
''Berhenti atau kau aku bunuh sekarang"?.Rara langsung terpaku ditempatnya, dengan air mata yang sudah mulai menetes.
''Dan kau ******. jangan coba-coba ikut campur. kau kusuruh kesini hanya untuk melihatku menyiksa dirinya,itu semua aku lakukan agar kau tidak pernah main-main dengan ku.kau mengerti jelang''?.tudingnya sambil mengankat dagu wanita itu dan mencengkramnya kuat.
Zoya hanya meringis menahan sakit akibat benturan yang iya alami dan sakitnya cengkraman Nik didagunya.
''Siksa dia''. titah Nik kepada Jona.
''Baik Bos''.Jona dengan cepat mengambil cambuk dan berjalan mendekati wanita yang kini sudah berinsut ketakutan dengan tubuh yang bergetar,wajah yang pucat dan keringat dingin bercucuran.
''Ctar''.
''Aaawaa...Allah Papa..Mama...sakit tolongin Rara Ma''.jeritan pilu memenuhi kamar.
Zoya sudah menangis meringkuk menutup matanya,hatinya benar-benar teriris. saat menyaksikan itu semua, entah kenapa membuatnya merasa dekat dan merasa iba, padahal iya baru saja melihat wanita itu.
''Tolong lepaskan dia, hukum saya saja''.karna tidak tahan akhirnya Zoya memberanikan diri untuk membela wanita yang kini sudah setenggah sadar, karna siksaan yang Jona berikan.
''Ha..ha..''.tawa Nik mengelegar diseluruh ruagan. membuat siapa pun yang mendengarnya menjadi merinding.
Perlahan tangannya mencengkram dagu lancip Zoya,kemudian mengecup Bibir wanita itu dengan kasar dan mengigit bibir Zoya hinga berdarah.
''Apa kau yakin igin mengantikan hukumannya''?..bertanya dengan nada penuh tekanan.
''Benar tuan''.
''Layani aku sekarang. igat sampai aku puas. jika tidak maka aku akan menghukumnya kembali".
"Tapi".
"Jona".belum sempat Zoya menyelesaikan ucapannya Nik lebih dulu mencela.
__ADS_1
"Iya saya bersedia''.akhirnya kata itu yang keluar dari bibir Zoya.
Membuat Nik tersenyum puas dan langsung membuka pakaiannya.
"Keluar Jona".
"Baik tuan".
Sementara Rara langsung menutup matanya dan meringkuk dilantai, menahan sakit diseluruh tubuhnya dan tidak tega melihat pengorbanan Zoya untuknya.
Sudah hampir satu jam Zoya memandu permainan namun belum ada tanda-tanda laki-laki yang ada dibawahnya itu mencapai pelepasan.
Bukannya merasa puas kini Nik malah berbalik memamandu permainan mereka. bahkan kini semakin brutal.mengerayangi dan menghentakkan tubuhnya dengan cepat dan sedikit kasar.
Namun tidak bisa dipungkiri rasanya sangat luar biasa.membuat Zoya kini mulai terbuai.meskipun lelah namun permainan Nik sangat membuatnya mebuk dan ikut terhanyut.
Hampir tiga Jam Zoya berusaha membuat Nik puas. namun laki-laki Hypersex itu belum juga merasa puas.berkali-kali Zoya mencapai pelepasan. namun Nik masih tetap kuat dan belum mencapai pelepasan.
Bahkan inti tubuh Zoya rasanya sudah sangat perih.bahkan mungkin sudah membengkak. namun Nik sama sekali tidak terusik dengan kata ampun dari Zoya.
"Aah..plis Nik Gue capek".
Mendendengar Zoya mengeluh Nik dengan cepat menyambar bibir wanita itu.
Rara yang manjadi saksi bisu percintaan bebentuk hukuman itu,hanya bisa merinding. saat mendengarkan eragan Nik dan drit tempat tidur yang membuat tubuhnya ikut memanas dan sekali gus ngeri.
"Aaaaaahhh...Oh..****...nikmat".eragan panjang mengakhiri pergumulan panas Nik malam itu. hampir empat jam iya mengempur milik Zoya, barulah laki-laki itu merasa puas dan emosinya langsung mereda setelah mendapatkan pelepasan.
"Ck...wanita ini selalu pingsan jika diajak bercinta".lirihnya setelah menyadari jika Zoya kini sudah tidak sadarkan diri.
Perlahan kakinya melangkah menuruni tempat tidur dan memakai celana Boxsernya yang berserakan dilantai, kemudian kakinya melangkah mendekati Rara yang masih meingkuk dilantai.
__ADS_1
''Apa kau megiginkan yang baru saja kami lakukan''?..tanya Nik dengan nada sinis.
''Ti...tidak...tuan''..jawab Rara dengan nada bergetar
''Ck,wanita selalu pura-pura,tapi setelah merasakan milik laki-laki langsung ketagihan,kau tenang saja aku akan berbaik hati padamu''.
''Jona''.panggilnya membuat anak buah sekaligus orang kepercayaannya itu menyembul dibalik pintu.
''Iya tuan''.
''Bawa dia Jona. suruh para penjaga menikmati tubuhnya''.
''Tidak. saya mohon jangan tuan,bunuh saya saja tuan..jangan tuan''?.
''Ck''.bawa dia Jona''.
''Baik Tuan''.Jona langsung menyeret wanita itu kebawah, namun bukan kedalam ruagan para penjaga, melainkan kedalam kamar pribadi miliknya.entah kenapa saat melihat Rara hatinya bergetar dan merasa iba,namun jiwa kelelakiannya terpancing saat lagi-lagi mendengar eragan dan ******* sang Bos yang baru saja terjadi.
''Jangan tuan''.lirih Rara sudah mulai menangis.
''Kau tenanglah, aku akan melakukannya dengan lembuat,aku berjanji tidak akan menyerahkan mu pada semua pengawal. tapi berjanjilah ''?. jadilah miliku seutuhnya''.pinta Jona penuh harap karna jujur nafsunya sudah berada diubun-ubun.baru kali ini iya bernafsu saat melihat seorang tawanan sang Bos.karna biasanya iya selalu menuruti apa yang bosnya itu minta,bahkan laki-laki itu sama sekali tidak pernah menyentuh wanita yang Nik serahkan untuk mereka.
Namun sekarang. iya benar-benar sudah tidak tahan, perlahan kakinya melangkah mendekati Rara kemudian berkata.
''Kau mau melayani ku atau semua pengawal''?.Rara mengeleng dengan air mata yang membanjiri wajah cantiknya.
πΉπΉπΉ
Maaf ya novel ini ngak bisa updet setiap hari, karna outhor harus membagi waktu untuk keluarga dan juga outor harus updet novel-novel yang lain.
Makasih sudah sudi mampir jangan lupa like vote hadiah and komen makasih.
__ADS_1
Bay..bay..πππ
Tbc.