Dendam Berujung Penyesalan

Dendam Berujung Penyesalan
par 66


__ADS_3

Hampir lima belas menit laki-laki itu duduk disebelah Zoya,bahkan sesekali doi mengusap kepala wanita itu dengan lembut dan penuh kasih sayang.


''Maafkan aku''.gumamnya lagi kemudian melangkah keluar kamar.


Setelah laki-laki itu pergi Zoya menegakkan tubuhnya sambil menatap kearah pintu.


''Kenapa suaranya kayak ngak asing ya''?.gumamnya sambil berlari kecil kerah pintu.


''Sial''.umpatnya kesal karna lagi-lagi pintu terkunci.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Diluar


''Kapan rencana kita akan Kakak laksanakan''?.seorang wanita menatap sang Kakak dengan wajah mengintimidasi.


''Maaf Dek, plis Kakak ngak bisa''.


''Ok''. kalau Kakak ngak bisa biar aku yang urus semuanya''.


''Stop ''. jangan, Ok''. Kakak yang akan mengurus semuanya''.


''Ok''itu lebih bagus,dan lebih cepat lebih baik''.ucapnya sambil melangkah pergi meninggalkan sang Kakak.


"Aaaarrrggg".geramnya kesal sambil mengusap kepalanya kasar dengan wajah Frustasi.


Setelahnya doi juga ikut melangkah pergi dari sana.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

__ADS_1


Dirumah sakit


''Ada apa dengan putra saya Dokter''?.saat sampai dirumah sakit Nik melihat banyaknya dokter dan perawat yang berlarian masuk kedalam ruangan putranya.


''Maaf Pak.biar kami priksa dulu,tuan muda sedang kritis sekarang''.


''To...to..long selamatkan putra saya Dokter''.lirih Nik dengan nada tergagap dan tubuh yang mulai limbung.


''Tuan sabar, duduk disini''.Jona membantu bosnya untuk duduk dikursi tunggu.


Disini dirinya juga merasakan hal yang sama, sedih dan kawatir.karna sedari Niel kecil dirinya lah yang mengurus keperluan anak bosnya itu.jadi wajar jika dirinya juga ikut terpukul.


Sementara Nik laki-laki itu hanya duduk dengan menutup wajahnya dengan telapak tangan. namun detik berikutnya bahunya berguncang menandakan laki-laki kejam itu sedang menangis.


''Tuan''.Jona mencoba untuk memberikan dukungan pada Bosnya itu.


''Sabar Tuan,kenapa tuan tidak mencoba untuk sholat saja''?.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Ditempat lain


Seorang wanita duduk tergugu diatas hamparan kain yang iya gelar,entah kenapa hatinya sedari tadi gelisah dan kawatir.


''Niel bertahan Nak''.lirihnya disela-sela isak tangisnya.


''Niel sayang Bunda kan Nak''?.jika Niel sayang Bunda''?. Niel jangan pernah tinggalkan Bunda sayang''.gumamnya lagi masih terus berlimpuh diatas lantai yang beralaskan kain dan menangis sesegukan disana.


Yah'. wanita itu memilih sholat malam dengan mengunakan peralatan seadanya.hati yang gelisah membuat matanya sulit untuk terpejam.

__ADS_1


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Dirumah sakit.


Sudah hampir setengah Jam Nik menunggu dokter keluar namun belum juga ada tanda-tanda mereka keluar.sedari tadi laki-laki itu sudah mondar mandi didepan ruangan putranya dengan mata bengkak dan wajah yang frustasi.


''Bertahan lah Nak bertahan lah''.gumamnya masih terus mondar mandir.sesekali iya mengusap air matanya yang menetes tanpa permisi.tidak bisa iya bayangkan bagai mana hidupnya nanti jika tampa Zoya dan putranya.


Hancur".itu lah gambaran untuk dirinya.


Sementara Jona laki-laki itu memilih untuk pergi kemushola rumah sakit,iya pikir lebih baik dirinya solat dan berdoa untuk kesembuhan Niel dari pada harus melakukan hal bodoh seperti Nik.


''Bagai mana keadaan putra saya Dokter''?.tanya Nik setelah dirinya menunggu hampir satu jam. Nik dengan cepat berlari setelah melihat Dokter yang menangani putranya melangkah keluar dari ruangan.


Terlihat dokter muda itu menarik nafasnya panjang, kemudian melirik Nik sekilas dan tersenyum.


"Kenapa kau tersenyum''?. aku bertanya padamu".tidak sabar menunggu penjelasan dari dokter yang menurut Nik sangat menyebalkan dan membuat emosinya meningkat. akhirnya Nik memutuskan untuk masuk kedalam ruangan putranya.


Nafasnya terasa tercekat saat melihat putranya.


"Niel"??...


Air mata yang sedari tadi sudah berhenti kini menetes kembali,tubuh Nik terasa beku dan lunglai.


"Niel"???...


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Mohon dukungannya like vote hadiah and komenπŸ™πŸ™

__ADS_1


Mohon kritik dan saran yang mendukung.


Tbc.


__ADS_2