
''Widih Abang baksonya tampan bener Oy''??...Ana malah sibuk memperhatikan pedagang bakso yang masih sibuk melayani pembelinya.
"Mau pesan Bakso Neng"?.
"Eh iya Bang, mau pesan Baksonya tiga yang kosong satu ya tanpa saos".
"Baik Neng, silahkan ditunggu sebentar".
"Lama juga ngak apa-apa Bang".gumamnya membuat pedagang bakso itu menatapnya heran.
π₯π₯π₯π₯π₯
Dirumah sakit.
Setelah Jona menunggu Nik diruagan operasi. kemudian memastikan tempat perawatan mantan Bosnya itu diberikan tempat yang terbaik.
Setelahnya Jona memutuskan untuk pulang kerumah, karna tadi istrinya iya tinggalkan begitu sajak dirumah.
Namun sorenya Jona kembali lagi kerumah sakit untuk melihat mantan Bosnya itu.
"Akhirnya kau sadar juga".lirih Jona sambil menatap Nik dengan tatapan senang.
"Ck''. bilang saja kau senang kalau aku mati".Nik berbicara sambil membuang mukanya kesamping.iya masih sangat kesal pada mantan anak buahnya itu yang dengan teganya membawanya kesini.
"Bahkan kau tega membiarkan dokter sialan itu menancapkan jarum infus ini ditaganku yang kekar ini".
"Cih''. aku seperti laki-laki lemah sekarang tidak bisa kemana-mana"!!.rungutnya lagi sambil menunjuk-nunjuk jarum infus yang menancap dipergelagan tangannya.
Jona hanya tersenyum mendengarkan celotehan dari mantan Bosnya itu.perlahan matanya menatap meja makan yang terletak semangkuk bubur lengkap dengan susunya.
__ADS_1
"Kau belum makan"?.Jona bertanya sambil menatap wajah kesal Nik.
"Ck '''...aku sudah dewasa Jona.kenapa perawat itu memberiku bubur"?.
"Kau sedang sakit Nikholas".kesal Jona melihat tingkah mantan Bosnya yang sangat cerewet membuat kepalanya pusing.
"Aku tak sakit Jona.siapa yang bilang aku sakit aku bisa membunuhmu sekarang jika ku mau".nada suara Nik sudah naik lima oktaf.
"Coba saja kalau kau bisa".Jona malah memancing membuat Nik berusaha untuk berdiri.
"Aaarrrggg".laki-laki yang memiliki tubuh berotot itu langsung meringgis menahan sakit dikakinya.
"Ha..ha..ha...".Jona yang melihat itu semua langsung tertawa terpingkal-pingkal.
"Cih''. kau mentertawaiku disaat aku tak berdaya, awas saja kalau aku sudah sembuh kupatahkan kakimu".gumamnya lagi benar-benar kesal melihat kelakuan laki-laki yang masih asik ketawa cekikikan didepannya.
"Coba saja kalau kau bisa''!.sekarang ayo makan"?.
Jona menarik nafasnya panjang, kalau sudah begini Nik akan susah untuk dibujuk. lebih baik ikuti saja apa maunya sikepala batu yang ada didepannya sekarang.
"Kau mau makan apa"?.lirihnya menatap Nik malas.
"Pizza,nasi goreng dan jus jeruk. kau tau aku sangat kelaparan dan haus".Nik berbicara dengan wajah berbinar.
Namun berbeda dengan Jona. laki-laki itu menatapnya dengan wajah kesal dan jenggah.
"Aku pergi sebentar, nanti jika kaki kau tak mau sembuh jangan salahkan aku, jika kau cacat seumur hidup mu".Jona berbicara sambil melangkahkan kakinya ingin membeli pesanan simantan Bos gilanya itu.
"Eh..kenapa kau memyumpahiku"?.bertanya dengan nada kesal.
__ADS_1
"Aku tak menyumpahimu. tapi kau yang tak mau mendengarkan apa yang dokter katakan, mana ada orang sakit makan Pizza nasi goreng".
"Ya baik lah. kau tak usah pergi, bawa kesini bubur hantu itu".Nik berbicara dengan wajah merengut kesal.
Sementar Jona menaikkan satu alisnya mendengarkan nama bubur yang disebutkan Nik.
''Bubur hantu''?.lirih Jona sambil melongok melihat bubur yang masih ditutupi plastik.
"Iya. makanan dingin itu biasanya hanya makanan hantu".celetuknya membuat Jona menahan tawa, sambil meraih bubur hantu yang dimaksud mantan bosnya itu.
"Bubur ini memang tepat untuk kau".
"Kenapa"?.Nik bertanya sambil menatap Jona penuh tanya.
"Karna kau memang hantu".
"Ha..ha".setelah mengatakan itu semua Jona langsung menyerahkan bubur itu ketangan Nik.kemudian berlari menjauh dan tertawa terpingkal-pingkal.
"Awas kau ya Jona''!. tunggu kakiku bisa berjalan. kaki mu akan ku patahkan nanti".ucapnya kesal sambil menyuapi bubur yang sudah dingin.
"Jona apa kau masih mau menjadi asistenku''?..
π₯π₯π₯π₯π₯
Jangan lupa like, vote, hadiah and komen plisπππ
Jika ada penyampaian yang salah atau apa pun itu mohon kritik outhor.ππ
Makasih bay..bay...π₯°π₯°π₯°
__ADS_1
Tbc.