Dendam Berujung Penyesalan

Dendam Berujung Penyesalan
par 77


__ADS_3

Malam yang dingin dan menusuk tak melunturkan semangat seorang Nikholas untuk mencari sang istri,hatinya yang sudah diliputi emosi,cemburu, rasa kawatir dan takut kehilangan. membuatnya oleng dan semakin suka bicara ngawur.


Bukan tampa Alasan Nik kwatir dengan istrinya,untuk saat ini hati Zoya padanya mungkin saja tak ada cinta, bahkan cendrung hanya ada kebencian,tak heran jika wanita itu akan mudah dirayu dan masuk kedalam pelukan laki-laki lain.


''Aaahhh lama sekali kau ini Jona''.Nik sudah mulai lagi nerancau setelah diam hanya beberapa menit.


''Ck''.Jona hanya melirik Nik sekilas kemudian berdecak kesal.


''Tuan''.


''Apa bodoh''.


''Kau ingin bertemu istrimu dalam keadaan bernafas atau tidak''?.tanya Jona dengan santai matanya tetap pokus mengemudikan mobil.


''Pertanyaan macam apa itu Jona''?.tanya Nik sambil memperbaiki duduknya yang sedari tadi sudah sembrawut.


''Jawab saja Tuan''.


''Tuk''?.


''Sakit Tuan, kenapa kau menyentil kepalaku''?.


''Aku hanya ingin memastikan dikepalamu ada otak atau tidak''?.


''Hufh''.Jona menarik nafasnya panjang, lelah juga dirinya menghadapi Nik kalau sudah dalam mode galau seperti ini.


''Berapa lama lagi kita sampai Jona''?.


''Sekitar tiga jam lagi Tuan''.


Nik menarik nafasnya panjang, kemudian menatap pokus keluar jendela.


"Kriiuk"?.


Jona menahan tawanya mendengar perut Nik yang berbunyi.


''Apa yang kau tertawakan Jona''?.tanya Nik lagi dan lagi mententil kepala Jona.


''Tak apa Tuan''.


''Bodoh kau ini,aku lapar Jona cari rumah makan'''.


''Kumat". nanti telat malah anak buah yang disalahkan'''dumel Jona yang lagi-lagi mendapatkan tabokan dupundak.


''Setan alas''. lama-lama begini,pundakku bisa geser''.


''Kau berani padaku''?.


''Tidak tuan maaf, lidahku hanya keseleo''.jawab Jona asal.


''Idih dasar kau ini kutukupret''.


''Terserah apa katamu lah tuan, yang penting aku masih bisa bernafas''.jawab Jona pelan.


''Kenapa berhenti Jona''?.


''Ck''.tadi katanya lapar sekarang malah bertanya, dasar''.


''Jona aku bertanya padamu apa kau tuli''?.


''Bukan aku yang tuli Tuan, tapi dirimu yang pikun''.

__ADS_1


''Plak''.


''Sakit Tuan,lama-lama didekat mu otak ku bisa kosong''.celetuk Jona sambil keluar dari mobil dan ngacir menuju warung yang ada dipingir jalan.karna hanya itu yang iya temui.


Jona ketawa cekikikan saat mendengar bosnya itu masih mengomel dan memangil-mangil dirinya.


''Kau kenapa''?.tanya Gondrong ikut melangkah menuju warung.


''Tak ada''.


''Hem". kau sudah gila seperti Bos''.


''Eh''.kau juga sama''.balas Jona hingga kedua anak buah Nik minim akhlak itu tertawa ngakak.


''Bayar sendiri-sendiri''.entah kapan laki-laki itu melangkah hingga kini dirinya sudah berdiri dibelakan Jona dan Gondrong.


''Yah''.ini semua salah kau Gondrong''.


''Kenapa kau menyalahkan ku''?.


''Eh''.kenapa malah berdiri disitu ayo buruan makan, ntar kalau Bos kumat kalian berdua bisa-bisa ngak sempat makan''.


Akhirnya perdebatan Jona dan Gondrong selesai karna kedatangan Botak.


Makan malam yang sangat mengesalkan. bagai mana tidak ''?.saat sedang asik makan pecal lele Nik malah berulah,laki-laki itu mengerjai Jona dan Gondrong.


''Aku minta ikan mu sedikit Jona''?.Jona menarik nafasnya panjang,melihat ulah bosnya itu,sudah lah bayar sendiri diembat pula ikan miliknya,hingga hanya menyisakan setengah.


Malah dibagian kepalanya lagi.


"Kusumpahkan kau keselek Tuan"?.kesal Jona membatin.


"Uhuk..uhuk".


"Sial".umpat Jona, karna lagi-lagi dirinya yang terkena apes. karna minuman miliknya kini sudah berpindah keperut Nik.


"Mati saja kau Jona,ayo makan aku sudah selesai".ucapan Nik sukses membuat Jona mengigit kepala ikan lele miliknya dengan kesal.


Sementara Gondrong hanya memakan nasi uduk miliknya sambil mesem-mesem tak jelas.


Bagai mana tidak, sambal miliknya rasanya asinnya puuuul.hingga mempu membuat tengorokannya pahit.


"Enak Gondrong"?.tanya Nik sambil menunduk menatap anak buahnya dengan senyum tercekat dibibir seksi miliknya


"Enak Bos".


"Kau tak suka sambal Gondrong".tanya Nik lagi membuat anak buahnya itu semakin geram.


Ingin sekali Gondrong melempar sambal yang ada dipiring miliknya, kewajah bos Konyolnya itu.


"Jangan membuang makanan mubazir".celetuk Nik sambil berlalu.


"Bruk".


"Eh maaf Mas ngak sengaja".Nik yang ingin melangkah keluar,akhirnya urung.saat tubuhnya ditabrak seorang wanita dengan pakaian yang sangat seksi.


"Eh tak apa".


"Lah".andai kita yang nabrak pasti dikatain buta".celetuk Gondrong yang sedari tadi sudah kesal dengan Nik.


"Makasih Mas".wanita itu berbicara dengan nada mengoda, suaranya bahkan iya buat seperti mendesah.

__ADS_1


Membuat seorang laki-laki hipersex seperti Nik langsung tergoda.


Jemari wanita itu mengusap-usap paha Nik yang masih mengunakan celana.


"Gondrong"?.


"Iya ada apa"?.tanya Gondrong sambil menatap Jona sekilas kemudian kembali pokus pada makanan miliknya.


"Kau percaya hukum karma Gondrong"?.


"Memangnya kenapa dengan hukum karma"?.tanya Gondrong memang benar-benar Oon.


"Ck".Jona berdecak kesal melihat kebodohan Gondrong.


"Kau tau Gondrong"?. jika suaminya kini bermesraan dengan wanita lain.aku yakin kini istrinya sedang digoyang laki-laki lain".


"Berhenti kau Jona"?.teriak Nik yang awalnya sudah mulai On kini langsung naik pitam.


Kata-kata yang Jona ucapkan entah kenapa menjadi momok menakutkan baginya.


"Kenapa aku harus berhenti"?.tanya Jona yang kini sudah berdiri,lama-lama kesal juga dirinya melihat tingkah bosnya yang sangat sulit menahan nafsu.


"Berani kau Jona"?.


"Aku tak pernah takut denganmu tuan".,Jona malah nantang.


Sementara wanita yang tadi sempat mengoda Nik tersenyum senang, karna merasa usahanya berhasil.


"Sudah Tuan ayo kita berangkat sekarang"?.akhirnya Botak terpaksa turun tangan, karna jika dibiarkan pertengkaran ini berlangsung. maka perjalanan mereka akan berhenti sampai disini saja.


Akhirnya Nik dan Jona kembali melangkah masuk kedalam mobil.


Sementara laki-laki yang sedari tadi memakai masker dan topi menatap wanita yang mengoda Nik tadi dengan penuh selidik.


"Maaf Tuan, sepertinya pergerakan kita sudah diketahui".


"Maksud kamu"?.tanya Nik dengan kaki yang terus melangkah.


"Saya yakin wanita yang tadi adalah suruhan penculik itu".


Mendengar penuturan anak buahnya Nik dengan cepat kembali melangkah mendekati wanita yang sudah meleset dibelakang warung.


Kakinya melangkah dengan pelan sangat pelan.


Disaat dirinya meleset dibelakang warung, mata Nik menagkap bayangan yang ada dibelakang sana.


Kaki jenjang laki-laki itu meleset cepat menyusuri jalanan tanah.hingga Nik kini berkelebat dibalik pohon besar yang tak jauh dari tempat beberapa orang itu berdiri.


"Bagai mana"?.


"Aman".


"Oh bagus kalau begitu ayo"?.


Melihat semua yang ada disana ingin pergi dengan cepat Nik menerjang salah satu laki-laki yang tak jauh darinya.


"Aaarggg".


🌹🌹🌹🌹


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.

__ADS_1


Maaf masih banyak typo.πŸ™πŸ™πŸ™


Tbc.


__ADS_2