
''Apa lagi Tuan''?.Jona yang tadinya ingin melangkah pergi akhirnya kembali berbalik.
''Ambilkan aku minuman Jona''?.
''Apa''?.
"Manusia yang satu ini,selaluin gila,dia juga pikun".batin Jona dengan tatapan kesalnya.
"Kau tuli Jona"?.
"Bukannya tuli Tuan, tapi apa Tuan lupa dengan janji Tuan"?.lagi pula ini bukan rumah tuan. apa Tuan mau diusir dari sini"?.
Terlihat Nik seperti baru saja mengingat sesuatu.
"Kenapa kau dari tadi tidak mengingatkanku Jona"?.
"Ck".aku lagi yang salah".
"Memang salah kau Jona, kenapa kau tidak mengingatkanku jika sekarang kita berada ditumah sakit".kau kan tau aku sedari tadi sudah membuat keributan".
"Iya aku tau Tuan, seisi rumah sakit juga tau bahwa tuan sudah gila".celetukan Jona membuat mata Nik melotot tajam.
Namun belum sempat laki-laki stres itu megamuk Jona sudah ngacir kabur duluan.
Jona kembali berbaring mengistirahatkan tubuhnya,tepat diatas bed dorong yang biasa digunakan untuk membawa orang sakit atau membawa mayat.
Lelah yang mendera membuat laki-laki itu tidak perduli dimana dirinya sekarang berbaring.
Sementara Nik setelah puas mengomel panjang kali lebar, namun kali ini sudah tidak mengunakan suara yang kuat lagi, karna laki-laki itu sudah ingat dimana dirinya sekarang.
Kakinya iya ayunkan menuju rungan sang putra.
Matanya kembali mengembun saat melihat mengingat bagai mana kabar istrinya sekarang''?.,sudah makan kah''?. atau sebaliknya''?.kakinya terus melangkah hingga sampai didepan Niel yang masih tertidur pulas, akibat pengaruh obat.
''Maafkan Papa sayang''?.lirihnya disertai isak tangis.
Lelah menangis akhirnya laki-laki itu bisa terlelap,entah pukul berapa dirinya terlelap.bukan hanya lelah mencari sang istri tapi mungki laki-laki itu juga kelelahan karna seringnya mengomel.
🌹🌹🌹🌹
Ditempat lain
Suara ayam hutan yang bersahut-sahutan membuat Zoya spontan terduduk.
''Ya allah sudah pukul berapa sekarang''?.gumamnya sambil bangkit berdiri.
Kakinya melangkah menuju pintu kamar.setelah kamar berhasil dibuka Zoya melangkah mencari-cari kamar Aldi.
''Dimana Aldi tidur''?.gumamnya sambil menoleh kekiri dan kekanan.
''Kamar dirumah ini hanya satu''.gumamnya lagi karana dirinya belum menemukan dimana Aldi.
Akhirnya Zoya melangkah turun kebawah.
Matanya terus awas mengintari seisi rumah.
''Sunyi kemana Aldi''?.gumamnya lirih.
''Eh sudah bangun''?.
''Astaufirullah''.?.Zoya mengusap dadanya terkejut,saat Aldi tiba-tiba ada didepan wanita itu.
''Sory..sory''?.
''Ngak apa-apa, lho dari mana aja''?.
''Oh".itu gue dari luar sebentar''.
''Apa sudah siang''?.
''Masih subuh''.
''Oh''.
__ADS_1
''Masih pukul empat memagnya kenapa''?.
''Eh''.kupikir sudah subuh apa kau punya mukena''?.
''Ada sebentar ku ambil''.
Zoya hanya menganguk kemudian mengikuti Aldi yang kini melangkah naik kembali menuju lantai atas.
''Ini''.
''Ini punya siapa''?.
''Itu punya almarhum Mama''.jawab Aldi dengan nada sendu.
''Eh maaf kalau aku membuatmu sedih''.
''Tak apa, sudah sana pergilah solat''.
"Hem baiklah sekali lagi terima kasih".
"Iya. sama-sama".
Aldi menatap sendu,punggung Zoya yang kini mulai menjauh dan hilang.saat wanita mungil itu masuk kedalam kamar.
"Maafkan aku Zo"?.lirihnya kemudian melangkah menuju dapur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kembali lagi dijakarta.
''Pak..Pak''.tepukan bertubi-tubi dipundak Nik membuat laki-laki terkesiap dan spontan bangkit berdiri.bahkan kini dirinya sudah memasang kuda-kuda,membuat dokter wanita yang ada didepannya menahan tawa.
Bahkan botak yang berdiri didepan pintu kini sudah cekikikan melihat kebodohana Bosnya itu.
Namun tawa yang keluar dari bibir biru botak tak berlangsung lama.karna setelah Nik sadar akan kekonyolannya dirinya langsung menatap Botak tajam.membuat laki-laki itu outo bungkam.
''Maaf Pak''?.saya akan memeriksa pasien sebentar''?.Dokter wanita itu berbicara sambil menahan tawanya melihat tingkah Nik.
''Bagai mana keadaan putra saya Dokter''?.
''Putra anda sudah semakin membaik''.
''Kapan putra saya boleh pulang dokter''?.
''Kita lihat dulu Pak,kalau kondisinya selalu membaik seperti ini, insya Allah tiga atau empat hari lagi sudah boleh pulang''.
Nik menarik nafasnya panjang,tiga atau empat hari lagi, itu artinya selama itu juga dirinya tidak bisa pokus mencari sang istri.laki-laki ini benar-benar dilema,disisi lain dirinya benar-benar kawatir dengan sang istri, tapi disisi lain kesehatan dan keselamatan putranya juga sangat penting bagi dirinya.
''Jona''?.setelah Dokter wanita itu keluar Nik dengan cepat melangkah keluar kamar.
''Maaf Bos''?.
''Apa nama kau Jona''?.
''Bukan Bos''.
''Lalu''.
''Namaku Jalu Bos''.
''Iya aku tau bodoh, kenapa kau malah berkenalan padaku''?.
''Maaf Bos''?.
''Maaf lagi,kenapa laki-laki buruk sepertimu bisanya hanya mengucapkan kata maaf''?.
''Ma''?.
''Diam''. setan kau ini ''?.lama-lama bicara denganmu membuat kepalaku semakin pusing''.
"Siapa juga yang mau bicara denganmu Bos"?.batin Jalu dengan wajah tetap menunduk.
"Jangan mengumpatku"?.
__ADS_1
"Eh"?.kaget jalu sepertinya dirinya baru saja melupakan sesuatu,Bisnya itu selalu bisa membaca isi hati seseorang.
"Sudah sana kau pangilkan Jona".Nik meminta anak buahnya untuk memangil Jona, dengan tangan yang iya kibas-kibaskan.
Membuat laki-laki itu outo buru-buru ngacir.
"Kemana Jona"?.gumam Jalu sambil menoleh kekiri dan kekanan.
Matanya menelisik seluruh penjuru.
"Itu apa"?.gumam Jalu sambil melangkah mendekati Brangker rumah sakit yang terletak tepat didepan ruangan mayat.
Langkahnya mendekat namun tetap awas, kawatir yang ada disana sesuatu yang menakutkan.
Semakin dekat dirinya melangkah matanya semakim sering berkedip-kedip,memastikan apa yang sedang iya lihat.
"Woy"?. hantu bukan"?.Jalu bertanya sambil melongok pada sesuatu yang kini sedang meringkuk memunggungi dirinya.
"Woy ***"?.kagetnya saat dirinya mendengar suara dengkuran yang lumayan keras.
"Jangan-jangan hantu"?.gumamnya lagi yang melangkah mundur kebelakakang.
"Brak".
Tampa sengaja dirinya menabrak sesutu entah apa"?.kepalanya menoleh kebelakang.
"Aaarrrggg".setan"?.tampa mau menoleh pada sesuatu yang iya tabrak, Jalu langsung saja lari tunggang langgang, bahkan berkali-kali dirinya tersungkur kelantai dan kembali bangkit berdiri kemudian berlari kembali.
Sementara didepan rungan mayat.
Seorang perawat yang sedang mendorong brangker yang diatasnya ada mayat seorang wanita remaja yang baru saja meninggal akibat kecelakaan.
"Kenapa mayat ini bisa keluar"?.gumamnya berbicara sendiri sambil melangkah mendekati brangker yang menghalangi jalannya.
Brangker yang menghalangi pintu iya dorong kembali masuk kedalam kamar mayat.kemudian kembali lagi mengambil brangker yang satunya,tepatnya brangker yang diatasnya ada wanita remaja yang baru sajan meninggal,dengan wajah hancur dan menyeramkan.
Setelahnya wanita itu kembali melangkah keluar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Didalam.
"Aaauuhh".Jona yang baru saja sadar dari alam mimpinya mengeliat meluruskan otot-ototnya yang kaku.matanya menelisik melihat setiap sudut ruangan tempatnya menginap semalaman ini.
Tangannya bergerak-gerak meraba sesuatu yang dingin dan basah.
"Apa ini"?.gumamnya diiringi dengan kepalanya yang menoleh secara perlahan.
"Emak".sontak Jona langsung menjerit saat melihat telunjuknya kini ada dilubang hidung mayat wanita yang dipenuhi darah dan wajahnya yang hancur.
Jona langsung melompat turun dari brangker dan berlari secepat kilat mencari pintu kamar mayat.
Mulut laki-laki itu komat-kamit membaca doa, agar dirinya tidak digangu hantu penghuni kamar mayat.
"Emak tolong anak mu Mak"?.pekiknya membahana disertai jemarinya yang bergetar-gerak berusaha membuka pintu.
Namun karna rasa takutnya hinga membuat Jona kesulitan membuka pintu yang sama sekali tidak dikunci.
Berkali-kali dirinya mengumpat, membaca segala macam makian,namun entah kenapa pintu kamar mayat ini sangat sulit terbuka.bahkan celananya yang awalnya kering kini bahkan sudah bacah.
Laki-laki tampan nan mapan itu kini sudah ngompol dicelana
"Apak tolong anakmu ini"?.jeritnya lagi disertai deraian air mata.andai Bos gilanya itu melihat dirinya sekarang''!. sudah bisa dipastikan Bosnya akan mentertawakan dirinya habis-habisan.
"Brak"?.
💥💥💥💥💥
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
Tbc.
__ADS_1