Dendam Sang Adik

Dendam Sang Adik
Laporan


__ADS_3

Di ruang kantor ,Algi terdiam dia lebih cepat menerima laporan mengenai identitas Aldara. Algi tampak bingung dia pun mengerutkan dahinya, tangannya tak henti membolak-balikkan selembar kertas yang siberikan asisten pribadinya mengenai identitas Aldara itu.


"Apakah cuma ini yang kamu dapatkan?" tanya Algi kepada sekretaris pribadinya itu.


"Iya Tuan, itu yang kami temukan," jawab ragu asiaten pribadi itu, pada dasarnya dia juga merasa bingung karena hanya salembar kertas saja dan tidak ada lagi keterangan lainnya.


"Aldara Anggraini mempunyai anak perempuan, tinggal di perumahan komplek bibinya serta dia seorang janda yang ditinggal meninggal oleh suaminya! " gumam Algi membaca isi kertas itu.


"Apakah cuman segini, bagaimana pekerjaan kalian! " teriak Algi meremas kertas itu lalu melemparnya ke lantai tepat didepan asisten pribadinya itu.


" Maafkan aku tuan kalau hal ini tidak bisa memuaskanmu!" ucap sekretaris itu sedangkan Algi hanya menghembuskan nafas,lalu bersandar dikursinya.


"Apa tidak terdata kapan dia menikah? Anak siapa dia? Dan kenapa suaminya meninggal? Kapan dia dilahirkan? Apakah benar dia punya kekasih saat ini? " tanya Algi bertubi-tubi, membuat asisten pribadinya itu menelan ludahnya sendiri bingung dengan jawaban apa yang akan dia utarakan.


"Maafkan kami tuan, sepertinya orang yang anda cari itu bukan orang sembarangan!" kata sekretaris pribadi itu membuat Algi terkejut tentu saja terkejut.


"Aldara bukankah dia hanya seorang sekretaris biasa yang berdiam di rumah sang bibi beserta anaknya, tapi sepertinya dia adalah orang yang biasa-biasa saja" sahut Algi.


"Apakah anda menyukainya? " tanya sekertaris pribadi itu pelan tapi masih terdengar oleh Algi.


"Jangan bicara sembarangan! Aku hanya penasaran! " Algi menyahuti dengan nada ketusnya.


Sekertaris pribadinya itu hanya tersenyum dalam diamnya, dan berkata, "Tuan saya sudah bekerja beberapa puluh taun semenjak tuan muda terdahulu, dan aku selalu mendapatkan identitas siapa saja sampai sedetailnya tapi aku tidak bisa mencari tahu informasi tentang wanita yang anda ingin cari tahu sekarang. Mungkinkah kalau dia menyembunyikan sesuatu, dan dia pun bukan wanita biasa karena kami tidak bisa menggali informasi lebih detail mengenaiya! "


Algi pun terpikir perkataan asisten pribadinya itu, bisa saja seperti itu. Karena dia juga sempat menerka apakah bena-benar Aldara menikah muda?


"Mungkin aku akan mengetahuinya nanti. Jika perlu aku yang harus mendekatinya dan mengetahui identitasnya, di cukup menarik!" ucap Algi dengan seringainya.

__ADS_1


"Kenapa anda begitu ingin tahu tentang wanita itu?" pertanyaan asisten pribadi itu membuat Algi tersentak dia pun kembali berpikir dengan logis.


"Hm hanya saja menurutku ada yang berbeda darinya! " sahut Algi lalu kembali membuka lembaran berkas yang harus dia pahami. Sedangkan asisten itu kembali menyunggingkan senyumnya lalu pamit undur diri.


Setelah mengetahui asisten pribadinya itu telah pergi Algi menaruh balpoin itu sembarang di meja, kepalanya dia sandarkan di kursi dan pikirannya tertuju pada Aldara.


"Apakah dia masih dirumah sakit? Apakah demamnya parah? " gumam Algi. Bayangan dipikirannya itu terus merambat sampai dia mengingat kejadian dimobil bersama Aldara, saat akan membawa Roni karena kabur.


Senyumam itu terukir indah menghiasi wajah tampannya yang semakin terpancar, hingga suara pintu dibuka menyadarkan Algi lalu menoleh ke arah pintu.


"Kenapa kamu kesini? " tanya Algi dengan ketus, mendapati seseorang yang masuk ke kantornya yakni om nya, adik dari sang ibu.


"Aku cuman ingin melihat bagaimana kabar keponakanku satu-satunya ini! " ucap sang Om sebut saja namanya Jefri.


"Kau peduli denganku? Bagaimana dengan keponakanmu yang sudah meninggal akibat perbuatanmu! " teriak Algi membuat Jefri menghembuskan nafasnya kasar.


"Bukti video itu yang membenarkan! " hardik Algi berdiri lalu menghampiri Jefri.


"Kenapa kau mempercayainya? Sudah ku katakan itu bukanlah diriku! Apa kau melihat wajah di video itu? Benarkah diriku? Kau telah di hasut oleh Fadil sadarlah! Dia ingin menghancurkan keluarga kita Algi! " ucapan tegas dari mulut Jefri pun terdengat jelas di telinga Algi.


"Mamih tidak akan menikah dengan paman kalau dia jahat! Jangan membalikan fakta seharusnya kau berada di dalam jeruji besi! " Algi manatap lekat Jefri sedangkan yang ditatap hanya tersenyum menanggapi.


"Kau juga tau jika orang salah harus berada di sel tahanan, apa kau tidak berfikir kalau aku tidak di tahan karena memang aku tidak bersalah! Apakah kakak ku membenciku? Tentu saja dia tidak! Dan hanya kau yang bodoh percaya omong kosong Fadil! " Jefri pun berdiri dan kembali menatap keponakannya itu.


"Apa kamu tidak merasa janggal? Jika Fadil memang orang yang baik, kenapa dia menutup kasus tabrak papah dan kakakmu? Tanpa penyelidikan terlebih dahulu? Dia bilang kepadamu kalau akulah penyebabnya, dan hanya video konyol itu kau bisa terpengaruh? Bukannya kau juga sempat mengirim video itu kepada polisi untuk dijadikan barang bukti? Apakah polisi menerima? Tentu tidak! Karena dia tau kalau itu bukanlah aku!"


"Disaat kejadian tabrak tunggal itu aku sedang berada di Finlandia, kau tau alasan Fadil menikah dengan kakak ku? Agar dia bisa menjauhkan kau dengan mamahmu sendiri, agar kau selalu percaya padanya sedangkan mamahmu tidak bisa menjelaskan apa pun karena dia jauh darimu! Dan dia juga menjauhkan ku dengan mu, agar kau merasa tidak ada siapapun untuk diajak kerja sama sehingga kau akan memilih Fadil yang jelas-jelas akan menghancurkan kita! "

__ADS_1


"Termasuk mamah mu, dia sudah dibohongi oleh Fadil!" jelasnya lalu meninggalakn Algi sendiri dengan pemikirannya.


Dia pun sebenarnya tidak pernah sempat mengobrol dengan mamahnya karena selalu ada Fadil di samping mamahnya itu, yang membuat Algi sekarang tidak merasa leluasa pada mamahnya. Jika dulu Algi berfikir kalau itu karena Fadil benar-benar mencintai mamahnya, sehingga dia tidak bisa di pisahkan tapi mendengar penjelasan Jefri tadi membuatnya menjadi gundah.


Algi pun karena penasaran dia menelepon mamahnya.


"Mah aku ingin mengobrol dengan mu, aku rindu! " ucap Algi setelah sambungan telepon itu terhubung.


"Tumben kamu bicara seperti itu, baiklah aku akan kesana bersama Fadil! " jawan sang mamah.


"Tidak Mah aku ingin bersama mamah seharian bisakah? " tanya Algi.


"Fadil ada di sini dan dia merasa sedih karena dia merasa tidak dianggap olehmu! "sahutan sang mamah membuat Algi tersenyum masam.


"Padahal aku merindukan mamahku, aku ada wanita yang ingin aku bicarakan! " Algi mencoba beralasan.


"Benarkah aku sangat senang mendengarnya, baiklah aku akan ke apertemenmu besok.


"Sendiri? " tanya Algi antusias.


"Fadil memaksaku untuk ikut, dia pun merasa senang jika kamu ingin membicarakan wanita yang kau cintai! "


"Baiklah! " nada sendu itu keluar dari mulut Algi lalu dia pun segera memutuskan sambungan teleponnya.


"Jefri kau benar! " gumam Algi, lalu membanting tubuhnya kesofa.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FAVORIT DAN VOTE 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2