Dendam Berujung Penyesalan

Dendam Berujung Penyesalan
par67


__ADS_3

''Niel sayang''.tubuh Nik limbung dan melangkah dengan gontai menuju putranya.apa yang iya lihat berasa seperti mimpi.


Kini putranya sudah bisa membuka mata, semua peralatan medis sudah tidak ada lagi, ditubuhnya hanya tinggal infus saja.


''Sayang''.entah lah Nik merasa sudah tidak bisa lagi berbicara sepatah kata pun, lidahnya kelu,bahkan kini air matanya menetes tampa permisi.


Namun kini bukan air mata sedih melainkan air mata gembira,gembira karna putranya sudah siuman.


''Pa". Bunda mana Pa''?.tanya Niel sambil menoleh menatap Papanya penuh harap.


''Bunda''.ya Allah apa yang harus Nik jawab sekarang"?.


"Bunda mana Pa"?.


"Bunda lagi dirumah Nak".bukan Nik menjawab. melainkan kedua orang tua Zoya, tepatnya Nenek Niel yang menjawab.


"Ma".??.lirih Nik memberi kode dengan mengatupkan kedua tangannya sebagai tanda terimakasih.


Tidak tau apa jadinya jika tidak ada Mama dan keluarga Zoya sekarang. dirinya pasti tidak akan tau harus menjawab apa"?.


"Mereka siapa Pa"?.bocah lima tahun itu menatap wanita paruh baya dan laki-laki paruh baya didepannya dengan tatapan heran.


"Ini Oma sayang".jawab Mama Zoya sambil melangkah mendekati Niel yang kini menatap keduanya dengan tatapan binggung.


"Dan Ini Opa".sambung Papa Zoya juga ikut melangkah mendekati sang cucu.


"Pa"?.Niel menoleh kearah sang Papa, sungguh saat ini bocah umur lima tahun itu benar-benar kebingungan.

__ADS_1


Karna selama ini mereka menjalani hidup hanya bertiga saja,Ana Bundanya dan juga dirinya sendiri.


Lalu kenapa sekarang tiba-tiba hidupnya kini dikelilingi banyak orang"?.


"Maaf Pak pasien harus dipindahkan keruagan perawatan".


"Oh iya silahkan".jawab semuanya serentak.kemudian melangkah keluar sambil menunggu Niel dipindahkan keruangan perawatan.


"Nak bagai pencariannya tentang Anes''?.apa sudah membuahkan hasil''?.


Nik menarik nafasnya panjang, kemudian mengelengkan kepalanya lemah.


''Belum Pa''.


''Huuffuuh''.Papa Zoya juga ikut menarik nafanya panjang dan frustasi.


Baru saja beberapa hari mereka berkumpul dengan putrinya, kini haruskah mereka berpisah lagi''?.


''Eh..Kei, alhamdulillah Niel sudah membaik,tidak masalah. kau datang saja aku sudah sangat senang''.


''Oh iya Zoya mana''?.


''Zoya''.


''Zoya diculik''.Jona yang baru saja kembali dari mushola langsung menjawab pertanyaan Kei dengan wajah menginti midasi .


''What''??..diculik''?..masak iya sih dia diculik''?.Kei malah terpekik lirih karna merasa apa yang Jona katakan itu tidak benar

__ADS_1


''Kenapa kau begitu terkejut''?.


''Eh...tidak..aku hanya terkejut. apa tidak boleh''?..jawab Kei sambil menatap Jona yang kini juga sedang menatap dirinya tajam.


Membuat laki-laki itu menatap Jona binggung.


''Apa kalian mencurigaiku''?.Kei bertanya sambil menunjuk dirinya sendiri.


''No".tidak ada yang menuduhmu disini''?.kenapa kau malah merasa tertuduh begitu''?.Jona bertanya sambil memasukkan kedua jemarinya kedalam saku celana dan laki-laki itu kembali menatap Kei dengan tatapan tajam.


Kei mengernyit.


''Ayo lah". aku tidak akan pernah melakukan hal sebejat itu, kenapa kalian bisa menuduhku''?.


''Apa karna aku menghilang setelah mendonorkan darah ku pada Niel.


''Untuk itu aku minta maaf tidak sempat berpamitan,soalnya setelah melakukan pregambilan darah,aku mendapatkan telfon dari Papa dan ya "??..dengan terpaksa aku langsung pulang kemalang''.


''Benarkah''?.


''Hey''!!.ayo lah Jona, apa yang kau lakukan''?.Nik langsung berdiri dan menepuk pundak Jona agar laki-laki itu berhenti menuduh Kei,karna bagai mana pun laki-laki ini yang membantu dirinya menyelamatkan putra semata wayangnya.


''Ck''.apa kau tidak curiga dengan laki-laki ini''?.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Mohon kritik dan saran yang mendukung.


Tbc


__ADS_2