Dendam Berujung Penyesalan

Dendam Berujung Penyesalan
par 34


__ADS_3

''Mau apa''?.tanya Jona dengan wajah penuh selidik.


''Ck'' kau ini jangan souzon dulu,aku hanya ingin menanyakan sesuatu yang menganjal di hatiku''.


''Ya baik lah''. setelah Tuan sehat aku akan membawa Tuan kesana''.


''Aku sudah sehat.siapa bilang aku sakit''?.


''Ck''.selalu saja begitu''?.keluh Jona dengan wajah malas.


''Ya sudah Tuan makan dulu''.dari pada berdebat lebih baik disuruh makan biar diam.itu pikir Jona.


πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯


Sudah hampir tiga hari Nik dirawat dirumah sakit.hari ini dirinya sudah memaksa untuk pulang dengan alasan lagi-lagi mengatakan dirinya sudah sembuh dan sudah boleh pulang.Jona tak ingin memaksakan kemauannya. dengan berat hati iya menyatujui permintaan Bosnya itu.dan ya''.


kini laki-laki itu sudah bersiap-siap untuk pulang sedari tadi pagi. namun Nik tak juga melihat batang hidung Jona yang datang menjemputnya.


Karna seperti biasa, Jona akan pulang jika sudah malam dan paginya laki-laki itu akan kembali lagi kerumah sakit,untuk menemani Bos gilanya itu.


''Ck''. lama sekali laki-laki keong satu itu''.umpatnya dengan wajah yang ditekuk kesal.


Jika kakinya sudah bisa iya bawa jalan jauh. sudah lama dirinya pergi,untuk apa dirinya menunggu laki-laki keong seperti Jona.


''Maaf Tuan aku terlambat''.


''Sudah tau terlambat,masih meminta maaf, membosankan".ketusnya namun sama sekali tak diperdulikan Jona.


πŸ’ž-πŸ’ž-πŸ’ž-πŸ’ž-πŸ’ž


Ditempat lain.


"Sayang tunggu disini ya Bunda mau kerja dulu".pinta Zoya yang langsung diangguki Niel.


Anak ini sangat mengerti kesulitan ibunya. Niel tak pernah rewel dia selalu patuh dengan apa yang diperintahkan Bundanya.


''Iya Bunda, siap''.bocah tampan itu langsung mengacungkan jempolnya tanda setuju.


Setelah memastikan putranya baik-baik saja akhirnya Zoya memulai pekerjaannya.


Sudah beberapa hari mereka membuka cafe, namum pembelinya sangat sedikit entah apa masalahnya Zoya sama sekali tidak tau''?.


''Lho lagi ngapain''?.tanya Zoya saat melihat Ana sibuk didapur.


''Hem gue lagi beres-beres''.


''Zo kok cafenya sepi pembeli ya"?.tanya Ana sambil menatap sahabatnya sekilas. kemudian kembali melanjutkan perkerjaannya.


Zoya menarik nafasnya panjang. kemudian mengelengkan kepalanya pertanda tidak tau.


"Apa mungkin karna kita belum punya pengalaman sama sekali membuka usaha sendiri ya"?.tanya Ana sambil memutar tubuhnya dan menatap seluruh sisi Cafe yang sepi.


"Entah lah, gue juga ngak tau".jawab Zoya singkat dengan wajah yang sendu.


"Hey kalian lagi apa"?.sapa seseorang yang baru saja datang.


"Eh Kei,lho ngak kerja"?.tanya Ana yang menatap laki-laki itu dengan senyum manis khas miliknya.

__ADS_1


"Lagi malas".jawabnya singkat sambil mendaratkan bokongnya dikursi plastik tepat disamping Zoya.


"Kalian kenapa kok pada murung"?.tanya Kei lagi sambil menatap kedua wanita itu satu persatu.


"Iya ni kita lagi bingung,entah kenapa sudah beberapa hari dibuka, cafe ini tetap sunyi. sangat sepi pembeli".keluh Zoya sambil menarik nafasnya panjang.


Jika Cafenya tetap seperti ini maka pekerjaan apa yang harus iya lakukan lagi''?..Sementara uang yang ada terus saja berkurang.itu semua karna kebutuhan mereka yang terus berjalan.mulai dari makan,bahkan Zoya membeli bebarapa pakaian untuk dirinya dan juga Niel. Zoya juga membeli beberapa baju untuk sahabatnya Ana.karna tak mungkin mereka melayani pembeli dengan pakaian yang kumel dan dekil.


Terlihat Kei menoleh kekiri dan kekanan matanya menyusuri ruagan cafe yang lumayan menarik.ini adalah kali pertama laki-laki itu datang kesini lagi setelah kemaren dirinya membantu Zoya saat cafe ini belum dibuka.


"Semuanya sudah bagus.kalian cuma perlu pemasaran aja lagi".ucapnya sambil menatap Zoya dan Ana sekilas.


"Caranya "?.tanya Zoya dan Ana serentak.


"Sebentar gue ambil laptop dulu''.setelah mengatakan itu semua Kei langsung melangkah menuju mobil miliknya dan kembali dengan membawa laptop.


''Ini untuk apa''?.tanya Ana menatap Kei binggung.


Mereka hanya butuh pembeli,kenapa laki-laki didepannya sekarang malah membawa laptop"?.kan aneh.


"Gue akan mencoba mempromosikan cafe kalian melalui media sosial".jawab Kei sambil mengotak-atik laptop miliknya.


Zoya dan Ana hanya mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju.


"Yes".seru Kei dengan wajah berbinar.


Mambuat Ana dan Zoya menatap laki-laki itu dengan heran.


"Tunggulah sebentar''.pintanya kemudian berdiri dan melangkah mendekati Niel yang masih pokus dengan mainan miliknya.


''Papa''.Niel menjawab sambil berdiri dan menghambur kepelukan Kei dengan wajah bahagia.


''Niel kangen Pa''.lirihnya sambil tetap memeluk tubuh tegap Kei.


''Papa juga sayang''.balas Kei sambil mengusap kepala Niel lembut.


Entah kenapa saat melihat pemandangan seperti ini membuat hati Zoya menjadi sedih.


Sejurus kemudian iya kembali mengingat sosok Nik.andai Nik mau menerima kehadiran putranya''!. pasti kehidupan mereka tak akan seperti ini.


"Lho kenapa"?.Ana menepuk pundak Zoya saat melihat mata wanita itu mulai berkaca-kaca.


"Gue ngak apa-apa kok".jawab Zoya sambil berusaha tersenyum.


''Baiklah''.balas Ana tak ingin terlalu ikut campur dengan urusan pribadi Zoya.


"Zo''. itu ada pengunjung yang datang".Ana langsung bersemagat saat melihat beberapa pengunjung yang memasuki Cafe mereka.


"Iya Alham dulillah".balas Zoya sambil berdiri dan bersiap-siap melayani pembeli. Karna mereka belum memiliki pelayan jadi Ana dan Zoya lah yang harus melayani dan juga memasak disini.


Namun mereka sudah berbagi tugas. Ana bagian melayani dan mengantar makanan,Zoya bagian memasak seluruh pesanan.keteteran memang.namun mau bagai mana lagi''?.mengingat usaha mereka baru saja dirintis.


"Ini Zo pesanan meja 02".Ana langsung meletakkan satu lembar buku kecil diatas meja. tempat Zoya menyiapkan bahan-bahan masakan.


"Ok siip semagat"?.Zoya memberikan semagat untuk sahabatnya dan juga dirinya sendiri.


"Ok semagat".Ana menjawab sambil berlalu' kembali melangkah kedepan untuk melayani pembeli yang masih berdatangan.

__ADS_1


''Ada yang bisa aku bantu''?.


''Astaufirullah''.Zoya langsung terperanjat kaget saat mendengar suara Kei yang berada tepat dibelakangnya.


''Maaf apa aku mengagetkan mu''?.


''Eh tidak ''.jawab Zoya tergagap.


''Sini biar aku bantu''.


''Emang bisa''?.Zoya bertanya sambil menatap Kei tak yakin. karna terlihat jelas laki-laki didepannya ini tidak selevel dengan mereka.Kei berasal dari keluarga terpandang dan berpendidikan. sementara dirinya''!. hanya gadis yatim piatu yang malang.


''Bisa dong''.Kei menjawab sambil meraih pisau dari tangan Zoya.kemudian laki-laki itu langsung mengarjakan apa yang bisa iya kerjakan.


Zoya menatap Kei dengan tatapan takjup. iya tak menyangka jika laki-laki semapan Kei memiliki jiwa sosial yang tinggi.


Zoya sangat salut karna orang kaya dan terpandang seperti Kei ternyata bisa melakukan pekerjaan dapur.


"Hey.. ayo buruan ntar pembeli kelamaan menungggu lho".


"Eh iya".Zoya langsung tergagap saat menyadari dirinya ketahuan menatap Kei dengan waktu yang cukup lama.bahkan wajahnya kini sudah merona karna malu.


Jujur iya sangat salut dengan laki-laki ini.namun kembali lagi pada kenyataan yang sebenarnya. dirinya wanita hina, dirinya wanita bekas pemuas nafsu seorang mafia yang sangat kejam.namun entah kenapa semenjak kahediran Niel hatinya merasa menyatu dengan seorang Nik.


Tapi jika mengingat perlakuan dan kekejaman Nik hatinya kembali lagi berusaha untuk membenci laki-laki itu.


"Mana Zoya''?. udah selesai belum"?.


"Ini".Zoya langsung menyerahkan bebarapa pesanan pada Ana.


Lelah yang mendera sama sekali tidak mereka rasakan sangking smagat dan bahagianya, karna setelah beberapa hari membuka Kafe baru kali ini Kafe mereka ramai pengunjung.


Tepat pukul dua akhirnya semua pengunjung selesai makan dan pergi.


"Uuuhhh...capek ya allah".Ana berbicara sambil mendaratkan bokongnya dilantai dapur.bahkan tangan wanita itu berkali-kali mengusap keringatnya yang mengalir.


"Ini".Kei langsung menyodorkan satu kaleng minuman kepada Zoya.


"Punya gue mana"?.tanya Ana dengan wajah lelahnya.


"Lho kan bisa ambil sendiri".celetuk Kei yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Ana.


"Ck'' modus".gerutunya sambil berdiri dan membuka kulkas. tangannya meraih satu keleng minuman bersoda dan meneggaknya hinga tinggal setengah.


"Bunda".Niel datang dengan wajah muramnya, membuat Zoya menatap putranya heran, kemudian bertanya.


"Kenapa sayang"?.tanya Zoya sambil mengusap kepala putranya dengan penuh kasih sayang.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.makasih.


Kritik outhor jika ada kesalahan insya allah jika outhor bisa outhor perbaiki.


Makasih sudah mampir.πŸ™πŸ™πŸ™ 😘😘😘


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2