
Pukul lima sore.
Hutan yang gelap diselimuti kabut putih kini mulai dikelilingi mendung,yang membuat suasana hutan semakin gelap dan menakutkan.dua manusia yang masih berusaha keluar dari hutan itu kini masih melangkah dengan tertatih-tatih dikegelapan malam.
''Al aku lelah sekali Al''?.gumam Zoya disisa tenanganya.
Keringat membanjiri seluruh tubuh wanita itu.
''Sini Zo,istirahat lah dulu,sebentar lagi kita sampai''.
''Kita sebenarnya berada dimana Al''?.tanya Zoya yang dari kemaren penasaran dimana dirinya sekarang''?.
''Kau tak perlu tau,yang perlu kau tau disini sangat berbahaya,sekarang ayo jalan lagi,tak jauh dari sini kita akan menemukan perkampungan. mudah-mudahan mereka tidak bisa menemukan kita disana''.
Zoya tak mau memaksa Aldi menjawab pertanyaan darinya.dirinya hanya mengangukkan kepala dan melangkah mengikuti langkah Aldi.
Mata Zoya yang sudah mulai sayu dan berkunang-kunang kini terlihat berbinar saat dirinya melihat banyaknya lampu yang ada disekitaran desa.
''Al kita sampai Al''?.gumam Zoya disertai tepuk tangan bahagia, tepat seperti bocah Sd yang mendapatkan loly bop.
Aldi yang melihat wajah ceria Zoya langsung tersenyum senang,kemudian mengusap lembut kepala wanita yang dicintainya itu.
''Ayo jalan''.pinta Aldi yang dianguki Zoya dengan semagat.
''Tok..tok..tok''.
Zoya ikut berdiri dibelakang Aldi saat laki-laki itu mengetuk pintu salah satu warga.
''Rumah siapa Al''?.tanya Zoya yang sama sekali tidak dijawab Aldi.
''Asaalamualaikum Kek''.pangil Aldi saat pintu yang sedari tadi tidak dibuka.
''Krek''.pintu perkahan terbuka hinga memperlihatkan seorang wanita sepuh.
''Siapa''?.tanya wanita itu sambil menatap Zoya dan Aldi dengan mata memicing.
''Ini Aldi Nek''.jawab Aldi sambil menyalami wanita itu.
''Aldi cucuku''.jawab sinenek sambil terisak.
''Kek..Kekek''.wanita yang Aldi pangil nenek itu menarik Aldi masuk kedalam rumah diikuti Zoya yang juga ditarik Aldi untuk masuk.
''Ada apa To buk''.jawab laki-laki yang dipangil Kakak itu, yang datang dengan tergesa-gesa dari dapur.
''Ini to Pak, ada Aldi cucu kita''.
''Aldi''?.laki-laki yang sudah sepuh itu melangkah mendekati Aldi dengan linangan air mata.
Membuat Zoya yang tadinya binggung kini semakin binggung.
Dimana dirinya sekarang''?.
Dan yang paling membuat Zoya heran, kenapa Aldi membawanya kesini''?.bukankah laki-laki itu awalnya mengatakan jika dirinya akan membawa Zoya pulang bertemu putranya''?.tapi kenapa sekarang sepertinya Aldi membawanya semakin jauh dari kota.
''Ayo duduk Zo''?.ajak Aldi setelah dirinya dituntun sang Nenek untuk duduk.
''Lho dia siapa Al''?.tanya pasangan suami istri sepuh itu sambil menatap Zoya heran.
''Say''?.
__ADS_1
''Dia istri saya Nek,Kek''?.
''Hah''?Zoya yang awalnya ingin menjawab akhirnya hanya mengaga tak percaya dengan apa yang baru saja Aldi ucapkan.
''Ya ampun,pintarnya cucu Nenek mencari istri,wong cantik dan mungil gini''.wanita sepuh itu langsung berinsut dan duduk tepat disebelah Zoya, membuat wanita itu semakin binggung dan menatap Aldi yang kini sama sekali tidak mau menatap dirinya.
****
''Apa-apa-an kamu Al''?.tanya Zoya dengan nada pelan, setelah keduanya diminta Nenek dan Kakek Aldi masuk kedalam kamar yang sama.
''Maaf Zo aku terpaksa''.
''Apa maksud kamu''?.kesal Zoya yang tak habis pikir dengan alasan yang Aldi ucapkan.
''Kita sekarang sedang ada didesa terpencil Zo,jika masyarakat tau kita berdua bukan suami istri maka kita akan disangka kumpul kebo atau berzina,kau mau kalau kita diarak sekeliling kampung"?. dan lebih parahnya lagi kau mau kita dinikahkan''?.jelas Aldi panjang lebar.
''Tapi kau kan bisa bilang kalau aku ini saudara atau apalah''.
''Tak semudah itu Zo''.jawab Aldi sambil melangkah kekamar mandi.
''Aarrrggg''.kenapa aku merasa seperti dipermainkan begini sih''?.kesal Zoya sambil menjambak rambutnya frustasi.
''Nik..Nik..Nik''.ah kemana laki-laki itu''?.geram Zoya karna Nik belum juga menemukan dirinya atau mungkin Nik sama sekali tidak mencarinya''?.atau bahkan Nik senang dirinya diculik''?.dengan begitu laki-laki itu bisa dengan mudah memisahkan dirinya dan Niel''?.apa mungkin ini semua akal-akalan Nik''?.
''Aaarrgg''.sial''.geram Zoya dengan tangan yang terkepal kuat menahan emosi.
''Hey apa yang kau lakukan''?.Zoya langsung terperanjat terkejut, melihat Aldi keluar kamar mandi hanya mengunakan handuk.
Aldi yang melihat tingkah Zoya hanya terkekeh pelan.
''Kau harus terbiasa melihat ini semua''.lirih Aldi sambil meraih tas dan mengambil pakaian ganti miliknya.
''Gila dasar laki-laki gila''?.umpat Zoya sambil mengerutu.
''Lho kok belum mandi''?.
''Eh''?.Zoya menoleh pada suamber suara.terlihat Nenek Aldi kini berdiri tepat didepannya.menatap dirinya heran.
''He..he..maaf Nek''.jawab Zoya dengan canggung.
''Mandi nduk, ndak baik mandi malam-malam''.
''Tapi itu Nek Aldinya lagi mandi''.
''Lho ya ndak opo-opo mandi bareng, lagi bagus to''?.
''Hah''.elah Zoya sampai melotot mendengar penuturan wanita sepuh yang ada didepannya.
''Sudah sana masuk''.
''Iya Nek''.akhirnya dengan berat hati Zoya melangkah memasuki kamar.namun bukannya jalan maju, wanita itu malah memilih jalan mundur.
Nenek Aldi yang masih berdiri disana hanya mengelengkan kepalanya dan terbicara.
''Dasar anak muda''.celetuknya sambil terkekeh hinga memperlihatkan giginya yang sudah ompong sebagian.
"Lama-lama kayak gini gue bisa mati".batin Zoya masih tetap melangkah mundur.
Sementara Aldi yang kini sudah memakai pakaian lengkap, kini berdiri dengan melipat kedua tangannya, menatap Zoya sambil tersenyum.
__ADS_1
Kepala laki-laki itu mengeleng pelan.
"Bruk".
"Aaahhh".
"Grep".
Hampir saja wanita mungil itu terjerembab kelantai, akibat jalan mundur hingga dirinya menabrak Aldi yang sedari tadi berdiri tampa bergerak.
"Lain kali kalau jalan itu ngadap depan,jangan mundur kayak bocah".celetuk Aldi membuat Zoya spontan berdiri.
"Buk".
"Awww".Aldi langsung terpekik saat hidungnya dihantam kepala Zoya hinga berdarah.
"Ya allah Al".maaf"?.Zoya sudah panik sendiri, wanita itu langsung ketar-ketir mencari sesuatu yang bisa membantunya untuk menyeka darah yang menetes dari hidung Aldi.
"Sini Al".dengan cepat wanita muda itu meraih kain tampa melihat dulu kain apa yang iya raih.
Tangannya dengan telaten mengelap darah yang menetes dari hidung Aldi, berkali-kali dirinya meminta maaf hingga Aldi bosan mendengar kata maaf yang Zoya lontarkan.
"Jika seperti ini terus gue bisa mati jantungan".batin Aldi yang kini pokus menatap bibir alami Zoya yang terus saja mengoceh.
"Aku ingin sekali mengecup bibir yang selalu saja mengoceh itu".lagi-lagi Aldi membatin.
"Sudah selesai".ucap Zoya ingin beranjak pergi namun Aldi dengan cepat mengkap pergelangan tangan wanita itu.
"Ada apa"?.tanya Zoya yang sudah mulai gugup.
πΉπΉπΉπΉ
Bonus Visual
Zoya
Aldi
Nikholas Shaputra laki-laki somplak dan soty.
Jona
Semoga suka.π₯°π₯°
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.ππ
Yuk mampir dinovel outhor yang lain.πππ
__ADS_1
Tbc.