
Selamat membaca
''Om ini sangat keren''.Niel berbicara dengan wajah berbinar takjup.saat melihat hotel mewah yang ada didepan matanya.
''Apa kau menyukaknya''?.tanya Nik sambil menetap Putranya lembut.
''Iya Om, aku sangat menyukainya''.
''Nanti akan Papa belikan untukmu''.
Mandengar ucapan Nik lagi-lagi Zoya menoleh, namum masih tetap sama tidak berani protes. hanya menatap saja.
''Maaf Om, Niel sudah diajarkan Bunda untuk tidak boros dan membuang- buang uang untuk yang tidak penting.Papa Kei juga bilang begitu''.
''Stop". dengarkan ini, Papa Niel bukan peria sok jadi super hero tadi,apa dia suami Bundamu''?.
Mendengar ucapan Nik Zoya mendengus, kemudian melangkah mengikuti Jona yang sudah memasuki hotel duluan.
''Ayo Om masuk, itu Bundanya udah masuk''.Niel berbicara sambil menunjuk Bundanya yang sudah mulai menjauh.
''Jona tolong bawa putraku untuk membeli pakaian''.
''Baik tuan''.Jona langsung menunduk hormat dan berjongkok didepan Niel.
''Niel mau ikut Paman''?.Niel yang terbiasa bersama Jona tentu mau. dia sangat mengenali laki-laki baik yang ada didepannya ini.
''Ayo''.Jona mulai meraih tangan mungil Niel untuk pergi.
''Tapi Bunda Paman''?.Jona tak menyangka putra dari Bosnya itu sangat pintar dan benar-benar menyayangi Bundanya.
''Niel tenang saja,Bunda akan baik-baik saja disini''.
''Ok baik lah Paman".
"Oh iya Om, jangan memarahi Bunda Niel ya''?..awas saja''!!!.ancam Niel sambil menatap Nik tajam .
Ancaman Niel mampu membuat Nik tertohok, kemudian menampilkan senyum masam dan menganguk mengiyakan ucapan putranya.
Setelah melihat putranya menjauh bersama Jona. Nik langsung melangkah mengikuti Zoya yang kini sedang kebingungan tak tau kemana dirinya harus pergi''?. pasalnya wanita itu kehilagan Jona yang iya ikuti sedari tadi.
Tampa berbicara sepatah kata pun Nik langsung mengangkat tubuh mungil wanita itu bak sekarung beras.
__ADS_1
''Hey apa yang kau lakukan bajingan''?.umpat Zoya tampa sadar.
Nik tak bergeming iya tetap melangkahkan kakinya menuju kamar hotel.
Bahkan pukulan Zoya dipundaknya sama sekali tidak iya indahkan.
''Cklek''.dengan satu tangan kanannya yang bebas Nik membuka pintu kamar hotel kemudian kembali menguncinya.
Otomatis hal itu membuat Zoya semakin panik dan bergetar.
''Tuan ku mohon lepaskan aku''.
''Bruk''.
''Aduh''.dasar Nik laki-laki itu malah langsung menurunkan Zoya disofa dengan kasar.
''Maaf ''?.apa sakit''?.
''Sudah jelas-jelas sakit masih bertanya''.gumam Zoya pelan namun masih bisa didengar Nik.
Perlahan kaki peria itu melangkah mendekati Zoya yang kini sudah mulai berinsut takut.
Kedua tangan Nik bertumpu pada kedua sisi sofa,bibirnya tersenyum menyeringai menyeramkan, membuat Zoya semakin ketakutan.
''Kau bertanya padaku''?.Nik berbicara sambil menunjuk wajahnya sendiri.
''Iiiya aku bertanya padamu''.lirih Zoya dengan tubuh bergetar takut.
''Aku memgiginkanmu''.lirihnya semakin mendekatkan wajahnya kewajah Zoya membuat wanita itu ikut merinding.
Entah kenapa setelah bertemu Zoya gejolak ditubuhnya semakin meningkat, seorang Nik pengila *** akan sangat sulit menahan jika sudah mengiginkan.bahkan kini laki-laki itu lupa akan tujuannya untuk membawa wanita itu kesini.
''Aaaku sudah menikah''.bohong Zoya ,namun iya berharap kata menikah mampu membuat Nik mundur.
Namun siapa sangka laki-laki itu malah menyeringai dan tertawa lepas.membuat Zoya malah semakin bergidik.
''kau tau kan siapa aku''?.Nik bertanya sambil mengelus rahang Zoya dengan pelan. dagu yang terbelah membuatnya ingin menjilat seluruh tubuh wanita itu.
''Yaa aku tau ''.lagi-lagi dengan nada tergagap penderitaan yang dulu masih terginag-ngiang diigatannya dengan jelas.siapa yang tidak trouma dengan semua perlakuan Nik.namun untuk melawan dirinya jelas telas tidak akan sanggup.
Kenapa hidupnya harus begini "?..jauh-jauh iya lari dari laki-laki gila ini kenapa harus bertemu lagi "?..iya sungguh ketakutan dengan laki-laki ini, lidahnya terasa kelu saat Nik mulai memajukan wajahnya tepat didepan wajah Zoya.
__ADS_1
''Tolong jangan kumohon tuan''.bersujut dan memohon hanya itu yang iya mampu.
Melihat Zoya yang ketakutan membuat Nik tersadar dari kegilaannya.
Berkali-kali iya mengusap wajahnya kasar, perlahan kepalanya melihat kebawah.
''Ayo berdiri maafkan aku''.ucapnya sambil membantu Zoya berdiri.
''Ceraikan suamimu dan menikahlah denganku''.
''Deg''.
Ucapan Nik mampu membuat Zoya tidak percaya, iya langsung menatap mata laki-laki itu berusaha mencari kebohongan namun hasilnya nihil tak ada kebohongan disana.
Membuat hati seorang Zoya menjadi bimbang dan bingung.
''Kenapa kau diam aku akan memberikan kalian hidup yang layak, kau tak perlu bekerja lagi''.ucapnya lagi sambil menatap mata Zoya lekat.
''Tapi''?..berbicara dengan nada takut-takut.
''Aku tak butuh penolakan''.ucapan tegas tampa mau dibantah membuat Zoya menelan ucapannya kembali.
''Besok kita akan pulang kejakarta''.
''Tapi''??..
''Tidak ada penolakan''.
Beberapa kali ucapannya hanya ditelan olehnya sendiri.ingin rasanya dirinya mencekik laki-laki ini hinga pingsan.ya pingsan saja jangan sampai mati,jika mati maka Zoya akan masuk penjara.iya tak mau mesuk penjara,jika iya masuk penjara maka nama putranya akan semakin buruk.anak haram dan putra dari seorang nara pidana akan dikantongi putranya, Zoya tidak mau itu. iya akan melakukan apa pun demi putranya.
Tapi jika Zoya bisa meminta iya tidak ingin lagi berurusan dengan manusia yang satu ini.
''Zoya ku mohon beri aku kesempatan sekali saja''?.
π₯π₯π₯π₯π₯
...Mohon dukungannya like vote hadiah and komen....
...Makasih...
Yuk mampir dinovel outhor yang lainπππ
__ADS_1
Tbc.