Dendam Berujung Penyesalan

Dendam Berujung Penyesalan
par 69


__ADS_3

''Tolong jangan bawa gue kesini''!!.kumohon"?.pinta Zoya memohon dengan tubuh yang terus duseret-seret memasuki Sebuah diskotik.


"Aku harus bisa bebas dari sini,jika tidak semuanya akan sangat berbahaya''?.aku sama sekali tidak tau kenapa mereka membawaku kesini, yang jelas semua ini sangat tidak baik buatku"?.pikir Zoya sambil mencoba membuka tali yang mengikat tangannya.


''Bruk''.


Entah kekuatan dari mana yang iya dapatkan sehinga Zoya bisa melepaskan tali yang mengikat tangannya, kemudian menendang seseorang yang kini sedang menyeret tubuhnya.


''Hey bangsat kau''?.


Zoya tidak mengubris sama sekali apa yang orang itu ucapkan, dengan cepat dirinya melepaskan kain yang menutupi matanya, kemudian berlari sekuat tenaga yang iya punya.


''Bangsat kejar dia''.pinta wanita itu dengan penuh emosi.


''Bodoh kalian semua,umpatnya lagi''.padahal dirinya lah yang tadi menarik Zoya keluar dari mobil.


''Buruan kejar, kenapa masih diam''?.


''Baik''.


Sementara Zoya terus berlari tampa tau arah dan tujuan.


''Ya allah tolong hamba ya allah''?.lirih Zoya meminta dengan nafas yang sudah memburu.


''Woy jangan kabur lho''?.


''Sial''.Zoya mengumpat saat melihat laki-laki yang bersama wanita tadi kini sudah mengejar dirinya.


Dengan cepat dirinya berlari dari sana, menyururi malam yang sangat dingin hinga mampu membuat tulang-tulangnya membeku.


''Tolong Nik''.pintanya dengan langkah yang sudah mulai melambat.lelahnya berlari hinga membuat tenaganya terkuras.namun Zoya tidak mau menyerah, wanita itu tetap berlari meskipun kadang-kadang berhenti sejenak.untuk mengatur nafasnya yang memburu.


''Bruk''.


Sialnya, karna menoleh kebelakang tampa sengaja wanita itu malah kesandung pembatas jalan,yang membuatnya terhuyung dan jatuh mencium aspal.


''Aaarrrggg''. sakit''.jerit wanita itu saat merasakan perih yang teramat saat dirinya berusaha berdiri.


Tangannya terulur mengusap sesuatu yang menetes.


''Darah''?.gumamnya dengan mata yang mulai berkunang-kunang.


''Ayo buruan masuk''.


Mata Zoya menoleh pada sumber suara,entah siapa yang kini sedang ada didalam mobil.


''Buruan masuk''.kalau kamu tertangkap lagi,aku jamin kamu ngak akan bisa keluar''.


''Aaarrg''.jeritnya lirih saat merasakan sakit yang teramat dibagian kakinya.


''Ayo cepat''.pinta laki-laki itu lagi yang entah siapa''?. Zoya sama sekali tidak bisa mengenalnya.


''Hey mau kemana''?. kamu berhenti''.


Mendengar pangilan yang menakutkan itu.dengan kaki yang diseret-seret Zoya mulai melangkah mendekati mobil yang entah akan membawanya pada keselamatan atau bahkan sebaliknya"?.


Bersusah payah wanita itu mengerakkan tungkainya dengan darah yang terus menetes dari atas kepalanya.entah dari kepala atau dari pelipis. yang jelas darah yang kini menetes diwajahnya berasal dari atas.kakinya yang terluka membuat gerakannya lambat.


"Tolong gue"?.pinta Zoya dengan wajah berlumuran darah.

__ADS_1


"Ayo masuk".pintu yang sedari tadi sudah laki-laki itu buka memudahkan Zoya untuk masuk.


meskipum ada rasa takut,tapi kali ini dirinya benar-benar tidak punya pilihan lain.dalam hatinya wanita itu hanya berdoa somoga semuanya baik-baik saja.


Kali ini dirinya benar-benar tidak punya pilihan lain.


''Kau siapa''?.tanya Zoya setelah beberapa detik duduk dimobil laki-laki yang menolongnya itu.


''Apa kau lupa padaku''?.


''Maksudmu''?.Zoya meneliti laki-laki yang kini sedang mengenakan gazobo itu.


''Apa kau lupa padaku''?.tanya laki-laki itu lagi membuat Zoya spontan mengeleng.


"Sebenarnya kau siapa''?.


''Sudah lah lupakan,yang jelas aku akan membantumu pergi dari kota ini''.


''Kenapa kau mau membantuku''?.


''Karna aku mencintaimu''.


''Deg''.


''Siapa kau sebenarnya''?.


''Lupakan''.


''Dor''.


''Aaarrggg''.


''Merunduk''.?pinta laki-laki yang entah siapa membuat Zoya sepontan merunduk.


''Dor''.


Suara senjata api yang sengaja diarahkan kemobil mereka, membuat Zoya menjerit histris.


Mobil melaju dengan kecepatan diatas rata-rata.


''Brak''.


''Aarrggrr''.


Kali ini bukan hanya suara tembakan melainkan suara gesekan yang sangat keras berasal dari mobil,entah dengan apa lagi.


''Ayo turun''.


''Kita mau kemana''?.


''Buruan''.tampa pikir panjang Zoya dengan cepat mengikuti laki-laki yang masih mengenakan topeng itu.


''Kenapa kau meninggalkan mobilnya''?.


''Ban mobilnya pecah,karna tertembak''.


Sekarang wanita itu tau jawabannya, tampa banyak bertanya lagi,Zoya dengan cepat mengimbangi lari laki-laki yang sama sekali tidak iya tau,entah laki-laki ini akan menolongnya atau bahkan sebaliknya.


''Aarrggg''.

__ADS_1


''Kau kenapa''?.


''Kakiku sakit''.lirih Zoya berbicara diiringi desisan perih,karna lukanya semakin banyak akibat rerumputan yang mereka lewati.entah dimana mereka sekarang''?.yang jelas sisini hanya ada kegelapan.


Jika sampai ada binatang buas maka mereka berdua akan habis dilahap.


''Dor''.


Suara tembakan kembali terdengar. menandakan jika yang menculik Zoya tadi masih mengejar.


''Ayo jalan, sekitar tiga kilo lagi ada rumah,kita akan menginap disana''.


''Tapi aku sudah tidak kuat,Kakiku sakit''.desis Zoya yang sudah benar-benar lemah ditambah lagi dirinya belum makan dari kemaren.


''Ayo naik''.


''Maksudnya''?.


''Ayo buruan, kita sudah tidak punya banyak waktu, mereka sekarang sudah semakin dekat, kau dengar suara tembakan itu''?.,aku yakin mereka tidak sedikit,aku tidak akan mampu melawanya,apa kau mau kita berdua mati disini''?.apa kau tak ingin bertemu putramu''?.mendengar nama putranya disebut dengan cepat Zoya berdiri dan naik diatas punggung tegap laki-laki yang sama sekali tidak iya kenal.


Namum entah kenapa meskipun ini kali pertama mereka bertemu, tapi rasanya Zoya sudah pernah menganal dan dekat dengan laki-laki ini.


Laki-laki yang kini sedang mengendong tubuh kecil Zoya berlari menyusuri pepohonan dan jalanan yang semak.hanya ada sebatas kaki untuk mereka melangkah.


Entah kenapa Zoya merasa laki-laki ini sudah terbiasa pergi ketempat ini, buktinya laki-laki itu sangat tau jalan mana yang harus iya tempuh. meskipun gelap yang sangat pekat menyelimuti bumi.


''Hah..hah..''.berhenti sebentar aku kehabisan nafas''.lirihnya dengan nafas yang menderu karna kelelahan.


''Maafkan aku''?.


''Tenang lah, disini sudah sangat jauh dari kota, mereka tidak akan mau mengejar sampai kesini''.


''Tapi disini aku merasa juga tidak aman''.


''Kenapa''?.


''Kau dengar suara itu''?.suara srigala yang mengaum membuat tubun Zoya bergidik.dengan cepat dirinya merapat pada laki-laki yang kini masih mengatur nafasnya itu.


''Ayo buruan kita pergi dari sini,sebentar lagi kita sampai''.


''Ayo naik''.


''Tidak''. aku sudah lebih baik,mari''?.Zoya tidak mungkin lagi naik diatas pundak laki-laki yang kini masih ngos-ngosan itu.


Bagai mana tidak''?. laki-laki itu sudah mengendong dirinya dengan jarak hampir tiga kilo.


Jika dirinya yang menggendong''!!. sudah bisa dipastikan gadis mongil itu akan mati kehabisan nafas.


Hampir setengah jam lagi Zoya dan laki-laki yang membantunya itu berjalan.


''Aarrggg''.


''Tolong''?.


🌹🌹🌹🌹


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Makasih.πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


Maaf masih banyak typo.πŸ™πŸ™πŸ™


Tbc.


__ADS_2