
''Bunda perut Niel lapar Bunda''.
''Sabar sayang,tunggu lah sebentar lagi kita akan bebas Nak,Niel akan bisa makan dengan puas dan bermain dengan puas''.
''Sekolah juga Bunda''?.Niel bertanya dengan nada antusiasi.
Namum mulut bocah itu cepat-cepat ditutup Zoya mengunakan telapak tangannya.
''Ssuuttt..pelan -pelan sayang. kita kan lagi main gem,Niel paham"?.. kita harus diam jangan berisik. supaya kita tidak kalah dalam bermain''.Zoya berusaha menjelaskan pada putranya, agar putra kecilnya itu tidak terus berceloteh.iya takut suara Niel akan terdengar sampai keluar.
''Iya Bunda Niel paham''.menjawab dengan suara pelan.sambil mendekap tubuh sang Bunda.
Perlahan tangan Zoya menepuk-nepuk pelan bokong putranya, agar Niel kembali terlelap.karna jika tidak putranya itu akan meminta makan lagi. Zoya tau pasti putranya itu sekarang sangat kelaparan. begitu juga dengan dirinya tak terkecuali Ana.
Ketiga manusia itu bahkan tidak memakan apa-pun sedari pagi.bahkan kaki dan tubuh Zoya rasanya mau patah karna kelelahan seharian mengendong Niel dan juga berlarian dikegelapan malam.
Lama mereka berbaring akhirnya ketiga anak manusia itu sampai terlelap.hinga tak sadar kereta api yang mereka tumpangi kini telah berangkat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara Nik.
Setelah pulang dari stasiun kereta yang sama sekali tidak membuahkan hasil. akhirnya dirinya meminta anak buahnya untuk menuju restoran terdekat.karna perutnya sudah sangat lapar.
''Ini semua gara-gara perempuan sialan itu, bahkan dari pagi aku tak sempat sarapan''.lagi-lagi Nik mengumpat sendiri, sambil memejamkan matanya disandaran kursi penumpang.
''Sudah sampai Bos''.
''Bos..bagun sudah sampai''.
__ADS_1
''Ck.dia enak-enakan tidur. lah saya capek-capek nyetir''.anak buahnya langsung mengerutu saat melihat bosnya itu malah tidur dengan pulas.
Sepuluh menit,dua puluh menit,tiga puluh menit,satu Jam.Nik tetap tidak bagun-bangun. membuat Anak buahnya itu menatap Bosnya dengan kesal.jika tidak mengingat laki-laki yang tidur ini adalah Bosnya''?.sudah bisa dipastkan iya akan melempar Nik kejalanan,supaya ditabrak truk trus Ko.
Namun itu semua tak mungkin iya lakukan karna Nik adalah Bosnya.yang bisa iya lakukan saat ini hanya sabar dan sabar.
"Eeeeerrrggg''. kenapa kau tak membagunkan ku"?.
''Ck.dia yang tidur sekarang malah menyelahkan orang''.pelan sangat pelan, laki-laki itu berbicara hinga Nik sama sekali tidak mendengarkannya.
''Maaf Bos''.lagi-lagi kata itu yang mampu iya ucap kan.ingin sekali iya menjawab dan memaki laki-laki dibelakangnya sekarang.bahkan iya sampai kelaparan menunggu Bos bodohnya itu tidur.
''Ck''.hanya itu yang kau bisa''?.bisa tidak kata lain yang kau ucapkan selain dari kata maaf''?.
''Iya Bos ma''.
Sementara laki-laki yang bergelar anak buah itu juga ikut turun.sambil mengerutu dan terus mengumpat Nik didalam hatinya.
"Jika gajinya tidak mahal. aku sudah malas bekerja dengan laki-laki seperti mu".lirihnya sangat pelan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan didalam kereta api.
"Astaufirullah Zo''?..Zoya bagun''!!. kita dimana sekarang"?Ana langsung panik saat sadar kereta api yang mereka naiki sudah jalan.
"Hah"....ya ampun kita ketiduran". balas Zoya sambil duduk dari berbaring. kemudian berdiri dan menatap keluar jendela.
"Sudah malam".lirihnya kemudian menoleh kapada Ana.
__ADS_1
"Apa lho lapar"?.
"Iya perutku sangat lapar".Ana menjawab sambil tersenyum kaku.karna memang pada kenyataan perutnya sudah sangat lapar.
"Baiklah gue akan keluar sebentar. mau cari makanan. lho tolong jaga Niel sebentar".Zoya berbicara sambil melangkah mendekati tas lusuh miliknya dan mengambil satu lembar uang ratusan. kemudian menutupnya kembali dan melangkah keluar kamar.
Zoya sengaja memesan kereta api yang memiliki kamar. selain dirinya bisa beristirahat dan yang paling penting bisa bersembunyi dari amukan Nik.biarlah dirinya menghabiskan banyak uang yang penting nyawanya, Ana dan juga putranya selamat.
Mata Zoye melihat satu persatu penumpang.namun diantara mereka tidak ada yang berpenampilan seperti dirinya.lusuh dan juga kusut.mungkin orang-orang akan bertanya-tanya dirinya memesan kamar dikereta api yang sangat mewah.sementara bentuknya seperti pengemis jalanan.
Tidak masuk akal.
"Bruk".
Asiknya melihat keramaian sampai do'i tak sadar menabrak seseorang yang membuatnya terhuyung kebelakang.
Namun dengan cepat orang yang ditabrak menarik pinggangnya membaut mata meraka bersitatap.
"Maaf Mas"?..
🌹🌹🌹🌹🌹
Mohon dukung outhor.karna novel ini outhor ikutkan lomba.kritik outhor jika ada yang salah insya allah kalau outho bisa outhor perbaiki.
Terima kasih.
Tolong dukung outhor plis.like vote hadiah and komen geratis kok ngak bayar.🙏🙏🙏
Tbc.
__ADS_1