Dendam Berujung Penyesalan

Dendam Berujung Penyesalan
par 56


__ADS_3

...MOHON DUKUNGANNYA🙏🙏🙏...


❤️SELAMAT MEMBACA SEMOGA SUKA❤️


Setelah melakukan penerbangan selama satu jam lebih kini mereka sudah sampai dibandara internasional Soekarno Hatta.


''Ayo sayang''.ajak Nik setelah mendapatkan barang-barang mereka.


''Ayo An''.sedari tadi Ana diam saja, wanita itu sama sekali tidak bersuara entah apa yang ada dipikirannya ''?.yang jelas saat ini hatinya tak tenang.tidak tau apa penyebabnya.


''Sayang sini gendong sama Papa''.


''Tak apa Nik biar aku saja''.


''Zo plis".!!!.. izinkan aku untuk mengantikan waktuku yang hilang selama bertahun-tahun''.pinta Nik dengan wajah penuh harap.


Akhirnya Zoya hanya diam saja sambil menarik nafasnya panjang.


Setelahnya mereka melangkah keluar dari bandara sementara Niel berada digendongan sang Papa.


Sementara Jona''!!!.. laki-laki itu dan supir yang membantu mereka kemaren.juga ikut mengunakan pasawat,karna tak mungkin Jona membiarkan laki-laki itu pulang sendiri.karna dari jakarta kemalang itu memakan waktu yang cukup lama.hanya orang yang tidak waras seperti Nik yang mampu meminta itu semua, sampai akhirnya iya yang mati-matian menyetir mobil.itu lah alasan dirinya membawa sopir agar bisa bergantian.


''Dor''.


''Aaaarrrgggg''.


''Nieeeeelll''.


''Bunda''.


''Niel''.


Semua yang ada disana menjerit tak kala sebuah tembakan melesat tepat ditubuh bocah lima tahun itu.


''Tuan bawa tuan muda dan nyonya lari cepat''.Jona memberikan intruksi membuat Nik yang awalnya terkejut dengan cepat membawa Zoya dan Niel lari.satu tagannya iya gunakan untuk menarik tagan Zoya .satu tagannya lagi iya gunakan untuk memeluk tubuh putranya yang sudah mulai kehilagan kesadaran.


Sementara Ana wanita itu terus mengikuti Zoya dan Nik,Ana berlari dengan cepat kemudian tagannya terulur untuk membantu Nik membawa Zoya berlari.


''Nik kau tutup luka diperut Niel agar darahnya tidak terkalu banyak keluar.biar aku yang membawa Zoya''.


Nik hanya memganguk kemudian memeluk putranya sambil terus berlari.terlihat dari kejauahan anak buahanya sudah menunggu mereka disana.


''Kerumah sakit sekarang''. cepat''.pintanya dengan nada bergetar.

__ADS_1


Trouma dimasalalunya membuat Nik tak bisa berbuat banyak. ini lah yang iya takutkan, ini lah yang iya hindari.


''Aaarrrrgggg''.bagun Nak bagun jagan tutup maatamu''.tangisan pilu manggema didalam mobil.hingga sampai keluar mobil.


Sementara Zoya wanita itu limbung tak bertenaga.tubuhnya bergetar dengan jemari terus mengusap wajah putranya, yang sudah mulai pucat.


''Lebih cepat lagi bodoh, kenapa kau lama sekali''.suara Nik sudah mulai diliputi emosi.tubuhnya bergetar hebat ingatan saat kedua orang tuanya dibunuh kini berseliweran .membuatnya semakin tak tentu arah.


''Baik tuan''.hanya itu yang mampu laki-laki itu ucapkan. karna sedari tadi pedal gas mobil sudah kandas iya naikkan, namun karna rasa kawatir Nik membuatnya merasa mobil ini sangat lambat.


''Nak buka mata mu Nak,Papa mohon sayang''.tak ada pergerakan putranya sudah tidak sadarkan diri. meskipun sedari tadi luka ditubuh putranya sudah iya ikat dengan kemeja yang iya kenakan.


''Aaaaaarrrrgggg''.Niel jagan tinggalakan bunda Nak''.Hiks...hiks...''.


''Zoya bagun Zo''.Ana mengoyang-goyangkan bahu sahabatnya,karna wanita itu kini sudah tidak sadarkan diri.


''Ya Allah Zoya pingsan''.gumam Ana sambil membantu sahabatnya untuk bersandar sementara dirinya yang memegang kepala wanita itu dari belakang.


"Sudah sampai tuan".


Tampa menjawab Nik langsung berlari masuk kedalam rumah sakit. laki-laki itu langsung menjerit seperti orang kesetanan dengan linagan air mata.ditambah lagi sekarang Nik tidak mengenakan pakaian karana kemeja yang iya kenakan sudah iya gunakan untuk mengikat luka ditubuh putranya.


"Tolong-tolong putra saya dokter".


"Silahkan keluar Pak kami akan melakukan tindakan secepatnya".


"Tolong selamatkan putra saya Dokter,bila perlu tukar nyawa saya dengannya Dokter".lirih Nik penuh permohonan sambil terisak.


"Bapak tenang saja. silahkan keluar, pasien harus segera ditagani".


Nik hanya menurut. iya ingin yang terbaik untuk puntranya, laki-laki itu langsung berlimpuh dilantai rumah sakit tubuhnya berguncang menandakan iya menangis.


"Maafkan Papa Nak"??.gumamnya sambil menarik rambutnya frustasi.


Lagi-lagi sekelebat bayangan kematian kedua orang tunya menari-nari diigatan Nik. membuatnya menjadi semakin bergetar dan lemah.namun detik berikutnya iya bangkit berdiri dan melangkah pergi.


''Taun..tuan mau kemana''?.Jona yang baru saja sampai kerumah sakit beserta anak buahnya. kini melangkah mendekati Nik dan menghalangi langkah laki-laki yang sedang kalut itu.


''Lepaskan aku Jona''.


''Tuan mau kemana ''?.


''Aku akan menghabisi siapa pun yang berani menyentuh putraku''.ucapnya dengan nada berapi-api penuh dengan emosi.

__ADS_1


''Sabar Tuan. putra anda sekarang sedang membutuhkan anda,saya mohon tetaplah disini,untuk pelaku penembakan tuan Muda sudah kami tangkap dan sekarang ada dimarkas''.sekarang ayo kita keruagan IGD''.jelas Jona dengan sabar dia tau bagai mana kalutnya Nik saat ini dan dia tau bagai mana Bosnya itu melawati hidupnya dengan bayangan mengerikan masa lalunya. bagai mana kedua orang tuanya terbunuh dengan cara keji.


''Ayo Tuan''.akhinya Nik menurut saja iya bahkan melangkah lebih cepat saat menyadari pikiran bodoh yang sempat melintas diotaknya.


Bisa-bisanya iya ingin pergi sementara putranya sekarang berjuang antara hidup dan mati.


🔥🔥🔥🔥


Sementara Diruagan lain.


Kini Ana menunggu Zoya dengan sabar karna sedari tadi wanita itu pingsan tak sadarkan diri. ya''... bahkan sedari tadi wanita itu terus saja mengigau memanggil putranya.


Bahkan kini Zoya mengigil dan panas. sudah sangat lama Ana mengenal Zoya belum pernah iya melihat sahabatnya itu seperti ini.


Bahkan sedari tadi wanita itu terus menangis dalam diam tampa bisa berbicara sepatah kata pun.


Jagan katakan jika Ana tidak sedih.Ana lah yang selama ini berjung bersama Zoya untuk bangkit demi seorang Niel.


Jelas Ana terpukul dan sedih. meskipun Ana bukan wanita yang melahirkan Niel tapi yakin lah kasih sayangnya untuk Niel sangat lah besar.


Tubuh Ana bergetar takut.rasa kawatir menyeruak saat mengingat pesan yang diucapkan Niel sebelum mereka berangkat.


''Apakah ini yang dinamakan amanat''?.


Tidak-tidak Ana membuang jauh-jauh pikirannya sendiri.iya tidak mau itu terjadi,iya ingin Niel yang dulu.


''Sayang bertahan lah Nak''.gumamnya sudah mulai tak tahan menahan sesak didadanya.


''Niel''.Ana langsung berlari saat melihat Zoya terduduk dengan wajah linglung setelah sadar dan detik berikutnya Zoya mengalihkan pandagan kearah Ana.


''Mana Niel ku An''?.lirihnya dengan suara parau.


''Lho sabar dulu Zo''!!!.Ana berbicara sambil mencoba untuk menengkan sahabatnya.


''Lho minta gue sabar ''???..putra gue mana An.apa lho tuli''??Ana tak menjawab atau pun marah. iya maklum sekarang kondisi hati Zoya sedang tidak baik.


''Lho mau kemana Zo''?.


🔥🔥🔥🔥


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Mohon kritik dan saran yang mendukung.🙏🙏🙏

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2