Dendam Berujung Penyesalan

Dendam Berujung Penyesalan
par 49


__ADS_3

Selamat membaca.


"Zoya berikan aku kesempatan sekali lagi kumohon''?..pintanya dengan wajah bersungguh-sungguh.


Zoya langsung memalingkan wajahnya kesamping.iya tidak ingin lagi menatap wajah laki-laki itu,Zoya benar-benar takut akan terpengaruh dengan ucapan Nik.


"Maaf tuan saya harus pergi''.belum sempat Zoya berdiri tangannya sudah ditarik Nik dengan sedikit paksaan.


''Kau mau aku memintamu dengan cara baik-baik atau dengan paksaan''?.Nik berbicara namun setelah itu bibirnya langsung mengecup bibir Zoya lembut.


Sudah sangat lama iya tidak merasakan gejolak birahi yang mengebu-gebu seperti ini.jujur saja hanya berhubungan dengan Zoya iya mendapatkan kepuasan yang sesungguhnya.


Nik bahkan tidak perduli saat Zoya memukul-mukul dada bidangnya, laki-laki itu bahkan langsung mengangkat tubuh Zoya dangan sekali hentakan dan iya letakakan diatas pankuan,perlahan kakinya melangkah mendekati ranjang dan meletakkan tubuh Zoya dengan pelan disana.


Tangannya perlahan membuka kancing jas yang iya kenakan.


Tangan Zoya yang terus memukulnya tak membuat Nik berhenti.justru dengan itu semua membuat Nik semakin mengila dan ingin melakukan inti permainan yang sudah sangat lama iya tindukan.


Perlahan bibir laki-laki itu turun kebawa menyesapnya palan dengan kedua tangan iya gunakan untuk memegang kedua tangan Zoya agar tidak berontak.


Sementara Zoya mengutuk semua perbuatan yang Nik lakukan, dirinya menyesal telah mempercayai laki-laki bajingan ini.


Andai Zoya punya kekuatan untuk melawan pasti sudah iya lakukan, namun apa lah daya ilmu bela diri yang iya miliki tak ada apa-apanya dibandingkan ilmu bela diri seorang penjahat seperti Nik.


''Aaahhh''.ingin Zoya mengumpat mulutnya sendiri yang sudah berani berhianat karna sudah berani mengeluarkan suara menjijjkkan itu.


Mendengar lenguhan yang keluar dari mulut Zoya membuat Nik semakin bersemagat menyentuh setiap lekuk indah yang ada didepannya.


Bahkan tangan Nik sudah bermain dibenda favoritnya.membuat Zoya berkali-kali melengguh lirih.


"Terus lah seperti ini sayang aku menyayangimu".


Ucapan Nik mampu membuat tubuh Zoya semakin memanas.


Sensasi yang diberikan Nik membuat wanita itu kehilagan akal sehatnya.


Nik tersenyum menyeringai saat nelihat Zoya yang kini sudah mulai merespon permainannya.


"Good baby I like it".rancau Nik disela-sela kegiatannya.


Yang awalnya kedua manusia itu mengenakan pakaian kini keduanya sudah setengah polos.


"Bunda ". apa Bunda ada didalam"?.kedua manusia yang sudah diliputi gairah itu langsung lemas saat mendengarkan ketukan dan juga gedoran dipintu kamar hotel .


Zoya yang awalnya benar-benar terbuai kini kembali sadar dan merutuki segala kelemahan dan kebodohannya. bisa- bisanya dirinya menikmati permainan Nik"?.

__ADS_1


Barkali-kali iya merutuki kebodohannya sambil berdiri dan ketar-ketir mencari pakaiaannya yang dilempar Nik entah kemana"?.


Sementara Nik"!!.. laki-laki itu terlihat kesal, tanpa melakukan apa pun iya hanya duduk diatas tempat tidur dengan wajah masam.


Nafsunya yang sudah diubun-ubun sangat sulit untuk dikendalikan, ingin dirinya menarik Zoya kembali keatas tempat tidur. namun apa lah daya dirinya''?. saat mendengarkan suara darah dagingnya yang kini mengedor pintu kamar semakin kuat.


Perlahan Nik menoleh kearah Zoya. wanita itu kini sudah mengenakan pakaiannya dan terlihat mencoba merapikan rambutnya yang berantakan akibat pemanasan mereka tadi.


Berkali-kali Nik mengusap wajahnya kasar, namun detik berikutnya iya bangkit berdiri dan melangkah menuju lemari.meraih kaos putih oblong dan memakainya.


Tubuhnya yang sixpck membuat laki-laki itu semakin terlihat tampan.


"Bunda kok lama buka pintunya"?.saat pintu terbuka Niel langsung menerobos masuk dan menatap Bundanya penuh tanya.


Sementara Jona yang melihat wajah masam bosnya do'i hanya bisa menahan tawa. pasalnya laki-laki itu sangat paham apa yang baru saja terjadi dan iya yakin dengan kedatangan Niel semuanya menjadi gagal.bisa dilihat dari wajah Nik yang seperti menanggung beban berat.


"Urus pernikahanku secepatnya".oh ya satu lagi besok kita pulang kejakarta".


"Tapi Tuan pertemuan kita dengan Tuan Alfian bagai mana"?.


"Bodo amat".ceketuk Nik cuek. sambil melangkah memasuki kamar hotel.


"Ck".membuat Jona langsung berdecak kesal dan melangkah menuju kamar miliknya yang berada tepat disebelah Nik.


"Om kapan antar Niel sama Bunda pulang"?.tanya Niel saat melihat Nik melangkah mendekatinya.


"Rumah Niel yang sebenarnya"?.


"Hem".jawab Nik sambil bergumam.


"Aku masih mengiginkanmu nanti kita lanjutkan setelah Niel tidur".bisik Nik tepat ditelinga Zoya, membuat wanita itu ingin segera kabur dan lari sejauh mungkin dari laki-laki seperti Nik.


Iya tidak mau lagi jika mengila saat Nik bermain-main ditubuhnya.dimana harga dirinya"?.


"Bunda Niel lapar".lirih Bocah tampan itu pelan.


"Tuan bolehkah saya pulang sekarang"?.


pinta Zoya penuh harap.


"Pulang kemana"?.. ini tempat kalian, besok kita akan pulang kejakarta,lusa kita akan menikah".


Zoya langsung tersentak kaget mendengar penuturan Nik.percaya kah Zoya"?. jawabannya tentu tidak.tapi kembali lagi mampukah Zoya untuk melawan"?. jawabannya tetap tidak. bahkan saat Nik mengerayangi tubuhnya Zoya sama sekali tidak mampu melawan. bahkan dirinya sangat menikmati sensasi aneh yang Nik berikan.


"Tapi"?.mencoba untuk menolak.

__ADS_1


"Aku tidak menerima penolakan".ucapan dingin yang Nik keluarkan mampu membuat mulut Zoya terkunci rapat-rapat.


Setelah mengatakan itu semua Nik melangkah menuju nakas dan meraih gagang Telfon, kemudian meminta pelayan hotel untuk mengantarkan makan siang mereka.


"Ayo sini sama Papa sayang".Nik meraih tubuh mungil putranya.


Niel sama sekali tidak menolak entah kenapa itu semua membuat Zoya semakin takut.wanita itu takut jika putranya akan menjauh dan meninggalkan dirinya.


"Kau kenapa"?.tanya Nik saat melihat wajah Zoya yang gusar.


"Aahh..tidak ada, aku baik-baik saja".jawabnya masih terlihat jelas ketakutan diwajahnya.


"Bolehkah kami pulang"?.lagi-lagi pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibirnya.


Mambuat Nik menatapnya dengan tatapan tajam dan menusuk hingga membuat Zoya menunduk takut.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


"Tok...tok..tok".


Ketukan dipintu membuat tatapan tajam Nik akhirnya terputus,sehingga Zoya bisa menarik nafasnya sedikit lega.kemudian mengangkat wajahnya, mata wanita itu langsung berkaca-kaca saat melihat Nik sama sekali tidak melepaskan putranya, bahkan laki-laki itu mengendong Niel kemana pun iya melangkah.


"Ayo makan kau juga pasti laparkan"?.tanya Nik sambil membawa troli makanan tepat didepan Sofa dimana Zoya kini sedang duduk.


"Sayang mau makan apa Nak"?.tanya Nik pada putranya yang kini masih ada digendongan.


"Ayam goreng aja Om".


Nik menarik nafasnya panjang, sepertinya dirinya harus lebih bersabar untuk menunggu Niel bisa memanggil dirinya dengan sebutan Papa.melihat putranya sudah mulai mau berdekatan dengannya saja sudah membuat Nik sangat bahagia.


"Ok''. Papa suapi".


"Sama Bunda aja Om".


"Sama Papa aja sayang plis"?.entah kenapa ingin sekali rasanya dirinya menyuapi darah daging yang selama ini selalu iya sia-siakan itu.


Rasa sayangnya pada Niel kini melebihi rasa sayangnya pada nyawanya sendiri.iya bahkan rela melepaskan nyawanya jika putranya itu meminta.


"Boleh ya sayang"?.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Yuk mampir juga dinovel outhor yang lainπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

__ADS_1



Tbc.


__ADS_2