
''Maafkan aku Zo''?.lirih Aldi berbicara sambil menyambar bibir Zoya lembut.laki-laki itu memejamkan matanya menikmati segala gejolak yang ada,rasa bersalah dan juga rasa nikmat yang iya dapatkan sekarang.sungguh bibir inilah yang selama ini iya inginkan, iya dambakan dan akhirnya sekarang dirinya bisa merasakan lembut dan manisnya bibir wanita yang iya cintai.
''Eeeemmm''.Zoya terus bergumam dengan mulut yang sama sekali tidak bisa bicara karna bibir Aldi kini mengunci bibirnya.
Sementara Willy yang berdiri disamping mereka terus menyungingkan senyumnya.satu tangannya terus mengacungkan senjata api tepat dibelakang Zoya.
Satu anak buah Willy mengarakan kamere kearah mereka.senyum buas terlihat diwajah-wajah laki-laki yang ada disana.
''Al jangan Al aku lebih baik mati dari pada harus seperti ini Al''.lirih Zoya lagi saat Aldi mulai mengecup lehar jenjangnya.
Aldi tak bergeming baginya keselamatan Zoya lebih penting dari segalanya, bahkan air mata laki-laki itu terus menetes seiring Nafsunya yang mulai naik.
''Tolong Al jangan''.pinta Zoya lagi sambil berusaha memberontak.
''Ha..ha''.suara tawa Willy melengking seperti orang kesetanan.
''Brani melawan nyawa dia taruhannya''. ancaman Willy mampu membuat Aldi tunduk dan patuh akan perintahnya.
Perlahan jemari lembut Aldi menyusup dibalik kaos putih yang Zoya kenakan.tangan kekarnya perlahan meremas milik Zoya dengan lembut.
__ADS_1
''Jangan Al''.Aldi langsung mengecup bibir Zoya kembali, kabut gairah jelas sudah terlihat dari mata laki-laki itu.meskipun jelas iya lihat jika saat ini Aldi juga merasa iba dan berat untuk melakukan itu semua.
''Maafkan aku Zo''.lirih Aldi sambil membuka pengait bra milik Zoya.
Perlahan kepala laki-laki itu menyusup masuk kedalam kaos yang Zoya kenakan.
''Al jangan Al,kumohon jangan''.tolong bunuh saja aku tolong''.pinta Zoya dengan kaki yang bergerak-gerak ingin lepas. namun sayang ikatan dikaki dan tangannya begitu kuat hingga wanita itu sama sekali tidak bisa berkutik.
Sementara Anak buah Willy yang melihat tontonan langsung didepan matanya ikut On seketika.
Kakinya seketika melangkah mendekati Willy dan memeluk wanita itu dari belakang.pelahan bibirnya menyesap lembut daun telinga Willy.
''Uuuwwwhhh''.terus". desis wanita yang sudah terbiasa digilir laki-laki itu.
''Baik Bos''.senpi yang sedari tadi dipegang Willy kini sudah berpindah ketangan anak buah Willy yang bediri tepat disamping Zoya.
Muncung senjata tepat berada dikepala wanita muda itu membuat Aldi lagi-lagi mengurungkan niatnya untuk kabur.awalnya iya pikir dengan adanya ransangan dari anak buahnya adik gilanya itu akan lengah.jika itu sampai terjadi dirinya bisa mengunakan kesempatan itu untuk membawa Zoya kabur. namun sayang semua pikirannya hanya sia-sia.ternyata wanita yang kini sedang melengguh nikmat itu malah menitipkan senjatanya pada laki-laki hitam disamping mereka.
"Al".gumam Zoya sudah mulai kelabakan.
__ADS_1
Suara ******* yang berasal dari belakang mereka membuat Zoya ikut terpancing.
"Zo"?.pangil Aldi lirih.bibirnya terus bermain-main didada Zoya, namun mata laki-laki itu sesekali melirik kearah anak buah Willy.berharap laki-laki yang kini memegang senjata itu lengah.namun sayang, sudah hampir dua puluh menit dirinya melakuakan pemanasan anak buah adiknya itu masih tetap awas mengawasinya.
"Aaahh sayang uuwww".******* Willy membuat semua yang ada disana
On seketika.
"Brani kabur tembak saja mereka"?.pinta Willy membuat Aldi kesal bukan main.ingin sekali laki-laki itu menghabisi adiknya itu sekarang juga, namun apa yang bisa iya lakukan"?. keselamatan Zoya,Papanya,Nenek dan Kakek ada diujung senjata wanita gila itu.
"Al".
"Brak''.
''Setan semuanya".
πΉπΉπΉ
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
__ADS_1
Maaf masih banyak typo.πππ
Tbc.