
"Prok..prok...prok".suara tepuk tangan menyambut kedatangan mereka.
"Katakan dimana istriku".
"Ha..ha..ha..".bukannya menjawab Baskoro malah tertawa lepas.
"Katakan dimana istriku".
''Istrimu''?.. mana kutahu''.jawab Baskoro sambil terkekeh.
''Katakan''?.Nik sudah menodongkan pistol tepat dikepala paskoro.
''Aaawww ".slow donk sayang kenapa kau ini tempramental sekali''?.
''Krek''.
''Katakan atau kepalamu kupecahkan sekarang juga''?.Nik sudah menarik platuk senjata api yang iya pegang.
''Terserah kau mau melakukan apa"?. yang jelas aku tak tau apa-apa tentang istrimu, aku bahkan tidak tau siapa istrimu''?.jawab Baskoro dengan santai tampa rasa takut sedikit pun.
''Pembohong''.hardiknya kesel dengan mengertakkan giginya penuh emosi.
''Ha..ha...aku berbicara serius,sejak hari itu aku sudah tidak pernah mau tau lagi tentangmu''.
''Pembohong''?.
''Ya ampun, aku berbicara serius. kau tak lihat kakiku masih pincang''?..kau membuatku sulit melangkah''.sejurus kemudian mata Nik melihat kearah kaki Baskoro.
Benar sajay laki-laki itu masih pincang dan terlihat kesulitan untuk melangkah,lalu siapa musuhnya sekarang''?.
''Hey kau mau kemana''?.Baskoro jelas kesal.saat melihat Nik kini malah menggeledah rumahnya.
''Astaga ternyata kau tak percaya apa yang aku ucapkan''?.kesalnya sambil termangu saat melihat Nik dan Jona berpencar melihat-lihat sekeliling markas sekaligus rumah Baskoro.
__ADS_1
''Ck''.kau membunuh anak buahku lagi''.kesalnya masih tetap melihat Nik yang mengobrak-abrik isi rumahnya,sesekali terdengar suara mengelegar Nik yang memanggil istrinya
''Sepertinya memang tidak ada Tuan''.Jona berbicara sambil melangkah mendekati Nik yang masih menjerit-jerit seperti orang kesetanan.
''Kita pergi sekarang''!!!akhirnya kedua laki-laki itu melenggang pergi meningalkan kekacauan yang sudah mereka buat.
''Sial''.umpat Baskoro karna lagi-lagi anak buahnya banyak yang terkuka bahkan ada juga yang tewas.
Namun detik berikutnya laki-laki paruh baya itu kembali menyeringai menyeramkan.
''Anak ingusan mau main-main denganku''.gumamnya sambil menelfon seseorang.
π₯π₯π₯
''Eerrrggg''.Zoya yang pingsan sedari tadi kini mulai membuka matanya,mata wanita itu menelisik melihat keadaan sekitar.
''Dimana ini''?.gumamnya keheranan. karna ini tempat asing baginya.
''Kepala ku sakit banget''.desisnya sambil berusaha berdiri.
''Siapa yang membawa ku kesini''.beribu-ribu pertanyaan kini memenuhi kepalanya.
''Pukul tiga pagi''.gumamnya lagi kemudian kembali melangkah melihat-lihat ini dan itu.
''Aku dimana''?.lagi-lagi wanita itu bergumam pelan sambil merusaha membuka pintu kamar yang tertutup rapat.
''Dikunci,siapa yang membawaku kesini''?.
''Apa mungkin musuh Nik''?.lagi-lagi tak ada yang menjawab pertanyaan yang Zoya butuhkan jawabannya.
''Krek''.
Jendela kamar yang terbuat dari kaca berhasil iya buka, namun saat matanya melihat kebawah seketika itu juga nyalinya langsung menciut.
__ADS_1
''Ya Allah ini sangat tinggi, jika aku terjun kebawah bisa-bisa aku jadi debu''.gumamnya lagi dan kembali menutup jendela,sambil bergidik ngeri.
''Gue harus apa sekarang''?.gumamnya sambil duduk ditepi tempat tidur.
''Niel kamu baik-baik ya Nak''?.doanya lirih dengan air mata yang sudah mulai mengalir deras.
Apa mungkin ini alasan Nik tidak mau berdekatan dengannya ''?.apa ini alasan laki-laki itu dari dulu tidak menikahinya''?.tapi kenapa"?. siapa musuh Nik sebenarnya''?.Zoya terus saja berpikir ini dan itu hingga membuat wanita itu kembali terlelap.
π₯π₯π₯π₯
Pagi menjelang
''Krek''.
Pintu kamar dibuka dari luar membuat Zoya yang baru saja selesai mandi dan menganti pakaiannya dengan pakaiannya yang sudah tersedia disana. entah siapa pemiliknya.
''Pagi Nona''.sapa seorang pelayan yang membuat mata Zoya menyipit.
''Mbak saya ada dimana sekarang''.?.
''Maaf Nona permisi''.
''Mbak''??..wanita itu tetap saja keluar dan mengunci pintu kamar kembali.
''Aku dimana''?.
π₯π₯π₯
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Mohon kritik dan saran yang mendukungπππbiar outhor rajin updet.
Tbc.
__ADS_1