Dendam Berujung Penyesalan

Dendam Berujung Penyesalan
par57


__ADS_3

Selamat membaca.


''Zo tunggu Zo''.Zoya tak bergeming do'i terus menarik jarum infus yang menancap ditangannya ,kemudian berlari keluar dari ruangan.


Tubuhnya yang tidak fit membuat Zoya melangkah dengan terhuyung-huyung.namun Ana dengan sigap menangkap tubuh sahabatnya itu dan membantunya melangkah.


Tidak sulit bagi mereka untuk mencari keberadaan Nik,karna dari kejauhan mereka bisa melihat banyaknya anak buah Nik yang bertebaran dimana-mana.


''Niel kamu dimana Nak''?.lirih Zoya yang langsung terduduk saat sampai didepan ruagan IGD.


''Sayang''?.Nik langsung sigap dan membawa wanita itu untuk duduk disampingnya.


''Mana putraku Nik''?.


''Dia didalam sayang, kau tenang lah''.


''Bagai mana aku bisa tenang,putraku bertaruh hidup dan mati didalam. sekarang kau memintaku untuk tenang''?..ini semua karna mu Nik,kau yang membuat pitraku jadi seperti ini.jika kau tak membawa kami kesini''!!! semuanya tak akan terjadi.aku membenci mu Nik''.lagi-lagi wanita itu kembali tak sadarkan diri.


''Sayang maafkan aku''?.lirih Nik dengan linagan air mata dan wajah frustasi.kemudian bangkit berdiri dan membawa Zoya kembali keruangan perawatan tempatnya semula.


''Dokter tolong bantu istri saya Dokter''.


''Baik Pak,sekarang anda tenang lah kami akan memasangkan infusnya kembali''.Nik melangkah mundur.menyandarkan punggungnya ditembok saat merasakan sesak didadanya, banyaknya beban yang memhinpit membuat laki-laki itu mencengkram dadanya kuat.ingin dirinya menjerit dan menangis sekuat mungkin. tapi iya seorang laki-laki masih malu untuk melakukan itu semua didepan banyaknya perawat diruagan Zoya.


''Tuan dokter memanggil anda''.panggil Jona yang diikuti Nik dengan cepat.


''Ada apa dokter''?.lirihnya dengan nada bergetar.


''Pasien kehilagan banyak darah, jadi butuh Tranfusi darah''.


''Golongan darah tuan muda apa Dokter"?.


''AB Pak''.


''Saya Dokter, ayo cepat ambil darah saya''.


''Baik''. ayo ikut dengan saya agar diperiksa terlebih dahulu''.Nik mengikuti Dokter muda itu dengan langkah tergesa-gesa.


Setelah melakukan pemeriksaan beberapa Saat Nik kembali keluar dari ruagan,laki-laki itu duduk termagu didepan ruangan sang putra.sambil menunggu hasil tes keluar.

__ADS_1


Selang beberapa saat terlihat seorang perawat dan juga dokter yang menagani putranya melangkah mendekati mereka.


''Bagai mana Dokter ''!!!..apa saya bisa menjadi pendonor''?.tanya Nik dengan wajah penuh harap.


''Maaf Pak. anda tidak bisa menjadi pendonor, karna anda seorang Alkoholisme dan juga perokok aktif''.


Mendengar itu semua Nik langsung terduduk dilantai rumah sakit. tubuhnya limbung bagai tak bertulang.


''Sabar tuan''!. biar kami semua cek darah dulu, siapa tau ada yang cocok''!!...Nik hanya menganguk,mengiyakan ucapan Jona, untuk saat ini iya benar-benar terpukul.


Hatinya hancur tak berbentuk.penyesalannya semakin menjadi-jadi tak kala mendengarkan Zoya menyalahkan dirinya atas semua itu.


Tubuhnya bergetar menandakan laki-laki dewasa itu menangis dalam diam.


Berkali-kali iya merutuki kebodohannya, merutuki nasip buruknya. kenapa semua yang iya sayanggi harus celaka''?...mungkinkah disini dirinya yang sial''?..


''Tuan diantara kami tidak ada darah yang cocok untuk tuan muda Niel''.tepukan lebut dipundak Nik membuat laki-laki itu menoleh dengan mata keputus asaan.


''Tolong bantu aku Jona, bantu aku carikan pendonor untuk putraku''.pintanya dengan tatapan iba.


''Bai''???.belum sempat Jona menyelesaikan ucapannya terlihat seorang dokter kembali keluar dari ruagan IGD dengan wajah kawatir .


"Maaf pak,tolong secepatnya dapatkan pendonor,karna kondisi pasien semakin lemah dan kritis.kami harus secepatnya melakukan operasi''.


"Apa yang kau katakan Dokter ''!!!...putraku akan baik-baik saja".Nik menarik jas putih yang Dokter muda itu kenakan dengan penuh emosi.


"Tuan tolong bersabar lah.jangan seperti ini''.Tuan akan mempersulit keadaan jika tuan terus seperti ini".


"Dokter pasien semakin melemah".suara seorang perawat membuat sang Dokter menoleh.kemudian kembali bersuara.


"Tolong usahakan secepatnya".


"Tuan mau kemana"?.


"Aku harus pergi mencari pendonor darah untuk putraku Jona.kau pikir aku bisa diam saja disini ''??..sementara putraku bertaruh nyawa disana''?.


''Ada apa ini''?.Kei yang baru saja sampai langsung berlari dengan tergopoh-gopoh, laki-laki itu langsung bertanya ketika melihat Nik beserta entah laki-laki yang satunya Kei tak tau, yang jelas iya tau kenapa kedua laki-laki itu ada disini,Kei tau jika telah terjadi penembakan dibandara.


Selain berita yang sudah menyebar dimana-mana Kei juga sudah berangkat kejakarta tak lama dari Zoya dan Nik berangkat.

__ADS_1


Itu semua karna sejak tadi malam pikiran Kei entah kenapa menjadi tak tenang.hinga iya memutuskan untuk berangkat kejakarta, mengikuti Zoya dan Niel.namun saat iya sampai dibandara tempat tersebut sedang terjadi kekacauan karna baru saja terjadi penembakan.


Saat Kei tau korbannya adalah Niel dan disini lah iya sekarang. berlari menyusuri kolidor rumah sakit dengan wajah panik dan mata yang memerah.


''Kalian mau kemana''?.tanya Kei berusaha mencegah Nik yang sudah ingin pergi.


''Aku akan mencari pendonor darah untuk putraku''.


''Apa golongan dara Niel''.


''AB''.Jona yang menjawab. karna Nik sudah tak mampu untuk bersuara lagi.


''Ayo ikut gue,golongan darah gue AB''.akhirnya keempat laki-laki dewasa itu kembali lagi melangkah memasuki rumah sakit dengan wajah tidak setegang tadi.


Setelah dinyatakan Kei bisa mendonorkan darah untuk Niel kini mereka masih menunggu didepan ruagan IGD dengan wajah cemas.Nik bahkan terus saja mengucapkan terimakasih pada Kei karna telah bersedia membantu putranya.


Hampir tiga jam mereka menunggu hinga akhirnya lampu oprasi kini sudah dipadamkan. beberapa saat kemudian seorang dokter telah keluar dari sana dengan wajah sedikit lebih tenang, tidak setegang tadi.


''Bagai mana keadaan putra saya Dokter''?Nik langsung berlari menghampiri dokter yang baru saja keluar.


''Alham dulillah operasinya lancar. namun pasien masih belum melewati masa kritisnya, mohon berdoa yang terbaik untuk putranya Pak,saya permisi dulu".


Nik kembali melangkah mundur tubuhnya kembali terduduk dikursi tunggu.


Selang beberapa saat putranya itu sudah dipindahkan keruagan ICU.


Nik melangkah memasuki ruangan setelah memakai pakaian khusus.


Langkahnya berat penuh luka.air matanya luruh tanpa bisa iya tahan, perutnya yang tak terisi sama sekali tidak ada rasa lapar yang iya rasakan.


''Nak bukalah matamu sayang''.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Mohon kritik dan saran yang memdukung๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Tbc

__ADS_1


__ADS_2