
...MOHON DUKUNGANNYA 🙏🙏🙏...
...❤️SELAMAT MEMBACA❤️...
''Zo " kumohon beri aku kesempatan sekali saja''?.Nik kini sudah ikut berjongkok.
Bahkan tangan laki-laki itu mencoba untuk meraih Niel,namun putranya itu semakin merapat memeluk tubuh bundanya seolah melindungi ibunya dari laki-laki jahat seperti yang ada didepannya.
''Zo plis''?.air mata memelas kini sudah mulai keluar,wajahnya memerah menahan tangis,namun bersusah payah iya menahan air matanya tetap keluar.
****
''Tolong jangan ada yang merekan vidio atau mengambil foto, jika kalian ingin selamat''.ucapan Jona mampu membuat pengunjung Cafe terdiam seribu bahasa. bahkan mereka juga ikut ketakutan, apa lagi saat menatap wajah serius laki-laki didepan mereka.
''Bbbbaaaik tuan''.jawab semuanya tergagap. Smartpthone yang awalnya sudah keluar kembali mereka simpan.
''Ayo ikut aku sebentar''.pinta Nik dengan lembut.
''Jangan''.jangan bawa Bundaku''.Niel malah berdiri tepat didepan Bundanya, yang kini masih tetap diposisinya semula.
Mungkin jika Zoya berdiri kakinya sudah kesemutan, karna terlalu lama berlimpuh.namun karna rasa kawatir dan takut .semua rasa ditubuhnya seolah tak dapat Zoya rasakan lagi.
''Jona''.
''Iya Tuan''.
''Tolong bawa putraku kemobil''.
''Baik Tuan''.
Tak ada pilihan lain.karna sepertinya Zoya termasuk wanita yang sangat keras kepala.
''Jangan ikut campur Kei''.Kei yang baru saja ingin berdiri langsung dicegah Papanya.
Membuat laki-laki itu tersentak kaget.kenapa Papanya bisa ada disini''?.
"Kau jangan kaget. kenapa Papa bisa ada disini"!!..Nikholas klien Papa"?.
Kei lagi-lagi mengernyit.
__ADS_1
"Lebih baik jangan ikut campur.Nik bukan orang sembarangan, dia bisa saja menghancurkan perusahaan kita dalam hitungan menit,disini memang perusahaan kita yang paling besar, tapi dikota besar Nik adalah pengusaha sukses. meskipun diumurnya yang masih terbilang muda".Kei diam kemudian matanya kembali menoleh kearah Zoya.
"Maaf Nona,tolong ikutlah sebentar. Tuan tidak akan melukai Nona sedikitpun' saya jamin itu".
Mendengar suara Jona Zoya memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya.
"Ayo Nona".
Akhinya dengan berat hati Zoya mengikuti Nik, entah kemana laki-laki itu akan membawanya"?. namun bisa dipastikan jika Zoya tidak ikut Nik tak akan menyerah dan iya takut semuanya akan kacau jika laki-laki didepannya mengamuk.
"Zo gue ikut".Ana menarik tangan Zoya dan meninta agar dirinya juga ikut serta. namun Zoya mengeleng,pertanda jangan.jika pun memang Nik berniat jahat padanya, paling tidak Ana masih bisa menyelamatkan putranya.
"Ayo sayang sama Papa".Nik mencoba mengulurkan tangannya,mencoba untuk meraih tubuh Niel yang sudah mulai berisi tidak seperti waktu tinggal dirumahnya dulu.
"Idih sok kenal".Jona menahan tawanya mendengar apa yang diucapkan putra dari Bosnya itu.
"Tertawalah Jona selagi kau masih bisa tertawa".ucap Nik penuh dengan penekanan.
Membuat Jona yang ingin tertawa lagi akhirnya menutup mulutnya rapat-rapat.
"Ayo berdiri Bunda".Niel mencoba untuk membantu bundanya berdiri" namun"?.
Lamanya bersimpuh membuat kakinya lemas dan kesemutan.
"Deg".
Mata ini sama sekali tak pernah iya lihat dari seorang Nik,kini tatapan laki-laki itu sayu penuh dengan penyesalan.apakah yang Zoya lihat benar"?.
"Maaf".kata langka yang diucapkan Nik lagi-lagi mampu membuat Zoya terpaku.
Nik dengan cepat membantu Zoya berdiri setelah tadi dirinya sempat membantu wanita itu,pada saat Zoya terhuyung untuk saja Nik dengan cepat menagkap tubuh ramping wanita itu.hingga tatapan mereka terkunci beberapa saat.
"Aaarrrgg".
Lagi-lagi Zoya mengerang karna kakinya yang sama sekali tak bisa digerakkan.
"Grep".
Dengan sekali hentakan Nik langsung mengangkat tubuh mungil Zoya ala bridal stayle.
__ADS_1
Semua yang ada disana membelalak kaget bahkan ada yang ikutan baper karna mengangap Zoya sangat beruntung bisa digendong laki-laki tampan seperti seorang Nikholas.
Bahkan Ana yang bediri terpaku sampai menepuk-nepuk pipinya karna tak percaya dengan apa yang baru saja iya lihat.
"Berpeganglah supaya kau tidak jatuh".suara dingin Nik mampu membuat Zoya menjulurkan tangannya dan memeluk leher laki-laki itu.
"Jona kehotel sekarang".pinta Nik setelah semuanya masuk kedalam mobil
Sementara Niel kini menatap mobil yang iya tumpangi dengan tatapan takjup.
"Om sok kenal,mobilmu sangat keren".ucap Niel sambil meraba-raba kursi,kaca jendela dan lain sebagainya.
"Apa Niel menyukainya"?.tanya Nik lembut sambik menatap putranya yang kini juga menatapnya hinga kepala Bocah itu menoleh kebelakang.
"Niel suka Om".
"Ok".kalau begitu Papa akan belikan mobil yang lebih bagus dari ini untuk Niel besok''.
Zoya menoleh, apa-apaan lakk-laki ini"?.
"Kenapa"?.bukankah dia berhak mendapatkannya"?.
Zoya tak menjawab dirinya masih cukup takut untuk berkomunikasi dengan laki-laki disebelahnya.
Setelah pembicaraan itu tak ada lagi obrolan antara Zoya dan Nik, laki-laki itu hanya sibuk menemani Niel berceloteh ini dan itu.ternyata istilah darah lebih kental dari pada air itu benar adanya,meskipun Nik pernah melakukan kesalahan pada Niel bahkan laki-laki itu tak pernah perduli dengan darah dagingnya,namun Niel sangat cepat melupakan kesalahan laki-laki itu dengan waktu yang sangat singkat.
''Ayo turun''.setelah melakukan perjalanan beberapa saat akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai didepan hotel yang sanangat mewah.
''Waaah ini keren Om''.Niel menatap bagunan yang ada didepannya dengan tatapn takjup.
''Apa kau menyukainya''?..
🌹🌹🌹🌹🌹
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Yuk mampir dinovel outhor yang lain👇👇👇
__ADS_1
Tbc.