Dendam Berujung Penyesalan

Dendam Berujung Penyesalan
par 38


__ADS_3

''Yakin kau masih kenyang''?.tanya Kei sambil menahan tawanya.


''Ayo makan''.akhirnya Kei langsung menarik tangan wanita itu menuju rumah makan terdekat.


''Kau mau makan apa''?.tanya Kei lagi sambil menatap Zoya lembut.


''Apa saja. oh..ya Ana kemana''?.Zoya bertanya sambil menatap kekiri dan kekanan untuk mencari sahabat sekaligus keluarga satu-satunya itu.


''Kau tenang saja,Aldi laki-laki yang bertanggung jawab.kau jangan kawatir''.


''Tapi nanti mereka pulangnya pakai apa''?..lagi-lagi iya mengkhawatirkan sahabatnya itu.


''Aldi tau apa yang harus dia lakukan, biarkan mereka lebih dekat,agar mereka lebih mengenal satu sama yang lain".


''Oh ya Niel mau makan apa sayang''?.Kei mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


''Nasi goreng Pa''.


''Ok''.minumnya apa sayang''?.


''Apa aja deh Pa''.sepertinya Niel sedang tidak pokus pada pertanyaan Kei. karna sedari tadi matanya hanya pokus menatap pada banyaknya mainan yang ada dipasar malam yang masih bisa dilihat dari sana.


''Kamu pesan apa''?.tanya Kei lagi sambil menatap kearah Zoya.


''Apa saja''.


''Ok''. kita pesan nasi goreng aja ya''?.


''Ok Pa''.Niel menyambut pertanyaan sang Papa dengan wajah ceria.


Akhirnya malam itu mereka makan dengan menu nasi goreng.


******


Ditempat lain.


''Bagai mana dengan Kei sekarang''?.tanya seorang laki-laki paruh baya kepada orang suruhannya yang selalu mengikuti pergerakan Kei.


''Maaf tuan.tuan muda Kei''.seorang laki-laki tegap dengan setelan jas hitam yang melekat ditubuhnya itu berbicara dengan nada ragu-ragu.


''Katakan''.pinta laki-laki paruh baya itu dengan nada dingin. sambil memasukkan kedua tangannya kedalan kantong celana bahan yang iya kenakan.

__ADS_1


Kemudian kembali menatap orang suruhannya itu.


''Kemungkinan tuan muda Kei sudah mempunyai anak tuan''.


''Apa maksud mu''?.


''Maaf tuan''?.saya melihat tuan muda Kei malam ini sedang jalan-jalan dengan seorang wanita dan juga seorang anak laki-laki sekitar umur empat tahun dan saya mendengar dengan jelas, anak laki-laki itu memanggil tuan muda Papa''.


''Brak''.


Meja yang ada didepan Alfian Nungroho langsung terpental kedinding. akibat tendagan yang begitu kuat membuat anak buahnya langsung menunduk.


''Maaf tuan''?.tapi itu lah yang saya dengar''.sambungnya lagi dengan nada bergetar takut.


''Besok kau bawa Kei dan wanita itu kemari''.


''Baik tuan''.


"Habis lah kau tuan muda jika komandan sudah mengamuk''?.kenapa kau bisa nekat menghamili anak orang, sampai putramu sudah sebesar itu"!..batin laki-laki itu kemudian melangkah keluar dari ruang kerja sang Bos.


Sementara tuan Alfian yang ada didalam ruanggan melangkah mendekati jendela dan memijit kepalanya yang berdenyut nyeri.karna memikirkan putra tunggalnya itu.


Ditempat lain


Seorang laki-laki kini sedang mabuk berat. dirinya terus merancau memanggil nama seorang wanita.karna hanya nama wanita itu yang iya tau.


''Bodoh''. bahkan nama putramu sendiri kau tak tau''.rutuknya terus memukuli kepalanya sendiri dengan kepalan tanganya.


''Tuan sudah jangan minum lagi,tuan sudah sangat mabuk''.sang asisten yang masih setia berdiri sejak tadi,mencoba untuk menghetikan sang Bos.


Namun Nik seolah tuli, dirinya terus saja menenggak minuman memabukkan itu.


Akhirnya Jona dengan terpaksa membiarkan Nik melakukan apa yang ingin iya lakukan. membiarkan Nik merancau sendiri sampai laki-laki itu berhenti dan tertidur. entah lah Jona tak tau Nik tidur atau malah pingsan.


''Dasar kau hanya menyusahkan''.gumamnya sambil membantu Nik naik keatas tempat tidur.


''Zoya kamu dimana aku merindukanmu''.akhirnya kata itu bisa Jona dengar.meskipun dibawah alam sadar Nik.namun Jona yakin, itu lah yang ada dihati Nik saat ini.namun kembali lagi,laki-laki keras kepala ini tak akan mau berbicara jujur pada orang lain. bakhan pada dirinya sendiri.


Setelah memastikan sang Bos berbaring dengan nyaman, Jona kembali melangkah kan kakinya untuk pulang kerumah tepat pada pukul dua belas malam itu.


''Tolong jaga Bos dengan baik''.pintanya pada penjaga yang dengan setiannya berdiri didepan pintu kamar Nik.

__ADS_1


''Baik tuan''.setelah mengatakan itu semua Jona langsung melangkah kan kakinya menuju dimana mobilnya terparkir. kemudian meleset pergi meninggalkan rumah Nik.


Saat sampai dirumah dirinya langsung disambut oleh sang istri.


''Lho kok belum tidur sayang''?.tanya Jona sambil mendekati sang istri dan membawa istrinya itu masuk kedalam kekamar.


'' Lagi nunggin Mas''.


''Kenapa musti ditungguin sih sayang''?.Mas kan kerja''.


''Iya tapi kan akunya kawatir Mas''.sudah mulai cemberut, membuat Jona meresa gemes.


''Ya sudah ayo tidur.Adek pasti capek''.Jona membantu istrinya untuk berbaring.


''Iya Mas''.setelahnya kedua pasangan itu pun terlelap.


*****


Ditempat lain


Setelah puas bermain dipasar malam, akhirnya tepat pukul sebelas tiga puluh,barulah Niel mau diajak pulang


Entah lah Niel sangat mengila saat bermain.Niel sama sekali tidak mau pulang jika belum mencoba semua permainan.Zoya mengerti kenapa putranya bisa sampai seperti ini.itu semua karna Niel tak pernah bermain sebebas itu.bahkan tak pernah bebas melakukan apa yang dia mau.


Namun kembali lagi, Zoya benar-benar tidak enak hati pada Kei karna kelelahan mengikuti kemauan Niel.


"Maaf ya Kei kami sudah nerepotkan mu"?.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Mohon kritiknya jika ada yang salah.πŸ™πŸ™πŸ™


Mampir juga dikarya outhor yang baru.


πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡



Tbc.

__ADS_1


__ADS_2