempat berpikir bahwa ini bukan lah Nikholas yang iya kenal dulu.


''Kau kenapa menatapku begitu''.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Mohon kritik dan saran yang mendukung๐Ÿ™๐Ÿ™


Yuk mampir juga dinovel outhor yang lain๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡



Tbc.

__ADS_1


__ADS_2