Dendam Sang Adik

Dendam Sang Adik
Bujukan Helen dan Roni


__ADS_3

Malam hari yang terang dirumah Aldara oleh lampu, terlihat Helen mengerucutkan bibirnya sembari menyilangkan kedua tangannya di dada, dan membuat Aldara kasal karena sedari tadi dia bicara pun tidak ditanggapinya.


"Hel, kamu tidak mandi sore ini? " tanya Aldara, tapi Helen hanya terdiam sambil menonton tv.


"Helen kau punya mulut kan! " Aldara mulai kesal dengan sikap Helen.


"Aku tidak mau mandi, aku tidak akan menuruti semua perkataan Bunda! " Helen beranjak dari duduknya lalu menghentakan kakinya menuju kamar.


"Kalau begitu cuci bagian tubuh yang pentingnya saja! " teriak Aldara.


"Tidak mau! " jawab ketus Helen.


"Anak ini benar-benar! " Aldara pun mengikuti Helen ke kamarnya.


"Hel? " Aldara membuka pintu dan terlihat Helen menatap Aldara benci dengan raut muka kesal.


Aldara menghampiri Helen di kasur dan duduk di sampingnya lalu mengusap puncak kepala Helen, dan Helen pun kembali mengacuhkan Aldara dengan memalingkan wajahnya.


"Bunda yang bersihkan kamu ya? " bujuk Aldara.


"Tidak mau! "


"Kalau begitu bagaimana kalau kakinya aja yang dicuci,"


"Tidak mau! "


"Kalau kamu tidak mau hanya sekedar mencuci kaki, Bunda tidak akan peduli kalau nanti kamu gatal-gatal! " Aldara seraya berdiri.


"Bunda tidak peduli dengan Helen, Bunda tidak sayang sama Helen, Bunda Jahat! " Helen meraih guling lalu membanting kasar tubuhnya ke kasur, menyembunyikan mukanya dibalik bantal.


Aldara menghembuskan nafasnya meredam emosi pada anaknya itu, dia mencoba berfikir untuk membujuk Helen kembali.


"Sayang, Bunda sangat sayang sama Helen. Bunda menyuruhmu untuk mandi itu karena tidak mau nanti badanmu gatal-gatal dan membuatmu tidak nyaman. Tapi jika itu yang kamu mau tidak apa, terserah kamu saja. Mimpi indah tidur yang nyenyak! " Aldara mengusap punggung Helen dan hendak pergi.


"Aku tidak akan tidur! " teriak Helen dan membuat langkah Aldara terhenti dan mengepalkan tangannya, dan kembali napas panjang pun dia lakukan.


"Tidak apa kalau kamu tidak mau tidur, tersarah kamu saja sayang! " Aldara menoleh pada Helen seraya tersenyum dipaksakan.


"Bunda Jahat! " Tangis Helen pun seketika pecah membuat ruangan itu bising dengan suara teriakan tangis Aldara.


Begitu juga diapartemen mewah Algi terlihat Roni menunduk dikasurnya, ada suatu permintaan bagi daddy nya itu tapi tidak kunjung mengiyakan keinginannya.


"Roni Daddy pringatkan sekali lagi, makan! " ucap tegas Algi.


"Tidak mau! " sahut Roni.


"Roni! Daddy tidak suka kamu seperti itu! " hardik Algi.

__ADS_1


"Daddy sangat jahat! " Roni menunduk seraya memeluk boneka tayo.


"Emang apa yang kamu inginkan! " teriak Algi dan Aldara bersamaan kepada anaknya itu. Tentu saja di lain tempat melakukannya, hanya waktu dan cara pengucapannya saja yang sama.


"Aku ingin kemping bersama Helen, "


"Aku ingin kemping bersama Roni! "


Teriak mereka pada orang tuan masing-masing dan tentu saja membuat Algi dan Aldara terkejut.


"Daddy sibuk Roni! " tukas Algi.


"Semalam saja, Roni ingin merasakan bagaimana bakar jagung malam hari dan ditemani Bunda!" Roni mulai menangis membuat Algi memijit pelipisnya.


"Kapan?" tanya Algi.


"Malam minggu! " sahut Roni, mengusap air matanya yang membasahi kedua pipinya.


"Oke Daddy setuju, sekarang kau makan! " Algi melongos ke kamarnya, dan membuat Roni kegirangan dan segera menghampiri meja makan.


Lain di rumah Aldara, Helen nampak kesal karena Bundanya kali ini hanya diam saja.


"Bunda apa Bunda setuju? " tanya Helen.


"Tidak bisa nolak, kapan? " tanya Aldara dengan malas.


"Dimana? " kembali Aldara bertanya.


"Disamping rumah kita saja, bukankah Bunda pernah bilang waktu itu kalau kita bisa melakukan kemping dihalaman rumah kan sebagai gantinya! " Helen mengerjap menatap Aldara.


"Hentikan mata harapanmu itu, Bunda tidak setuju! Itu berlaku hanya kita berdua saja yang melakukannya tanpa ada orang lain! " jelas Aldara.


"Tidak Bunda aku ingin bersama Roni! " Helen mengerucutkan bibirnya


"Terserah kamu saja! " Aldara meninggalakn Helen di kamarnya, yang kini tengah kegirangan.


Helen beranjak dari kasurnya dan menghampiri kamar mandi untuk membersihkan dirinya, jujur saja dia pun yang sebenarnya sudah tidak tahan dengan peluh dibadannya, hanya saja dia harus sedikit berkorban agar Bundanya bisa menuruti kemauannya.


Setelah mandi dan makan, Helen merogoh ponselnya lalu mulai mengetik pesan pada Roni.


"Roni apa kau berhasil? " isi pesan Helen untuk Roni., dan tidak lama pesan itu terbalas.


"Berhasil walau aku harus pura-lura menangis seperti yang kau sarankan! " jawab pesan Roni.


"Saranku selalu berhasil, aku juga berhasil membujuk Bunda. "


"Benarkah? " tanya Roni tidak percaya.

__ADS_1


"Walau aku harus dimarahi dulu olehnya! "


"Sama aku juga! "


"Baiklah sampai jumpa di sekolah Roni! "


"Ya, " jawab pesan singkat dari Roni.


Algi terus menelisik data yang tengah dirinya pegang, data tentang Aldara dan kehidupannya. Dulu dia tidak bisa menemukannya hingga akhirnya kini dia bisa mengetahuinya juga.


"Dia memang adik Sarah, dan dia juga ditinggal meninggal oleh suami dan ayahnya tapi keterangannya masih belum jelas! Bersama siapa dia menikah, kapan dan bagaiaman mantan suaminya itu bisa meninggal? " Algi mengetukan balpoin ke bibirnya.


"Helen kalau diliahat mukanya cenderung mirip dengan Sarah ketimbang Aldara, dan dagu serta matanya mirip dengan Roni. Masih belum jelas! " gumam Algi.


"Apa yang harus aku lakukan?" Algi meremas rambutnya.


"Jefri juga tidak datang tadi membuatku kesal saja! " Algi meremas kertas dan foto-foto keluarga Aldara yang dia dapat dari suruhannya.


Algi beranjak dari kursi dan menghampiri Roni yang tengah lahap memakan makanan.


"Apa alasanmu ingin Daddy bersama dengan Aldara? " tanya Algi tiba-tiba membuat Roni terperanjat lalu segera mengantongi ponselnya.


"Tidak! Kami hanya ingin kemping saja, mengingat kemping kemarin bubar begitu saja bahkan teman yang lain pun kembali berkemping bersama keluarganya dan hanya aku dan Helen yang tidak melakukannya, " Roni menyuapkan makanan itu kemulutnya.


"Baiklah kali ini kau juga akan melakukan kemping kan, kau senang bukan? " Algi mengusap puncak kepala Roni pelan.


"Tentu aku sangat senang apa lagi kalau ada Bunda, makasih ya Dad! " Roni memeluk Algi sangat erat membuat Algi haru.


"Begini jadi seorang Daddy!" gumam Algi dalam hati, hingga dia pun mengingat sesuatu.


"Roni apakah Melinda pernah memukulmu? " tanya Algi melepaskan pelukan itu, sedangkan Roni menunduk dia agak sedikit takut untuk menjawabnya.


"Tidak apa-apa, bicaralah yang jujur kenapa dia bisa memukulmu? " Algi mengangkat Roni duduk di pangkuannya.


"Itu..." Roni menatap Algi ragu, dan Algi pun menantinkan kata selanjutnya dari mulut munyil Roni.


"He eum! " Gumam Roni seraya mengangguk.


"Waktu itu karena Roni hanya ingin Bunda bukan dirinya! " ucap Roni.


"Berapa kali dia pernah memukulmu? " kembali Algi bertanya.


"Hampir sering," Roni merogoh kembali makanannya, dan membuat Algi tersenyum jahat.


"Dia hanya pura-pura sayang pada Roni, agar dapat perhatianku ternyata! " ucap Algi dalam hati.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FAVORIT DAN VOTE YA 😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2