Dendam Berujung Penyesalan

Dendam Berujung Penyesalan
par52


__ADS_3

Selamat membaca


''Apa ucapanmu bisa dipercaya tuan''?.tanya Zoya sambil menatap Nik penuh harap.


Terlihat laki-laki itu menganguk mantap.sambil mengecup kembali bibir wanita yang ada didepannya dengan lembut.


"Kau membuatku candu".lirihnya sambil mengangkat tubuh Zoya menuju tempat tidur.


Wanita itu terlihat pasrah karna percuma dirinya melawan.toh mereka sudah melakukannya tadi.


"Tok..tok..tok".


"Bunda"!!!!...


"Aaahh"...gagal".


Belum sempat mereka memulai ronde kedua ketukan dipintu membuat kegiatan keduanya terhenti.


Nik langsung menghempaskan tubuhnya disebelah Zoya yang kini sedang katar-ketir mencari pakaian didalam lemari.


''Bunda''. buka pintunya''.


''Iya sayang, sebentar Bunda mau mandi dulu''.


''Iya buruan Bunda, Tante Ana bilang makan malamnya sudah siap''.


''Iya sayang tunggu sebentar''.


''Baik lah''.lirih Niel terdengar pasrah.


''Aaaaku mandi dulu tuan''.ucap Zoya lalu ngacir menuju kamar mandi.


Begitu juga dengan Nik laki-laki itu juga ikut berdiri dengan tubuhnya yang masih polos.


''Aaaww''.

__ADS_1


''Ck''. kau jangan menjerit,kau mau Niel mendengarnya''?.lagi pula kenapa kau histris begitu''?.. bukankah kau baru saja menikmatinya''?.Nik berbicara dengan santai sambil menghidupkan shower dan berdiri dibawahnya.


Zoya hanya diam mematung.wanita itu kini hanya mengenakan kaos oblong kedodoran yang biasa iya pakai dirumah. karna hanya itu yang bisa iya raih saat Niel memangilnya tadi.


''Ayo mandi,kau harus terbiasa dengan semua ini,bukankah dulu kita sering melakukannya''?.


''Glek''.


Tubuh mereka yang kini sudah mepet meksimal membuat Zoya menelan ludahnya kasar.


Apa lagi melihat benda tumpul yang ada dibawah sana masih berdiri dengan kokohnya.


Perlahan kedua tangan Nik meraih kaos yang Zoya kenakan.bukan Nik namanya jika tidak mendapatkan apa yang iya mau.


Laki-laki itu akan kehilagan akal jika hasratnya tidak tertuntaskan.


Dengan sekali hentakkan tubuh Zoya kini sudah ada didalam gendongan laki-laki berwajah tampan itu.tak ingin tergangu lagi Nik dengan cepat menyatukan yang ada dibawah sana.


''Aaaahhhh''.Zoya melenguh lirih ketika merasakan desakan dibawah sana yang menerobos masuk membuatnya penuh dan sesak.


Padahal kedua manusia itu bukannya mandi degan air tapi mandi dengan keindahan yang tiada tara, bahkan dinginya air yang membasahi tubuh mereka tak mampu meredam gejolak gairah yang kini membelengu keduanya.


Keahlian Nik dalam menaklukan lawan mainnya mampu membuat Gadis berumur 25 tahun itu bertekuk lutut dan pasrah.


Padahal dirinya masih ingat betul bagai mana penderitaan yang pernah Nik ciptakan untuknya.


Namun karna kabut gairah yang menderanya membuat dirinya lupa dalam sekejap. bagai mana pahit hidupnya selama ini, itu semua karna laki-laki yang kini sedang menggahinya.


''Sayang Aahh''.rancauan terus terdengar dari bibir kedunya.


Sementara diluar.


Sudah hampir setengah jam Niel dan Ana menungu Zoya namun wanita itu belum juga menampakkan batang hidungnya.


''Nial Bunda kok lama banget ya''?.tanya Ana sambil melongok menatap pintu kamar Zoya dari meja makan.

__ADS_1


Namun belum ada tanda-tanda pintu kamar itu akan terbuka.


''Tau Tante''.


''Oh iya Om yang tadi membawa kalian kemana ''??kenapa kalian bisa pulang kesini''?.rasa penasaran yang berusaha iya simpan sejak tadi sudah tidak terbendung lagi.awalnya Ana ingin bertanya pada Zoya namun wanita itu sama sekali belum menampakkan batang hidungnya.


Entah kemana hilangnya''?.


''Ya bisa lah, kan Om yang tadi yang nganterin kita kesini''.


''What''.?..kamu serius sayang''?.mata Ana membulat sempurna. ''kaget''?.pasti''. mana mungkin Zoya diantar laki-laki jahat itu kesini''!! lalu dimana laki-laki itu sekarang''?.


''Trus Omnya kemana sayang''?.masih dengan wajah terkejut.namun rasa penasarannya mendorong seorang Ana untuk bertanya pada bocah polos yang ada didepannya sekarang.


''Tau''.dikamar sama Bunda mungkin''.


''What''?..sekali lagi wanita itu terjejut.bahkan Ana sampai mengebrak meja yang ada didepannya sangking terkejut dan tidak habis pikir dengan apa yang terjadi.


''Jadi Om yang tadi masuk kekamar Bunda''?.


Niel menganguk membuat Ana mendapatkan jawaban tentang apa yang dilakukan kedua manusia itu didalam kamar.


Wajah Ana langsung merona merah saat membayangkan apa yang Zoya dan Nik lakukan sekarang. pantas saja mereka sampai lelah menungu ternyata kedua manusia minim akhlak itu lagi enak-enakkan sekarang''.


''Tante kenapa''?.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Jagan lupa like vote hadiah and komen.


Mohon kritik dan saran yang mendukung makasih.


Yuk mampir dikarya outhor yang lain๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2