Dendam Berujung Penyesalan

Dendam Berujung Penyesalan
par 35


__ADS_3

''Kenapa sayang''?.Zoya mengusap kepala putranya dengan lembut.


"Niel lapar Bun".


"Ya Allah sayang, Maafkan Bunda"?.Zoya langsung melangkah dengan cepat menuju dapur untuk menyiapkan makanan.


"Ayo sekarang kita makan".Zoya langsung mengajak semua yang ada disana termasuk Kei untuk makan siang setelah semua makanan terhidang diatas meja.


"Pintar juga dia masak".batin Kei saat merasakan masakan Zoya yang sangat enak menurutnya.


Setelah selesai makan siang semuanya kembali duduk lesehan dilantai.sementara Ana memberaskan peralatan makan yang kotor.


"Makasih Ya udah bantu"?. maaf jika selalu merepotkan"!!.Zoya menunduk tampa menatap Kei.


"Hem". satai saja".jawabnya singkat sambil terus memilin-milin rambut Niel yang kini sedang duduk dipangkuannya.


''Jika aku boleh tau, kenapa kau mau membantu kami''?.tanya Zoya tampa menatap wajah Kei.


''Entahlah"!. aku juga tak tau jawabnya".jawab Kei singkat sambil menatap lurus kedepan.


''Hey kalian sedang apa''?suara Ana yang melengking membuat semuanya menoleh karna kaget.


''Maaf aku mengagetkan kalian''?.cengirnya sambil ikut duduk.


''Malam ini malam minggu,ada ngak ya yang mau sama gadis seperti kami ini''?.keluhnya sambil menatap kearah depan.tepatnya melihat pedagang bakso yang masih bisa dilihat dari cafe milik mereka.


''Kenapa Lho bosan ngejomblo''?.tanya Kei sambil menatap Ana sekilas dengan kening yang berkerut heran.


''Engak sih. gue suntuk aja hidup gue gini-gini aja, ngak ada kemajunannya''.keluhnya lagi karna baik Zoya mau pun Ana mamang belum pernah merasakan apa itu pacaran.


Meskipun Zoya sudah mempunyai putra, namun Zoya sama sekali belum pernah berpacaran. bahkan belum pernah merasakan cinta sesama lawan jenis.


Namun entah kenapa semenjak ada Niel cintanya seolah mengarah pada sosok Nik laki-laki kejam yang tidak mempunyai hati.


''Apa lho mau gue kenalin ama teman gue''?.


''Benaran''?.tanya Ana dengan wajah antusiasi.


''Hem''.


''Yes". akhirnya bentar lagi gue bebas dari kata jomblo akut''.gumamnya pelan, namun masih bisa didengar yang lainnya.


''Niel kesana yuk''?.


''Kemana Tante''.tanya Niel sambil menatap wajah Ana.


''Kesana''.Ana menunjuk depan cafe.


''Ngapain Tante''?.Niel bertanya sambil menatap wajah Ana heran.kemudian kembali melihat kearah Bundanya dan Kei yang hanya diam saja mendengar pembicaraan keduanya.


''Mau liat abang bakso tampan''.celetuk Ana sambil menyengir.


"Udah ayo buruan".Ana langsung menarik tangan bocah kecil itu membuat Niel langsung turun dari pangkuan Kei.


Tujuan Ana sebenarnya hanya untuk mendekatkan Zoya dengan Kei,meskipun itu mustahil. namun tak ada salahnya mencoba.iya ingin sahabatnya dan dirinya juga bahagia suatu saat nanti.


Setelah kepargian Ana dan Niel. Kei dan Zoya hanya duduk saja tampa berbicara sepatah kata pun.


"Ehem".Kei berdehem untuk mencairkan suasana kaku yang tercipta diantara mereka.


"Apa kau ingin jalan denganku nanti malam"?.pembicaraan yang pertama keluar dari bibir peria tampan itu membuat Zoya menoleh sekilas. namun detik berikutnya iya kembali menundukkan kepalanya karna merasa canggung duduk berdua dengan seorang laki-laki.

__ADS_1


"Kemana"?.tanya Zoya akhirnya sambil menunduk.


"Kemana kau mau"?.ucap Kei lagi sambil menatap Zoya sekilas.


"Apa kau tak malu jalan denganku"?.


"Kenapa harus malu"?.tanya Kei dengan alis yang bertaut.sambil menatap Zoya lekat membuat wanita itu semakin salah tingkah.


"Ya..karna aku tak sebanding denganmu".celetuk Zoya membuat Kei terkekeh pelan.


"Tak ada Perbedaan status antara teman yang satu dengan teman yang lainnya".ucapan Kei mampu membuat Zoya tersadar dari pikiran gilanya. dirinya pikir Kei akan membawa dirinya jalan malam-malam untuk berkencan. ternyata Kei hanya mengangap dirinya teman.


"Ya ampun Zoya, siapa juga yang mau denganmu".rutuknya.


"Kau mau"?.tanya Kei lagi sambil menatap Zoya.


"Apa aku bisa menolak"?.tanya Zoya sambil terkekeh.sungguh sudah sangat lama tawa dibibirnya itu menghilang dimulai sejak Nik menculik dirinya.


Namun dengan Kei iya merasa lebih dihargai membuatnya tak enak hati menolak ajakan peria tampan nan mapan itu.


"Tentu saja tidak". balas Kei sambil terkekeh.


"Ya sudah, sudah sore aku pulang dulu .


nanti pukul tujuh malam aku jemput".ucap Kei lagi sambil bangkit berdiri kemudian meraih kunci mobil yang iya letakkan diatas lemari yang ada didapur.


"Iya hati-hati".balas Zoya sambil ikut berdiri.


"Hem".Kei hanya bergumam kemudian melangkah pergi. namun tepat didepan cafe terlihat laki-laki itu mengobrol sebentar dengan Niel setelah beberapa saat kemudian mobilnya sudah meleset pergi.


Zoya menarik nafasnya panjang kemudian kembali melangkah kedapur.


"Hey".


"He..he...maaf".lirih Ana sambil tertawa mengesalkan menurut Zoya.


"Ngobrol apa tadi"?.


"Ngak ada".


"Eh...itu ada pelanggan masuk coba sana lho tanya. kali aja lho dapat cowok cakep entar".Zoya langsung menunjuk seorang laki-laki yang masuk kedalam cafenya dengan wajah yang lumayan tampan.


"Ok". lu utang penjelasan sama gue''.Ana berbicara sambil meraih buku menu dan melangkah menuju pengunjung cafe yang hanya duduk sendiri.


''Sore tuan mau pesan apa''?.Ana langsung menyodorkan buku menu kedepan laki-laki yang mengenakan jas rapi itu.


" Spageti satu sama jus mangganya satu".


"Itu saja Tuan"?.tanya Ana dengan nada sopan yang diangguki laki-laki itu entah siapa namanya.


Setelahnya Ana langsung melangkah pergi kedapur.


Malam pun menjelang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Tok...tok...tok".


Suara pintu diketuk membuat Ana bangkit berdiri dan melangkah menuju pintu.


Terlihat Kei kini sedang berdiri didepan pintu sambil tersenyum kepada Ana.

__ADS_1


"Zoya nya ada"?.


"Ada ayo masuk".


"Ngak usah gue disini aja, bisa tolong panggilkan sebentar"?.


"Ok".setelah mengatakan itu semua Ana kembali melangkah kedalam rumah.


"Zo"?.


Zoya menoleh saat namanya dipanggil.


"Ya".lirihnya dengan suara pelan karna putranya kini sedang tertidur karna kelelahan.


"Ada Kei didepan".


"Astaufirulkah".Zoya langsung menepuk keningnya. karna do'i lupa dengan janjinya pada laki-laki itu.


"Lho kenapa"?.tanya Ana sambil menatap wajah Zoya heran.


"Gue ada janji sama Kei".


"Kemana"?.Zoya hanya mengangkat bahunya pertanda tak tau.


"Udah lu pergi aja".


"Tapi Niel"?.Zoya langsung menatap putranya yang kini sedang tertidur pulas.


"Serahkan sama gue".ucap Ana sambil menepuk-nepuk dadanya.


"Ya udah deh, makasi banget ya"?.


"Elah lu kayak sama siapa aja".


Setelahnya Zoya langsung melangkah menuju lemari tempat pakaiannya iya simpan.


"Gue pakai baju apa"?.


"Pakai apa yang ada aja Zo,mau gimana lagi''?. emang kita begini adanya".terang Ana sambil menatap Zoya sekilas.


Akhirnya Zoya hanya memakai jens panjang dan kaos oblong putih.meskipun wanita itu memakai pakaian sederhana namun wajah Zoya tetap terlihat cantik dan manis.


💞💞💞💞💞


Dijakarta.


Jika sekarang Zoya dan yang lainnya sudah mulai menata hudup yang baru.namun berbeda lagi dengan kehidupan seorang Nikholas.beberapa saat yang lalu Nik sudah pergi mendatangi kediaman mertua Jona,itu artinya kedua orang tua Zoya juga.


Laki -laki itu bahkan tak segan-segan mengakui semua kesalahannya membuat keluarga dan kedua orang tua Zoya dan Rara kesal. hinga menghajar laki-laki itu sampai babak belur.untung saja kakinya kini sudah sembuh total,jika tidak habis lah dirinya.


Sekarang Nik hanya hudup dalam kekosongan. dirinya benar-benar kehilagan Zoya dan putranya .iya bahkan sudah mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Zoya dan putranya, namun hasilnya tetap nihil. Nik bahkan sudah mendatangi kos-kosan Ana namun jangankan Zoya''?. Ana pun bahkan sudah tak ada lagi disana.membuatnya geram sekaligus menyesali semua yang sudah terjadi.


"Kamu kemana kan putraku Zoya"?.


💞💞💞💞


Jagan lupa dukung outhor like vote hadiah and komen gratis kok.


Makasih.


Bay...bah...🥰🥰🥰😘😘

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2